Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Nasi Goreng Antimainstream


__ADS_3

Desmon merasa sangat kelelahan karena belum istirahat barang sejenak setelah kepulangannya dari China. Untuk itu, dia segera merebahkan diri dan berusaha memejamkan matanya di sofa ruangan rawat inap istrinya. Tapi, Nano yang masih terjaga memintanya untuk menemaninya tidur diranjang pasien.


"Temani aku," pinta Nano.


Mau tidak mau, Desmon membaringkan diri disana. Mereka saling beradu tatap memandangi satu sama lain.


"Cepatlah sembuh, darling. Aku tidak sabar ingin berpacaran denganmu," ucap Desmon kemudian.


Nano terkekeh. "Kalau dipikir-pikir, kita tidak melalui proses itu semua! Pdkt, nembak, pacaran, tunangan lalu menikah! Padahal dari dulu aku sangat ingin melakukan itu semua sebelum menikah!"


"Kita bisa melakukan itu semua saat kau sembuh nanti, darling. Aku mengambil cuti selama masa pemulihanmu! Kita akan babymoon untuk menggantikan honeymoon kita yang tertunda! Kita akan pacaran berdua!" sahut Desmon dengan mengecup hidung mancung istrinya.


"Aku tidak sabar menunggunya," lirih Nano.


Mereka memejamkan mata berdua dan saling berpelukan dalam tidur mereka.


Keesokan paginya, Desmon terbangun karena penciumannya yang mulai sensitif terhadap bau. Apalagi sekarang dia ada di rumah sakit membuat aroma obat begitu menusuk dipenciumannya.

__ADS_1


Desmon segera masuk ke kamar mandi dan muntah-muntah disana.


"Sepertinya gejala papa hamil kambuh lagi," gumam Desmon.


Dia keluar dari kamar mandi dengan badan lemasnya, rasanya sangat mual. Dan itu membuat Nano merasa iba, dia sangat tahu bagaimana rasanya mengalami morning sickness.


"Apa aku mengganggu tidurmu, darling? Indera penciumanku seperti mengalami pembaharuan, bahkan dari jarak 20 meter aku bisa mencium aroma-aroma yang menyengat!" ucap Desmon yang melihat istrinya terbangun.


"Pasti sangat menyiksa kan? tapi jika sudah trimester kedua pasti tidak akan mual dan muntah lagi!" sahut Nano dengan berusaha mendudukkan dirinya.


Melihat itu, Desmon langsung mendekati istrinya dan berusaha membantunya untuk duduk.


Nano mengangguk. "Tentu saja, sampai aku tidak bisa melakukan apapun karena badanku yang lemah!"


"Aku sangat menyesal tidak menemukanmu dengan cepat, seharusnya aku mencarimu di Shopee pasti langsung ketemu!"


"Kau sudah menebus semuanya, Tuan D.C! Jangan selalu membahas masa lalu lebih baik bahas masa depan kita!"

__ADS_1


"Bertemu denganmu dan si kembar, aku seperti mendapat sebuah Jackpot!"


Dan sedetik kemudian, Nano ingin buang air kecil. Dengan sigap Desmon menggendong istrinya itu ke kamar mandi, dia mendudukkan Nano di closet dan menunggu istrinya sampai selesai.


"Aku bisa sendiri," tolak Nano saat Desmon berusaha mencebokinya.


"Buat aku jadi suami siaga, darling!" ucap Desmon berusaha menjadi suami teladan.


Setelah selesai, Desmon juga dengan telaten mengelap tubuh istrinya setelah itu mengganti baju Nano dengan yang baru. Dia juga menyisir rambut Nano supaya tidak kusut.


Yang mana membuat Nano melihat sisi lain dari Desmon yang tidak dia ketahui. Jika dalam mode begini, Desmon terlihat keren berkali-kali lipat.


"Aku akan memesan makanan untuk kita, darling," ucap Desmon setelah selesai menyisir rambut istrinya. "Kau ingin makan apa?"


"Aku akan memakan, makanan dari rumah sakit saja!"


"Baiklah, kalau begitu aku pesan makananku sendiri!"

__ADS_1


Desmon meraih ponselnya dan menghubungi Lucas supaya membelikannya makanan yang dia mau. "Belikan aku nasi goreng, tapi nasi gorengnya harus dimasak di suhu api 150 derajat celcius pakai telur setengah matang, kuningnya harus ada dua biji. Acarnya disisi kanan dan kiri, tidak usah memakai wortel. Kerupuknya juga...."


Belum selesai Desmon berbicara, Lucas menyela. "Buah semangka buah manggis, pesanan anda membuatku menangis!"


__ADS_2