Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Wajah Buatan


__ADS_3

Jeni menonton video dirinya yang dipermalukan di depan umum, darahnya seakan mendidih melihatnya. Dia selama ini berpikir jika Nano menjadi gembel setelah diusir ternyata dia salah justru Nano menjadi seorang wanita sukses. Dan yang lebih membuatnya marah, adik tirinya itu mempunyai anak dari Desmon.


"Aaaa...." Jeni berteriak dengan melempar ipad yang ada ditangannya.


"Kenapa Nano selalu bernasib baik, aku sangat membencinya!"


Saat ini Jeni sedang berada di sebuah kapal yang membawanya ke China. Untuk sementara dia dan Sora akan bersembunyi disana dan semua itu sudah diatur oleh Bobi.


Tak lama pintu kamarnya yang ada di kapal itu terbuka dan Bobi menyembul masuk dengan membawa nampan berisi makanan.


"Makanlah dulu," ucap Bobi dengan menyorongkan makanan yang dia bawa.


"Bagaimana keadaan mamaku?" tanya Jeni yang mengkhawatirkan mamanya. Karena saat penangkapan sebelumnya, Sora begitu terguncang.


"Aku sudah memberinya obat penenang jadi sekarang mamamu sudah tertidur," sahut Bobi.


Jeni mendengus pelan, dia enggan makan karena selera makannya benar-benar hilang. Lalu dia menatap Bobi dengan lekat dan meraih tangan pria itu.

__ADS_1


"Aku akan melakukan apapun untukmu tapi bantu aku balas dendam pada Nano dan Desmon," pinta Jeni kemudian.


Bobi tersenyum kemenangan mendengar itu. "Baiklah! Aku akan mengabulkan permintaanmu!"


Bobi mendorong pelan tubuh Jeni supaya wanita itu baring telentang lalu dia melucuti baju Jeni dan mulai melakukan permainannya. Jeni hanya bisa pasrah, tubuhnya terguncang seiring dengan hentakan yang dilakukan Bobi padanya.


*****


Setelah hampir dua minggu lamanya akhirnya kapal yang dinaiki mereka berlabuh di salah satu pelabuhan yang ada di daratan China.


"Selamat datang, Bos!" sapanya.


Bobi mengangguk dan langsung masuk ke mobil yang akan membawanya ke Lab-nya. Sementara Jeni dan Sora terus mengekori Bobi sampai akhirnya mereka sampai di Lab yang dituju.


"Kalian istirahatlah!" ucap Bobi pada Jeni dan Sora.


Sora yang tampak kelelahan menuju salah satu kamar yang ditunjuk Bobi dan saat Jeni akan mengikuti mamanya, langkahnya ditahan oleh Bobi.

__ADS_1


"Mau kemana? Kita harus tidur satu kamar!" ucap Bobi dengan memiringkan wajahnya untuk mencium bibir Jeni. Tapi Jeni dengan cepat memalingkan wajahnya, tubuhnya sungguh lelah melayani Bobi yang seperti tidak ada puasnya.


"Aku lelah," keluh Jeni.


Bobi mentoleransi sikap Jeni kali ini. "Setelah istirahatmu cukup, temui aku di Lab!"


Dan setelah beberapa jam Jeni istirahat, sesuai dengan permintaan Bobi, dia mendatangi pria itu ke Lab-nya. Disana Bobi tampak sibuk membuat sesuatu yang membuat Jeni penasaran.


"Apa itu?" tanya Jeni kemudian.


Bobi langsung menoleh saat sadar ada suara Jeni lalu dia memperlihatkan maha karnyanya.


"Ini adalah wajah buatan yang akan kau gunakan untuk penyamaran!" sahut Bobi. Lalu dia mengambil sebuah map dan memberikannya pada Jeni.


"Disitu berisi semua identitas barumu mulai dari kartu pengenal, paspor, visa dan ijasah semua ada didalam," tambahnya.


Jeni membuka map itu dan meraih tanda pengenal dirinya yang berganti nama menjadi Silvia Jang. Jeni tersenyum puas dan membatin. "Tunggu aku adikku, Nano. Aku akan kembali, urusan kita belum selesai!"

__ADS_1


__ADS_2