Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Cut Pat Kai


__ADS_3

Well ya, karena Malika sudah menopause tentu saja racun itu tidak berpengaruh apapun pada tubuhnya. Dan itu membuat Jeni semakin kesal karena usahanya selalu gagal. Karena rencana pertama gagal, kini dia mulai menjalankan rencana keduanya.


"Kali ini harus berhasil," gumam Jeni.


Lalu dia kembali pada pekerjaannya dan memeriksa semua data toko Nano yang akan dia manipulasi.


Disisi lain, Desmon mempercepat semua pekerjaannya dan menjemput si kembar sekolah. Dia dan kedua anak kembarnya ingin menyusul Nano ke toko. Di dalam perjalanan tak henti-hentinya, Desmon terus berkaca menatap wajahnya.


"Apa wajahku juga membengkak?" tanya Desmon pada Lucas yang tengah menyetir mobil.


"Tidak Bos, hanya perut saja yang mengembang," jawab Lucas jujur.


"Aku rindu perut kotak-kotakku! Aku harus membuatnya menjadi 8 kotak! Aku akan diet!" ucap Desmon dengan menggebu.


Saat sampai di sekolah si kembar, Desmon segera turun dengan kacamata hitamnya. Dia berjalan dengan gaya coolnya tapi saat melihat penjual telur gulung dia berhenti sejenak. Air liurnya menetes saat melihat anak-anak yang sepulang sekolah memakan telur gulung.


Karena tidak tahan, akhirnya Desmon membeli telur gulung itu. Awalnya hanya satu tusuk tapi karena keenakan, dia menambah lagi dan lagi sampai 50 tusuk.


"Dietnya besok aja," batin Desmon dengan mengusap perut buncitnya.


Si kembar yang baru keluar dari gerbang sekolah sampai terheran-heran dengan papa mereka.

__ADS_1


"Kak, belum satu tahun menikah dengan mama, papa udah jadi buto ijo begitu ya," ucap Riki.


Raka mengangguk setuju. "Ayo kita datangi papa, sebelum papa menghabiskan semua telur gulung disana!"


Lalu si kembar berteriak memanggil Desmon. "Papa!"


Desmon menoleh dengan terus mengunyah telur gulung. "Kalian mau telur gulung?" tawarnya.


Si kembar langsung menggeleng bersama dan mengajak papa mereka supaya cepat mendatangi mama mereka ke toko.


"Beli bunga dulu untuk mama kalian," ucap Desmon saat mobil sudah setengah perjalanan.


Mobil yang membawa mereka berhenti di sebuah toko bunga dan Desmon membeli bunga paling cantik serta mahal untuk istrinya.


Saat sampai di toko, si kembar berlari mencari mama mereka sementara Desmon merapikan penampilannya dulu sebelum turun dari mobil.


"Aku suami tampan," ucap Desmon yang merasa puas dengan penampilannya.


Lalu dia meraih bunga yang dibelinya untuk dia berikan pada istri tercinta. Dan benar saja saat memberikannya pada Nano, istrinya itu sangat menyukainya.


"Oh, Thanks," ucap Nano yang langsung mendapat pelukan dari suaminya.

__ADS_1


"Selamat atas toko barunya," Desmon berkata dengan mengeratkan pelukannya yang mana membuat Nano merasa sesak karena tubuh besar Desmon.


"Lepaskan, aku kesulitan bernafas!" ronta Nano.


Kalimat yang disalah artikan oleh Desmon. "Apa kau tidak menyukai suamimu lagi, darling?"


"Bukan begitu," jawab Nano.


"Bukan begitu berarti iya kan, aku merasa insecure. Kau begitu cantik setelah menikah tapi aku justru menjadi jelek setelah menikah," ucap Desmon frustasi.


Nano langsung meraup wajah suaminya dan mengecup bibirnya. "Kau itu bicara apa, aku akan terus menyukai suamiku bagaimanapun dia sekarang!"


Bersamaan dengan itu, ada seekor lebah yang tertarik dengan bunga yang dipegang oleh Nano. Dan Desmon yang menyadari itu, berusaha mengusir lebah yang terus terbang diantara dirinya dan istrinya.


"Menjauhlah, darling," ucap Desmon dengan terus berusaha menghalau lebah itu.


Tapi justru lebah itu menyengat Desmon tepat di hidungnya.


"Argh!" Desmon menggeram kesakitan. Kini hidungnya bengkak dan memerah.


Dan si kembar yang melihat keadaan papanya langsung membulatkan matanya.

__ADS_1


"Woah, papa mirip Cut Pat Kai!"


__ADS_2