Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Gelang yang Menyala


__ADS_3

Nano yang masih tergantung diatas bisa melihat kegaduhan yang ada di bawah, dia melihat bagaimana suaminya kini berusaha menyelamatkannya.


Hal itu juga dilihat oleh Jeni yang mana membuatnya merasa sangat kesal, kalau sampai kali ini usahanya gagal lagi sudah dipastikan dia akan mendekam seumur hidup dipenjara. Dan dia tidak mau hal itu terjadi.


Tak lama ruangan di ruangan Jeni berada masuk pasukan bocil setelah sebelumnya mereka sudah melumpuhkan anak buah Bobi yang berjaga di luar.


"Lepaskan mama kami!" ucap si kembar dengan lantang.


Jeni terkekeh melihat ke-17 anak yang berani melawannya. Dia berdiri di dekat katrol dengan tangan yang bersiap menurunkan rantai pada katrol itu, otomatis jika katrol itu diputar tubuh Nano akan terjun bebas ke bawah.


"Jadi kalian berani menantang," ucap Jeni mulai memutar katrol.


"JANGAN!!!" teriak si kembar histeris.


Jeni semakin senang melihat mereka semua panik dan dia semakin memutar katrol membuat tubuh Nano semakin turun ke bawah.


"Baiklah, aku akan melepaskan mama tercinta kalian!" ucap Jeni dengan memutar katrol sepenuhnya membuat rantai terus berputar dan Nano terjun bebas dibawah sana.


"Clang!" suara ujung rantai yang terlepas.


"Mama....," teriak si kembar berlari berusaha menangkap ujung rantai.


Beruntung Raka berhasil menangkap ujung rantai itu dibantu Riki dari belakang tapi karena badan mereka kecil tidak mampu menahan beban tubuh Nano yang pada akhirnya ke-15 pasukan bocil lainnya membantu mereka.


"Bentuk formasi zig zag!" perintah Edward.


Dan mereka membentuk formasi selang seling untuk menarik rantai itu.

__ADS_1


"Sekarang badan kita harus kayang dan mendongak keatas untuk menahan beban!" perintahnya lagi.


Semua menurut, mereka mengayangkan badan mereka dan mendongak keatas supaya bisa menahan beban dan agar Nano yang dibawah sana stabil.


Jeni yang melihat aksi ke-17 anak itu semakin tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha! Kalian pasti juga akan ikut tertarik dan mati!"


Setelah itu, Jeni pergi meninggalkan mereka dengan tertawa kemenangan.


Sementara Nano yang sebelumnya terjun bebas merasa ada yang menahan jatuhnya dan tubuhnya kini tidak stabil bergerak ke kanan dan kiri.


Tentu saja dia ketakutan bukan main, bukan dia yang dia pikirkan tapi bayi yang ada di dalam perutnya saat ini.


Hingga saat tubuhnya sudah mulai stabil, Nano merasa sekarang ditarik keatas lagi. Disana pasukan bocil berusaha menarik Nano dengan sekuat tenaga.


Dan semuanya mengerahkan seluruh tenaga mereka hingga Nano tertarik keatas.


Saat Nano mulai naik keatas barulah mereka mulai mengayang lagi untuk menahan beban sementara si kembar dengan cepat melepas rantai ditangan mereka dan menarik mama mereka.


"Mama....," si kembar memeluk Nano.


Pasukan bocil langsung tumbang dengan nafas yang terengah-engah. Mereka mengatur nafas mereka yang tidak beraturan sambil terbaring di lantai.


Si kembar segera membuka ikatan ditangan Nano yang sebelumnya terhubung dengan rantai. Saat tali itu terbuka, Nano langsung memeluk kedua anak kembarnya.


"Mama, menyayangi kalian! Kalian memang anak-anak hebat dan selalu membuat mama bangga," ucap Nano dengan mengecupi wajah si kembar bergantian.

__ADS_1


"I love you, mama!" balas si kembar.


Nano melihat bagaimana perjuangan si kembar dan pasukan bocil lainnya. Membuat tekadnya membulat untuk mengakhiri permainan Jeni, kali ini Jeni tidak boleh lolos lagi.


"Sekarang giliran mama!" ucap Nano dengan tajam.


Disisi lain, Desmon dan Tira mulai baku hantam dengan para anak buah Bobi yang tersisa.


Desmon mengambil sebuah kayu balok yang ada disana untuk menangkis setiap serangan dari musuh karena dia sudah kehabisan peluru.


Tapi sedetik kemudian...


DOR!


Desmon merasakan ada yang menembak lengannya, siapa lagi kalau bukan Jeni yang melakukannya.


"Argh!" Desmon menggeram.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Tira yang melihat Desmon kesakitan dan mengeluarkan darah dari lengannya.


Jeni tertawa seperti orang gila disana. "Sekarang waktunya menyusul istri dan anak-anakmu ke alam baka!"


"A-apa?" Desmon tergagap mengira jika Nano dan si kembar sudah tiada.


Sampai gelang pasangan yang ada ditangannya menyala menandakan jika pasangan gelang itu ada di sekitar sana.


Desmon tersenyum dalam hatinya pasti pasukan bocil berhasil menyelamatkan istrinya.

__ADS_1


Untuk itu dia berdehem dan membaca pantun untuk istrinya yang berada tidak jauh darinya. "Tukang tahu ngebanting kayu! Gak tau... I just can't stop thinking about you!"


__ADS_2