Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Akhir yang Bahagia


__ADS_3

Malam harinya, keluarga Desmon sudah berkumpul semua. Kimchi masih enggan berbicara pada Desmon setelah kejadian strong sebelumnya. Dan hal itu membuat si kembar keheranan.


"Kenapa, Dek?" tanya Raka bersahabat..


"Katakan pada kakak!" timpal Riki.


Kimchi yang masih cemberut enggan berbicara sampai si kembar membujuk adiknya itu.


"Kita makan ayam goreng, mau?"


Mendengar ayam goreng, wajah Kimchi langsung berubah ceria lagi. Seperti kedua kakaknya, Kimchi juga suka ayam goreng.


"Kakak, pesan dulu! Nanti kita makan sama-sama di gazebo taman!"


"Baik, Kak!"


Setelah hampir satu jam menunggu kurir makanan datang mengantar pesanan si kembar. Ketiga bersaudara itu kini tengah memakan ayam goreng di gazebo dengan sorai gembira.


"Ayam goreng, emang gak ada lawan!" ucap Kimchi dengan menggigit ayam bagian paha ditangannya.


"Jadi kenapa marah sama papa?" tanya si kembar penuh selidik.

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak marah dengan papa, Kak. Tapi diriku sendiri karena bodoh!" keluh Kimchi disana.


"Siapa yang bilang bodoh! Kau hanya terlambat berkembang saja!"


"Itu sama saja, Kak!"


Lalu ketiganya tertawa bersama dan Desmon yang merasa bersalah pada Kimchi karena sempat terpancing emosi ssebelumnya menghampiri ketiga anaknya itu.


"Boleh papa ikut bergabung?" tanya Desmon yang berharap Kimchi akan menjawabnya.


Kimchi sepertinya peka lalu dia memberikan ayam gorengnya. "Papa mau?"


"Tentu saja, Princess!" sahut Desmon dengan menerima ayam yang diberikan Kimchi walaupun ayam itu bekas gigitan putrinya itu.


"Bagaimana jika setelah ini papa bacakan dongeng?" usul Desmon.


"Setuju!"


Akhirnya mereka berempat ke kamar utama dengan mereka yang naik keatas ranjang ukuran king size. Desmon berada di tengah dengan diapit ketiga anaknya. Dia mulai membaca dongeng Cinderella.


"Pada jaman dahulu kala...."

__ADS_1


Nano yang baru saja membuat susu untuk ketiga anaknya merasa kehilangan mereka sampai Mang Asep memberitahu jika Desmon membawa ketiganya ke kamar.


Saat Nano membuka pintu kamar, pemandangan mengharukan yang dia dapatkan. Dimana suami dan ketiga anaknya tertidur dan saking berpelukan.


Nano mendekati mereka dan memberikan kecupan satu persatu dengan mencurahkan kasih sayangnya.


"I love you!" lirih Nano.


Berawal dari salah sasaran kini Nano bisa menemukan kebahagiaan walaupun banyak cobaan yang menghadang tapi suami dan anak-anaknya berusaha melindungi dirinya.


Nano berharap setelah ini kebahagiaan yang selalu datang pada keluarganya. Walaupun ada badai mendera, mereka akan menghadapi bersama.


***********TAMAT**********


Akhirnya cerita ini tamat ya kak, terimakasih yang sudah berkenan mampir dan baca sampai tamat.


Maaf jika alurnya dipercepat karena jujur bikin cerita ini saya merasa seperti lagunya Raisa, SERBA SALAH!


Tapi semoga dibalik banyaknya kekurangan yang ada, bisa menghibur para readers ya🤗


Burung Kenari, Burung Cendrawasih

__ADS_1


Saya akhiri dan Terimakasih😘


__ADS_2