
"Rp 10.000.000,00 masuk ke akun player!"
Laporan masuk saat Desmon berhasil menyelesaikan tantangan kedua.
"Uang yang didapat semakin lama akan semakin banyak pasti tantangan selanjutnya akan lebih ekstrim lagi!" ucap Raka dengan menganalisis logaritma permainan.
Riki mengangguk setuju. "Benar, dan kita harus selalu siap dengan segala kemungkinan yang ada!"
Sementara Desmon tampak terduduk lesu karena malu dengan apa yang sebelumnya terjadi padanya. Aib yang selama ini dia jaga yaitu perut buncitnya, sekarang menjadi konsumsi khalayak umum.
Melihat itu, si kembar menghibur papanya. "Papa, langsung naik ke rangking 50 besar!"
Tapi Desmon tidak merespon, beruntung di mobilnya ada satu set baju santai yang bisa dia kenakan.
"Papa lagi ngambek, Kak!" ucap Riki.
"Pasti ini pengaruh hormon kehamilan!" timpal Raka.
Desmon memutar bola matanya malas karena dia tahu kedua anaknya sedang memancing dirinya.
"Pertama mencuri motor, kedua bertelanjang di mall, ketiga pasti lebih gila lagi!" gerutu Desmon kemudian.
"Itulah inti dari permainan ini, Pa! Dan mereka yang gagal saldonya akan ditarik kembali!" jelas si kembar.
__ADS_1
"What? Permainan ini gila! Apa kita bisa menemukan pembuatnya?"
Si kembar menggeleng. "Aplikasi ini seperti Veronica yang independent! Dia membuat server baru setiap kali ada yang mendaftar jadi satu-satunya jalan adalah melumpuhkannya!"
"Lantas bagaimana mereka memberi tantangan?"
"Itu karena ulah TOP WATCHER, mereka akan mengeluarkan uang berapapun asal player menuruti permintaan mereka!"
Sebenarnya Desmon masih kurang paham penjelasan kedua anaknya tapi karena tidak ingin terlihat bodoh, dia pura-pura mengerti.
"Baiklah, cepat selesaikan permainan ini!" ucapnya kemudian.
Desmon mulai meraih ponselnya lagi dan ingin melanjutkan permainan. Dan disitu WATCHER memberi tantangan jika Desmon harus datang ke salah satu rumah susun yang ada di Jakarta.
Tapi dia tetap pergi ke rumah susun yang ditentukan. Disana banyak TOP WATCHER memakai topeng yang menyiapkan permainan untuk Desmon.
"Naiklah ke lantai paling atas!"
Petunjuk baru, baru saja masuk. Dan Desmon segera naik ke lantai paling atas, dia masuk ke sebuah kamar yang tak berpenghuni.
Desmon melihat kearah jendela yang disana ada sebuah tangga yang terhubung ke kamar di seberangnya.
Tak lama ada sebuah drone terbang dengan tulisan kertas memberi arahan jika Desmon harus berjalan di atas tangga itu untuk bisa ke kamar di seberangnya sana.
__ADS_1
"Oh my God!" pekik Desmon melihat ketinggiannya saat ini dan dia harus berjalan ditangga itu tanpa pengaman.
Sesuai dugaan si kembar jika permainan akan semakin ekstrim.
Desmon menghembuskan nafasnya kasar saat akan menaiki tangga itu, dia menatap ke bawah seketika jantungnya berdesir hebat. Dia mulai merekam dirinya sendiri seperti biasa dan hal itu tentu saja diawasi oleh Nano.
Penonton siaran langsung Desmon mencapai ribuan WATCHER.
Nano yang merasa suaminya memainkan permainan gila segera melakukan panggilan video ke nomor ponsel Desmon.
"Darling....," panggil Desmon saat menerima panggilan itu. "Apa kau masih marah padaku?"
"Bukan saatnya membahas itu, apa yang sedang kau lakukan? Apa kau ingin membuatku jadi janda?" protes Nano dengan wajah merah padam.
Desmon melihat wajah cantik istrinya dari layar ponselnya. "Darling, kau semakin cantik saat marah!"
"Pikirkan nyawamu!" pekik Nano tambah emosi.
"Kau seperti Fiesta bagiku, darling!"
Desmon berdehem. "Fiesta chicken nugget, paling enak paling kusuka! Fiesta chicken nugget, aku mau setiap hari! Fiesta...."
"Ya Tuhan, dosa gak ya menyumpahi suami gila," batin Nano meronta.
__ADS_1