Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Bokong Sinchan


__ADS_3

Nano memeriksa suhu tubuh suaminya dan merasa Desmon mengalami demam. Yang mana membuat Nano menghela nafasnya panjang.


"Sultan mah di sengat tawon langsung demam," gumam Nano melihat suaminya yang tertidur di sofa.


Bengkak di hidung Desmon sudah mengempes tinggal kemerahan saja, Nano membelai lembut wajah suaminya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Desmon dan pria itu bisa menjadi suaminya sekarang, karena dia selama ini hanya memikirkan hidup dengan si kembar saja.


"Kau akan semakin jatuh cinta padaku jika terus memandangku, darling!" ucap Desmon dengan suara beratnya.


Ternyata Desmon sudah terbangun saat Nano membelainya tadi, dia terus memejamkan matanya karena menikmati sentuhan lembut istrinya.


"Apa aku mengganggu tidurmu?" tanya Nano kemudian.


Desmon menggeleng lemah. "Ayo kita pulang, pasti si kembar menunggu kita! Sepertinya malam ini pabrik susu kental manisku berhenti produksi, darling!"


"Ck, sempat-sempatnya mikir begituan!" decak Nano yang tak habis pikir. "Supir sudah menunggu kita sedari tadi!"


Akhirnya keduanya bersiap pulang, mereka bergandengan tangan saat keluar ruangan membuat sepasang mata tidak suka melihat kemesraan suami istri itu.


"Aku tidak akan membiarkan Nano bahagia, apa yang menjadi miliknya harus aku rebut," batin Jeni dengan menatap mereka tajam. Sampai sebuah tepukan membuyarkan semuanya.


"Ayo pulang bersama," ajak Ocha yang juga ingin pulang.

__ADS_1


Jeni menggeleng. "Ada sesuatu yang ingin aku beli dulu!" ucapnya memberi alasan.


"Ya sudah, aku pulang duluan ya!" pamit Ocha.


Melihat Ocha pergi, Jeni segera kembali ke mejanya karena data yang dia ambil belum selesai sedari tadi.


Jeni heran biasanya proses pengambilan data tidak akan selama ini. Tapi ini hampir seharian data di toko Nano belum tersalin juga ke flashdisknya.


"Sial," umpatnya.


Pada saat itu, kondisi toko sudah sepi karena karyawan sudah pulang semua hanya beberapa satpam yang bertugas untuk berjaga.


Akhirnya Jeni berinisiatif untuk ke ruangan Nano dan membuka data toko dari komputer Nano disana. Sebelum itu, dia masuk ke ruangan kontrol cctv dan mematikan semuanya.


Dia akan memfitnah Ocha dan posisi Ocha akan dia rebut, karena posisi itu yang membuatnya bisa lebih dekat dengan Nano.


Tanpa dia sadari Firewall komputer Nano sudah si kembar tingkatkan keamanannya dan menyambung ke jaringan mereka. Belajar dari perusahaan Cullen inc yang dengan mudahnya dibobol, akhirnya si kembar meningkatkan Firewall di komputer mama mereka.


Bukannya mendapat data tapi justru tampilan komputer tiba-tiba berubah menjadi Sinchan yang berjoget dengan bokongnya yang memutar.


Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asyik

__ADS_1


Oh senangnya aku senang sekali


Kalau begini akupun jadi sibuk


Berusaha mengejar-ngejar dia


Matahari menyinari semua perasaan cinta


Tapi mengapa hanya aku yang dimarahi


Di musim panas merupakan hari bermain gembira


Sang gajah terkena flu pilek tiada henti-hentinya


Sang beruang tidur dan tak ada yang berani ganggu dia


Oh sibuknya aku sibuk sekali


"What the Fu*ck!" umpat Jeni kesal. Lalu dia meraih ponselnya untuk menghubungi Bobi yang masih berada di China.


"Cepatlah, kemari! Bantu aku!" ucap Jeni dengan kesal.

__ADS_1


"Kenapa begitu banyak yang melindungi Nano, sebelumnya Malika kedelai hitam dan sekarang bokong Sinchan!"


__ADS_2