
"Alamak, kenapa kau main sosor pantatku?" protes Tira.
"Kau berhenti mendadak dan karena itu wajah tampanku menabrak pantatmu! Apa kau pikir aku mau melakukannya?" Desmon tidak mau kalah.
Sampai akhirnya suara tembakan menyadarkan perdebatan tidak jelas mereka.
"Ingat kita masih dalam misi, jangan bahas pantat dong!" ucap Tira membela diri.
"Kau yang memulainya, jadi sekarang apa? kita kalah jumlah!" sahut Desmon kemudian.
Tira mengambil bola granatnya dan memberikannya pada Desmon. "Kita lempar ini untuk mengalihkan perhatian!"
Tanpa Tira duga justru Desmon mengeluarkan mainan buatan si kembar.
"Ini bom buatan si kembar, aku mau mencoba daya ledaknya!" ucap Desmon yang siap melempar bom yang dia setel waktunya cuma beberapa detik saja.
"Guys, pegangan pada apapun!" ucap Tira memerintah pada pasukan bocil dibalik chip.
Desmon melempar mainan si kembar kedepan saat kabut asap sudah mulai hilang.
DUAR!
Dan beberapa detik kemudian terdengar bunyi ledakan yang dahsyat sampai Tira dan Desmon terpental karena daya ledak dari bom itu.
BUG!
Mereka terpental ke dinding begitu juga para anak buah Bobi yang dibawah. Mereka terpental sementara tanah disana sudah berlubang besar karena ledakan sebelumnya.
__ADS_1
"Kak, lihat daya ledaknya sangat spektakuler!" ucap Riki yang melihat itu dari lantai atas gedung tua dimana mereka berada sekarang.
Raka tersenyum puas. "Kita harus membuatnya lagi!"
Lalu mereka ikut bergabung dengan pasukan bocil lainnya. Yang mana mereka tengah membuat strategi disana.
"Crane itu pasti tersambung pada sebuah katrol, jadi kita harus mencari katrol itu. Setelah dapat kita harus menurunkannya perlahan!" jelas Edward.
Mereka semua mengangguk setuju, tapi perjalanan tidak semudah itu nyatanya di gedung itu banyak anak buah Bobi yang menyebar.
"Kami akan menggunakan jurus Ronggolawe kami," ucap Triple L bersamaan yang mempunyai jurus beladiri ala mommy mereka.
ChocoChip mengeluarkan alat kejut listrik mereka yang berasal dari ekstraksi listrik dari mommy mereka. "Kami akan menyetrum menggunakan Ajinomoto!" ucap ChocoChip yang memberi nama alat mereka dengan nama penyedap rasa.
Kembar 4 Black Pink Red Green tak mau kalah, mereka mengeluarkan ketapel super mereka. Peluru ketapel yang dibuat dari bola yang di dalamnya sudah dicampur dengan boncabe jadi jika peluru ditembakkan bubuk boncabe itu akan bertebaran.
"Boncabe level 30!" ucap mereka.
"Kalian tidak mempunyai alat tempur?" tanya si kembar.
Mereka berlima menggeleng. "Kami menggunakan tubuh kami!"
Awalnya si kembar tidak mengerti ucapan mereka sampai saat penyerangan dimulai. Semuanya tampak menyerang dengan bakat mereka masing-masing.
Para anak buah Bobi memakai senjata mereka tapi berhasil dilumpuhkan oleh pasukan bocil.
"Ayo, Kak! Kita gunakan semprotan alergi kita," ajak Riki yang mengeluarkan alat tempur mereka.
__ADS_1
Raka juga mengambil semprotan itu di sakunya, semprotan dengan komponen-komponen yang bisa membuat orang jika disemprot itu badannya akan gatal-gatal dan membengkak.
SROT!!!
Keduanya mulai menyemprot tapi tiba-tiba semprotan itu terpental karena terkena tembakan lawan.
DOR!
"Dasar anak-anak ingusan!" cibir salah satu anak buah Bobi disana.
Dia menangkap Raka dan Riki supaya tidak bisa kabur tapi tanpa dia duga ada kelima anak berbadan gempal membantu.
A I U E O mulai memposisikan tubuh mereka dengan menungging karena akan mengeluarkan jurus kentut yang mereka pelajari dari daddy mereka.
"Raka Riki tahan nafas kalian," ucap mereka.
Dan sedetik kemudian...
DAAAATTT
DIIIIIIIIITTT
DUUUUTTT
DEEEEETTT
DOOOOTTT
__ADS_1
Suara kentut kelimanya bersahutan membuat para anak buah Bobi yang disana pingsan seketika.
"Woah, bahkan kentut mereka membentuk tangga nada," ucap si kembar kagum.