
Setelah menempuh perjalanan 7 jam lebih lamanya akhirnya Desmon sudah sampai di Jakarta. Dia segera menuju rumah sakit karena ingin tahu keadaan istrinya.
"Kurang beberapa jam lagi," gumam Desmon dengan terus melihat jam tangannya. Saat ini dia sudah dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Dan dimana si kembar?" tambah Desmon lagi.
"Tuan muda bersama Mr. P berada di tempat konser musik dimana virus akan dilepaskan disana, Bos!" jawab Lucas yang terus memantau keadaan terkini.
"Sepertinya kita butuh bala bantuan lagi, pasti sekarang kelompok yang mendukung Bobi juga berada di lokasi untuk memastikan virus itu akan lepas!" ucap Desmon dengan memijit pelipisnya untuk berpikir.
Sampai akhirnya ponselnya berdering, Desmon segera menerima panggilan yang tak lain adalah dari Tira.
"Aku beri waktu 10 menit untuk bertemu dengan istrimu setelah itu aku akan menjemputmu," ucap Tira disana tanpa basa-basi. "Pasukan bocil membutuhkan bantuan kita!"
"10 menit... " ucapan Desmon menggantung karena Tira langsung saja mematikan panggilannya.
Bersamaan dengan itu, mobil yang membawanya ke rumah sakit berhenti karena sudah sampai. Desmon segera keluar dan langsung masuk dengan setengah berlari ke ruangan Nano dirawat.
"Darling....," panggil Desmon dengan membuka pintu ruangan dimana istrinya berada.
Saat itu Nano tengah berusaha duduk dibantu oleh Malika disana. Nano menoleh kearah sumber suara dan melihat suaminya mendekat yang langsung menyambar bibirnya begitu saja.
__ADS_1
Malika memutar bola matanya malas karena sudah tahu tabiat anaknya itu bagaimana, akhirnya dia dia keluar memberi waktu berdua untuk anak dan menantunya.
"Kau membuatku ketakutan, darling!" ucap Desmon dengan melepas ciumannya dan membelai rambut istrinya lembut.
"Aku baik-baik saja, aku akan menjaga calon bayi kita dengan sebaik mungkin," sahut Nano dengan menyatukan keningnya dengan suaminya. "Aku tidak ingin bertanya dimana mama tiriku sekarang, aku yakin kau sudah membereskannya!"
"Kau tidak perlu khawatir lagi, darling. Setelah ini tidak akan ada lagi yang mengganggumu! Tapi sebelum itu, aku harus bergabung dengan anak-anak kita melawan musuh terakhir!" ucap Desmon kemudian.
"Kalian benar-benar mengubah hidupku," tambahnya.
Setelah merasa lega, istrinya baik-baik saja. Desmon segera keluar dari rumah sakit dimana ada 5 mobil yang menunggunya saat ini. Ternyata Tira datang tidak sendiri melainkan bersama 4 saudaranya yang lain.
Desmon tampak menelan salivanya karena lagi-lagi dia dibuat heran selalu berurusan dengan anak-anak kembar.
"Ayo kita mulai, aku sudah tidak sabar melakukannya!" ucap Naku.
"Aku merasa de javu, seperti mengulang masa lalu!" sahut Bima.
"Dan aku menyembutnya tampan dan berani!" timpal Juna.
Lalu semuanya mengarah pada Dewa yang tampak diam tidak merespon.
__ADS_1
"Kenapa? Aku sedang memikirkan A I U E O! Aku takut mereka sembelit saat melakukan misi!" ucap Dewa si tukang boker.
*****
Waktu terus berputar dan gedung untuk konser musik semakin ramai apalagi banyak yang datang dari luar kota.
"Bagaimana kita bisa mengevakuasi mereka semua?" tanya si kembar.
"Salah langkah justru virus itu bisa pecah dan kita belum mengetahui tempatnya ada dimana!" timpal Mr. P.
Sampai Veronica memberi laporan jika ada beberapa subjek bersenjata menyebar di tempat itu.
"Kita harus putuskan jaringan komunikasi di tempat ini, supaya mereka tidak bisa berkomunikasi!" ucap Mr. P dengan menyuruh si kembar meretas sistem komunikasi dalam bentuk apapun.
Sementara pasukan bocil lainnya menatap 5 mobil dengan kelajuan tinggi mendekat kearah mereka. Mereka sangat tahu mobil-mobil siapa itu.
"Daddy....," panggil mereka.
Saat mobil itu berhenti, Desmon beserta 5 pria lainnya berdiri dengan gagahnya dan berkata. "Panggil kami PPP!"
"Papa Papa Panas!"
__ADS_1