
Sekarang keluarga Desmon, sudah mempunyai rumah sendiri. Seperti biasa Desmon akan sibuk bekerja sementara si kembar sibuk dengan sekolahnya.
Hari terus berganti minggu dan berganti bulan, sekarang usia kandungan Nano tinggal menunggu hari saja.
Kebutuhan bayi perempuan mereka sudah siap semua, hanya menunggu hari dan Nano tidak sabar. Kelahiran anaknya kali ini sangat berbeda dengan kelahiran si kembar dulu. Dimana sekarang dia begitu diperhatikan oleh suami, anak dan mertua yang siaga.
Bahkan Malika menelpon 2 jam sekali untuk menanyakan kabar menantu dan calon cucunya.
"Hidupmu pasti penuh keberkahan, Nak!" ucap Nano dengan mengusap perutnya.
Tak lama ponselnya berdering dan seperti biasa Malika menanyakan keadaan menantunya.
"Bagaimana, apa ada yang sakit?" tanya Malika perhatian.
Belum sempat Nano menjawab, dia merasakan ada cairan yang keluar dari kedua sela kakinya.
"Mom, sepertinya air ketubanku pecah!" ucap Nano berusaha tidak panik.
"APA?!" pekik Malika. Lalu dia berteriak memanggil suaminya. "Dad, air ketuban Nano pecah! Cepat hubungi menteri kesehatan!"
Malika beralih pada Nano lagi. "Tenang ya, jangan panik! Mommy yang akan urus semuanya!"
"Mom, yang aku butuhkan seorang dokter bukan menteri kesehatan!" sahut Nano yang mendengar teriakan mertuanya sebelumnya.
Akhirnya Nano dibantu oleh asisten rumah tangganya menuju mobil serta suster yang memang sudah Nano pekerjakan untuk membantunya mengurus anak nanti.
Mang Asep sudah bersiap mengantar Nano ke rumah sakit. Dan Nano dengan cepat menghubungi dokter kandungan yang sering memeriksanya.
Sementara Desmon yang berada di kantor merasakan mulas, dia pikir dirinya mengalami diare tapi saat dia ke toilet tidak ada yang mau keluar.
__ADS_1
"Belikan aku obat!" perintahnya pada sekretarisnya setelah keluar dari toilet.
"Obat apa, Bos?"
"Obat mulas, cepat!"
Desmon semakin merasakan sakit di perutnya sampai ponselnya berdering karena panggilan dari Malika.
"Hallo, Mom!" jawab Desmon.
"Nano mau melahirkan! Cepat datang ke rumah sakit biasanya Nano periksa hamil!"
Saat panggilan dari Malika terputus, disitulah Desmon langsung lemas seketika. Rasanya tubuhnya tak bertulang lagi, hingga beberapa menit saat dia bisa menguasai dirinya barulah Desmon bergegas ke rumah sakit.
*****
Di rumah sakit, Nano sudah berada di ruang bersalin. Dia terus berusaha mengatur nafasnya, menunggu jalan lahir terbuka sempurna.
"Darling, apakah sakit?" tanya Desmon khawatir dengan mencium telapak tangan istrinya.
Nano menggeleng. "Sakitnya akan hilang jika melihat bayinya keluar nanti!"
"Benarkah? Kau memang seorang wanita kuat!"
Sampai dokter meminta Nano untuk mengejan karena bayi sudah siap dilahirkan. Nano mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengejan dan mendorong bayinya keluar.
"Ayo Nyonya, sedikit lagi!" ucap Dokter yang melihat kepala bayi sudah terlihat.
Dan Nano langsung berteriak dengan mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengejan.
__ADS_1
Terdengar suara tangisan bayi yang nyaring menghiasi ruangan bersalin itu, Nano menatap bayinya yang diangkat oleh dokter dengan tangisan haru.
"I love you! I love you! Terimakasih sudah melahirkan 3 anak yang luar biasa!" ucap Desmon mengecup bibir istrinya.
Di luar ruangan bersalin, Malika, Robert dan si kembar yang baru pulang sekolah menunggu dengan penuh harap. Sampai mereka mendengar tangisan bayi.
"Adik kita sudah lahir, Kak!" ucap Riki pada kakaknya.
"Apa kita boleh masuk? Aku ingin melihat adik!" sahut Raka.
"Tunggu sampai adik kalian di ruangan bayi, baru kita bisa melihatnya!" ucap Malika mencoba menenangkan kedua cucunya.
Lalu dia beralih pada suaminya. "Dad, kita punya 3 cucu!"
"Iya Mom, makanya jangan terus terobsesi jadi ketua Army Indonesia lagi. Fokus ke cucu-cucu kita saja!" sahut Robert dengan merangkul istrinya.
Sementara di ruang bersalin, bayi perempuan cantik sudah dibersihkan dan diberikan pada papanya.
"Oh Princessnya papa!" ucap Desmon dengan menggendong bayi perempuannya.
Desmon membaringkan bayi itu disamping Nano dan Nano langsung menciumi wajah bayinya penuh kasih sayang.
"Siapa namanya?" tanya Nano.
"Aku memberinya nama Kimchi!" jawab Desmon.
"Kimchi? bukankah itu asinan sayur Korea?"
Desmon mengangguk. "Aku ingin makan itu tapi tidak bisa karena rasanya yang masam jadi aku menyematkan itu pada putri kita! Dan akan cocok dipadukan dengan susu kental manis cap nona!"
__ADS_1
"Kimchi Nona Cullen!"