
Nano melihat dan mendengar percakapan suami dan anak perempuannya, dia berusaha menengahi keduanya.
"Kimchi, masuklah ke kamarmu dan bersihkan badanmu! Kau bau apek, apa sebenarnya yang kau lakukan?" tanya Nano dengan menutup hidungnya.
Kimchi hanya cengengesan tidak jelas. "Um, mama tahu tidak, untuk pertama kalinya dalam hidupku. Aku memegang centong dan mengaduk adonan martabak?"
"Apa?!" Desmon dan Nano kaget bersamaan.
"Kakak singaku merubah segala mindset dalam hidupku! Woar!" ucap Kimchi lagi dengan berlalu ke kamarnya meninggalkan orangtuanya yang masih menatap kepergiannya.
Desmon menatap Nano dengan tatapan sulit diartikan. "Kau tadi dengar kan, darling?"
"Ya, aku sangat jelas mendengarnya. Kimchi memegang centong dan mengaduk martabak!" jawab Nano.
Desmon berdiri dari tempatnya dan menuju sebuah lemari yang berisi piala dan piagam penghargaan si kembar sementara Kimchi tidak pernah mendapatkan semua itu.
"Darling, apa dulu aku terlalu banyak menengok Kimchi saat masih dalam kandungan?" tanya Desmon.
Nano mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang. "Kehamilan Kimchi dipenuhi oleh tantangan, rasanya aku masih tidak percaya setelah aku ditusuk Kimchi masih bisa lahir di dunia! Bukankah itu keajaiban?"
"Dia masih 19 tahun tapi harus menanggung tanggung jawab besar. Apa kita tidak terlalu kejam?"
Desmon menghela nafasnya. "Jika Kimchi berhasil menjadi CEO menggantikan aku, itu adalah sebuah piala berharga untukku, darling!"
__ADS_1
"Kau percaya padanya sama seperti si kembar, 'kan?" tanya Nano.
"Tentu saja, Kimchi pasti bisa!" jawab Desmon.
*****
Disisi lain, Leo yang kembali ke kostnya langsung membersihkan diri setelah itu merebahkan dirinya di atas ranjangnya.
Rasanya sangat melelahkan, dia menatap langit-langit kamar kost dengan memikirkan hubungannya dengan Kimchi seperti apa nantinya.
Dia memeriksa internet banking dengan ponselnya untuk melihat berapa saldonya yang ada di rekeningnya.
"Ck, bahkan uang segini tidak sebanding dengan harga tas Kimchi," decak Leo kemudian.
Selama ini Leo belum memikirkan bagaimana masa depan hidupnya yang dia tahu, dia harus bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Tapi karena Kimchi, dia harus mulai merancang masa depannya.
Mau tidak mau Leo membuka pintu, saat baru saja terbuka tubuhnya langsung di dorong seseorang yang mengetuk pintu tersebut.
"Kimchi!" pekik Leo saat sadar siapa yang menerobos masuk ke kamar kostnya.
Kimchi memakai hodie dan menutup kepalanya supaya tidak ketahuan jika dirinya perempuan yang menyusup ke kost pria.
"Aku tidak bisa tidur! Jadi aku kesini!" ucap Kimchi.
__ADS_1
"Astaga, bagaimana jika orangtuamu tahu! Ayo, aku antar pulang!" sahut Leo kesal.
"Tidak mau!" tolak Kimchi. "Aku sudah susah payah kabur dan naik taksi online kemari!"
Kimchi mendorong Leo sampai pria itu terbaring diatas ranjang. Setelah itu Kimchi dengan cepat naik ke perutnya.
"Aku cuma ingin mengucapkan selamat tidur!" ucap Kimchi tanpa dosa.
"Kau bisa mengucapkannya lewat telepon!" sahut Leo semakin gusar.
Kimchi menggeleng. "Aku ingin melihatmu yang tampan!"
"Kita bisa melakukan panggilan video!"
Kimchi tidak peduli, dia tetap mengukung Leo supaya tidak bisa bergerak sementara dia terus menatap wajah pria itu.
"Biarkan aku terus memandangmu seperti ini, karena setelah ini aku akan sibuk dan tidak bisa mengganggumu lagi!" ucapnya.
"Kau akan kemana?"
"Memperjuangkanmu! Aku akan membuktikan pada papaku jika aku bisa! Jadi tunggulah aku, kakak singaku!"
__ADS_1
Leo terdiam dan kini beradu tatap dengan Kimchi.
"Kau harus belajar bilang, I love you!" pinta Kimchi penuh harap.