
Sora tampak cemas karena Jeni akan meninggalkannya kembali ke Indonesia sementara dirinya tertinggal di China bersama Bobi.
"Jangan tinggalkan, Mama," bujuk Sora yang melihat Jeni sedang berkemas.
Jeni menghela nafasnya, dia juga tidak ingin meninggalkan mamanya dengan Bobi. Pasti mamanya takut apalagi Bobi sering membuat eksperimen gila dengan membedah hewan hidup-hidup untuk mengambil zat yang bisa untuk menyempurnakan virus yang dia kembangkan.
"Tenanglah, Ma. Ini kulakukan demi masa depan kita! Setelah aku menghancurkan Nano dan Desmon, aku akan merebut harta mereka. Setelah itu, aku pasti akan menjemput Mama. Kita akan pergi sejauh mungkin, aku juga tidak sudi menjadi budak sek..s pria psikopat seperti Bobi," ucap Jeni dengan suaranya yang serak-serak basah karena dia baru melakukan operasi pita suara supaya suaranya berubah dan tidak ada yang mengenalinya.
Setelah dirasa persiapannya selesai, Jeni menemui Bobi di Lab-nya yang saat itu dia tengah serius dengan baju astronot untuk meneliti zat-zat untuk mengembangkan virus buatannya. Jeni memencet bell Lab khusus itu karena tidak ada yang boleh masuk tanpa mengenakan baju astronot.
Mendengar bell berbunyi, Bobi segera menghentikan kegiatannya. Sebelumnya dia mensterilkan diri saat keluar dan mendatangi Jeni.
"Aku akan menyusul jika virusku sudah siap," ucapnya dengan mengambil wajah buatan yang sudah jadi dan memberikannya pada Jeni.
Jeni segera memakai wajah buatan yang bisa lepas pasang itu. Dan saat sudah memakainya wajah Jeni berubah drastis ditambah dengan suaranya, niscaya tidak ada yang bisa mengenalinya sekarang.
Terbukti, saat di Bandara pun dia bisa lolos tanpa ketahuan, Bobi memang berpengalaman dalam hal ini.
Setelah sampai di Indonesia, Jeni menyewa sebuah apartemen untuk dia tinggali. Saat dia tengah mencari berita terbaru mengenai Desmon dan Nano, dia mendapati sebuah pengumuman lowongan pekerjaan di toko Nano.
Dengan cepat Jeni mempersiapkan datanya untuk melamar pekerjaan disana dengan identitas barunya, Silvia Jang.
"Pucuk dicinta ulam pun tiba," batin Jeni kemenangan.
*****
__ADS_1
Hari ini sepulang sekolah si kembar langsung mendatangi Mr. P di markas tersembunyinya. Selama Jeni dan Sora kabur, mereka tengah melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan mereka.
Dan Mr. P sudah curiga jika Bobi dalang dibalik semua ini mengingat racun waktu itu berasal dari mantan muridnya itu.
"Apa ada perkembangan, Mr. P?" tanya si kembar saat sampai.
Mr. P menggeleng karena Bobi tidak meninggalkan jejak apapun membuatnya kewalahan untuk mencarinya. Bobi memakai identitas yang berbeda-beda setiap masuk ke sebuah negara.
"Kita harus menghentikan, Bobi! Dia itu begitu terobsesi untuk membuat wabah dan melenyapkan separuh penduduk bumi," jelas Mr. P.
"Oh my God! Jadi kita akan melawan musuh psikopat!" pekik Raka yang tidak percaya.
"Dan jangan lupakan tante-tante jahat itu, Kak. Kita harus waspada karena mereka bisa kembali sewaktu-waktu!" timpal Riki.
Si kembar begitu serius dengan komponen-komponen ditangan mereka untuk merakit bom yang tidak bisa dijinakkan yang mereka buat. Dan Mr. P yang melihat kedua anak yang di anugerahi IQ tinggi itu merasa tersentil karena selama ini dirinya justru memanfaatkan otaknya untuk melakukan tindakan kriminal.
"Berjanjilah kalian tidak akan menyalah gunakan otak kalian! Kalian harus jadi lebih baik dariku dan jangan pernah ikuti jejak Bobi," ucap Mr. P penuh penekanan.
Malam harinya, di mansion keluarga Cullen terdengar gelak tawa si kembar yang bermain bersama papa mereka.
"Ciat.... Ciat.... Dengan kekuatan seluruh semesta alam, musnahlah kalian! Kyaaaa...."
Desmon mengeluarkan jurusnya untuk menyerang si kembar. Dan si kembar terkapar di atas ranjang pura-pura mati.
"Ha... ha... ha... " Desmon tertawa kemenangan.
__ADS_1
Sementara Nano yang menyusul mereka dengan membawakan susu hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan suaminya.
"Sudah! sudah! waktunya tidur!" ucap Nano dengan memberikan gelas susu pada kedua anak kembarnya.
"Thanks, Mama!" ucap si kembar saat menerima susu mereka.
Lalu Nano memberikan satu gelas untuk suaminya tapi Desmon menggeleng.
"Aku mau susu yang lain, darling," ucap Desmon kemudian.
Si kembar yang mendengar itu bertanya. "Susu apa, Pa?"
"Susu similikiti," jawab Desmon yang mendapat pukulan pelan dari Nano.
Akhirnya keduanya menidurkan kedua anak kembar mereka, saat si kembar sudah tidur Nano menciumi mereka satu persatu.
"Mama menyayangi kalian," ucap Nano dengan meneteskan air matanya.
Desmon yang melihat itu langsung mendekati istrinya dan memeluknya. "What happen, darling? Tidak biasanya kau seperti ini!"
"Entahlah, firasatku tidak enak akhir-akhir ini. Aku tidak akan tenang jika kakak dan mama tiriku belum tertangkap," sahut Nano meluapkan isi hatinya.
"Tenanglah, darling! Mereka pasti akan segera tertangkap, aku sudah menyewa detektive untuk mencari mereka!" bujuk Desmon dengan mengeratkan pelukannya.
"Aku akan melindungi kalian apapun yang terjadi, kalau perlu aku akan berubah menjadi D.C 008!"
__ADS_1