Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Beautiful CEO - Papa Sadar


__ADS_3

Leo ingin mengungkapkan cintanya tapi dia ingin menunggu waktu yang tepat. Dia ingin membuktikan jika dirinya juga layak untuk Kimchi.


“Ayo, masuk kedalam!“ ajak Leo untuk masuk kedalam warung berada.


Mereka memesan 2 porsi pecel lele dan 2 es teh manis disana. Saat pesanan mereka datang, Kimchi dan Leo saling pandang karena bagi mereka ini pertama kalinya makan ikan lele.


Dengan ragu mereka meraih ikan lele dan menggigitnya setelah itu mereka saling pandang lagi.


“Enak!“ ucap mereka kompak.


Mereka makan begitu lahap, hingga saat membayar Kimchi merasa terkejut karena harga makanan mereka di bawah seratus ribu.


“Makanan seenak ini harganya cuma 60 ribu?" tanya Kimchi memastikan.


“Memang segitu Kimchi!“ sahut Leo dengan membayar makanan mereka. “Ayo aku antar pulang! Orangtuamu pasti mencarimu!“


“Apa aku boleh menginap di kostmu lagi?“ tanya Kimchi.


Leo menggeleng. “Itu tidak baik, Kimchi! Aku akan mengantarmu pulang!“

__ADS_1


Mau tidak mau, Kimchi memang harus pulang. Dia tidak mau lari dari masalah lagi dan harus menghadapinya. Saat di perjalanan pulang, Leo menghentikan motornya karena melihat ada seorang penjual putu yang sudah renta masih menunggu jualannya habis.


“Mbah, saya beli semua kue putunya ya!“ ucap Leo.


“Terimakasih, Nak!“ sahut si mbah yang langsung mencetak satu persatu putu menggunakan uap panas.


Kimchi yang melihat itu tersenyum tipis, dia yakin tidak salah memilih calon suami. Dan sekarang muncul ide baru untuknya supaya pedagang kecil seperti si mbah mempunyai kesempatan berdagang yang lebih baik.


“Ini pasti keren!“ gumam Kimchi yang masih terdengar oleh Leo.


“Keren apanya?“ tanya Leo.


“Jika proyekku berhasil dan pusat perbelanjaan itu berdiri. Aku akan membuat lantai khusus untuk food court makanan seperti yang si mbah jual ini jadi pengunjung akan mempunyai dua pilihan tradisional atau modern!“


Kimchi tampak antusias menjelaskan rencananya dan itu membuat Leo mengacak rambut pacarnya itu.


“Aku tahu kau bisa, Kimchi! Itu pasti akan sangat keren!“ ucap Leo.


“Ini semua berkat dirimu, kak singa! Woar!“ sahut Kimchi dengan tertawa dipelukan Leo.

__ADS_1


Setelah mendapat semua kue putu dan membayar, Leo mengantar Kimchi pulang. Sebelum itu, Kimchi memberi kartu namanya pada si mbah kue putu.


Sementara Desmon yang sudah sampai rumah menunggu kepulangan Kimchi dengan gusar.


“Setelah ini, aku akan membayar pengawal untuk mengikuti dimanapun Kimchi berada!“ ucap Desmon kemudian.


“Jangan begitu, kasihan Kimchi!“ bujuk Nano.


“Tapi dia terlalu bebas selama ini, darling! Dia bahkan mencium pria di tempat umum dan keluarga Aries!“


“Bicara masalah kebebasan, kau dulu juga bebas tuan D.C! Bahkan kau tidak ingat berapa wanita yang kau tiduri!“


Desmon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Itu kan masa lalu justru itu aku tidak ingin Kimchi mengikuti jejakku! Aku ingin mendidiknya dengan benar!“


“Kau tidak mendidiknya tapi kau menuntutnya! Kau selalu membandingkan Kimchi dengan kedua kakaknya!“ protes Nano. “Untuk kali ini biar Kimchi yang memilih, setelah melihat Aries aku juga tidak menyukainya!“


“Apa jaminan Aries bisa menjaga Kimchi dengan baik?“


Desmon langsung diam seribu bahasa, selama ini Desmon selalu menjadikan si kembar sebagai tolak ukur Kimchi. Atau jauh di lubuk hatinya dia kecewa karena kedua anak laki-lakinya tidak mau meneruskan perusahaan dan melampiaskan pada Kimchi.

__ADS_1


Sampai akhirnya dia melihat Kimchi masuk kedalam rumah. Dia melihat putrinya tertunduk seperti yang sudah-sudah.


“Kau benar darling, aku salah mendidiknya!“ ucap Desmon kemudian.


__ADS_2