Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Beautiful CEO - Sindrom


__ADS_3

"Loh, ini kan cowok seratus ribu!" gumam Kimchi dengan melihat foto yang dikirimkan Chacha padanya.


"Dan tunggu___ namanya Leo?"


Kimchi buru-buru turun dari mobilnya untuk mendatangi Chacha dan melihat Leo secara langsung.


Disana Leo tengah sibuk membuat martabak dan disaksikan para gadis yang mengantri sampai ibu-ibu juga ada disana.


"Sebenarnya dia jual tampang atau martabak!" gerutu Kimchi tidak suka.


Saat melihat Chacha dia berteriak. "Cha___"


Chacha menoleh karena merasa ada yang memanggilnya. "Nah kan, akhirnya kesini juga!"


"Dia cowok aneh yang aku ceritakan tadi!" jelas Kimchi.


"Benarkah?"


Kimchi lalu menerobos antrian supaya bisa berada di depan dan berhadapan dengan Leo secara langsung.


"Apa kau mengingatku?" tanya Kimchi tiba-tiba.


Tapi Leo enggan menanggapi Kimchi, dia masih fokus membuat pesanan martabak manis.


"Kau mau memancing emosiku ya! Apa maksudmu memberi aku uang seratus ribu dan pergi meninggalkan aku sendirian? Seharusnya kau menolong aku yang kesakitan karena mengejarmu!"

__ADS_1


"Kau meninggalkan cewek cantik sendirian yang terluka, bagaimana kalau aku pincang atau bagaimana kalau aku lumpuh? Apa kau bisa bertanggung jawab!"


Akhirnya Leo menatap Kimchi dengan tajam karena perkataan gadis itu yang tidak masuk akal.


"Aku sedang bekerja jika kau tidak beli, jangan mengganggu!" ucap Leo kemudian.


Mendengar itu, Kimchi menjadi emosi. "Tentu saja aku beli! Aku bisa membeli semua martabak yang ada disini tapi aku juga minta tanggung jawab darimu!"


"Tanggung jawab? Apa tidak salah? Kau terluka sendiri, Nona! Apa aku menyuruhmu untuk mengejarku? NO___"


"Tapi___" perkataan Kimchi menggantung karena tiba-tiba Chacha menariknya untuk duduk.


"Apa-apaan sih, malu tahu! Kau terlalu lebay!" gerutu Chacha disana.


"Jelas-jelas cowok itu yang menyebalkan mentang-mentang ganteng!" ucap Kimchi yang masih menatap Leo dari kejauhan.


"Terus kau gimana?" tanya Chacha tidak mengerti.


"Aku ingin minta pertanggung jawaban cowok itu!" jawab Kimchi percaya diri.


Dan benar saja, Kimchi menunggu Leo disana sampai lapak itu sepi dan itu sudah menjelang tengah malam.


"Apasih sebenarnya maumu?" tanya Leo dengan gusar melihat tingkah Kimchi.


"Bukankah sudah jelas, aku minta pertanggung jawaban!" jawab Kimchi tegas.

__ADS_1


Rekan-rekan Leo yang mendengar kata 'tanggung jawab' mulai kasak kusuk mengira hal lain. Oleh karena itu, Leo membawa Kimchi menjauh.


"Akan aku antar kau pulang! Semoga setelah ini, kita impas!" ucapnya dengan meraih sebuah motor matic dengan merk Scoopy. "Cepat naik!"


Dengan ragu Kimchi naik ke motor itu, ini untuk pertama kalinya dia dibonceng dengan motor oleh seorang cowok.


"Arghh!!!" pekik Kimchi kaget saat motor itu berjalan sampai refleks tangannya melingkar di perut Leo.


"Cari kesempatan ya!" tegur Leo yang perutnya dipeluk erat oleh Kimchi dengan wajah Kimchi yang ada di punggungnya.


"Ish, gak tuh! Aku hanya kaget saja!" elak Kimchi kemudian tanpa melepas pelukannya.


"Dimana alamatmu, cepat katakan!" ucap Leo lagi.


Belum sempat menjawab tiba-tiba hujan turun tanpa peringatan, membuat Leo menepikan motornya ke sebuah ruko kosong untuk berteduh.


"Ck, aku tidak membawa jas hujan!" decak Leo disana.


"Kita akan menunggu hujan reda?" tanya Kimchi.


"Ya begitulah, setelah ini lebih baik jangan menggangguku lagi! Belum juga satu jam bersamamu berakhir jadi begini!" jawab Leo ketus.


Kimchi tidak menanggapi lagi karena dia sibuk bermain dengan tetesan air hujan di ruko itu dengan tangannya. Ini pertama kalinya dia berteduh dari hujan begini di sebuah ruko kosong bersama pria tampan.


Lalu Kimchi melirik kearah Leo yang duduk menyender disana yang memejamkan matanya. Dan tiba-tiba Kimchi merasakan desiran aneh di dadanya.

__ADS_1


"Ada apa ini? Apa aku terkena sindrom pria tampan?" batin Kimchi.


__ADS_2