Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Teyot Teblung


__ADS_3

Hari libur tiba, sesuai dengan janji Desmon, dia akan membawa keluarganya liburan ke Paris. Semuanya tampak antusias bersiap untuk liburan termasuk Kimchi.


"Oh, ya ampun! Kimchi....," pekik Nano yang kaget karena saat ke kamar putrinya itu, dia mendapati Kimchi tengah membongkar isi lemari bajunya dan memilah-milah baju yang akan dibawanya nanti.


"Aku ingin membawa baju yang ada gambar Mickey-nya, Mama!" ucap Kimchi tanpa dosa.


Nano mendekati Kimchi dan duduk di pinggir ranjang. "Kimchi suka Mickey? bukan Lion?"


"Aku suka....," Kimchi tampak berpikir lebih suka yang mana karena dirinya yang suka plin plan.


Melihat itu, Nano langsung meraih tubuh Kimchi dan mendudukkannya di pahanya.


"Biar Mama saja yang berkemas, datangi kedua kakakmu karena mereka akan pergi ke mansion Opa dan Oma untuk berpamitan!" perintah Nano yang langsung diangguki oleh putri kecilnya.


Kimchi mendatangi si kembar yang akan pergi diantar oleh supir. "Kakak.... ikut!"


"Ayo! Oma membeli mesin pembuat es krim dan akan membuat es krim spesial untuk kita!" ucap si kembar kemudian.


"Benarkah? Asyik...."


Sementara Desmon mengintip ketiga anaknya yang akan pergi itu dari balkon kamarnya yang menghadap pekarangan rumah dimana mobil yang akan membawa anak-anaknya pergi.


"Aman!" batin Desmon.

__ADS_1


Dia langsung keluar dari kamarnya untuk mencari istrinya, dia tidak akan menyia-nyiakan masa cutinya. Karena selama ini Desmon terlalu sibuk jadi waktu berduaan dengan istrinya berkurang. Saat ada waktu berdua, anak-anaknya mengganggu dan tidak memberi kesempatan mereka berduaan.


"Darling....," panggil Desmon mencari keberadaan Nano.


Desmon terus mencari keberadaan istrinya sampai dia membuka kamar Kimchi dan mendapati Nano tengah merapikan baju-baju yang sebelumnya Kimchi buat berantakan.


"Akhhh....," pekik Nano kaget. Dia tidak menyadari suaminya membuka pintu dan sekarang memeluknya dari belakang.


"Apa kau kaget, darling?" tanya Desmon dengan membalik tubuh istrinya.


"Untung saja aku tidak punya penyakit jantung!" gerutu Nano disana.


Desmon hanya terkekeh melihat itu sampai dia mulai berbisik di telinga istrinya. "Kita sudah lama tidak melakukannya! Aku rindu serabi lapitmu, pumpung anak-anak tidak ada. Jadi kita...."


Nano yang menyadari jika ada yang membuka pintu kamar langsung mendorong dada suaminya supaya melepas ciumannya.


"Klek!"


Pintu terbuka, ternyata Kimchi yang membuka pintu dengan membawa sesuatu ditangannya.


"Kim__chi!" ucap Nano terbata. "Kenapa kembali?"


"Tadi di depan pagar aku melihat sesuatu yang berjalan dan mengejarnya!" jawab Kimchi memperlihatkan hewan yang dipegangnya.

__ADS_1


"Ko__kodok!" pekik Nano meloncat kearah suaminya. Tapi Desmon justru tidak menangkap istrinya, dia diam mematung dengan keringat bercucuran di dahinya.


"Papa, kenapa?" tanya Kimchi keheranan.


Melihat Kimchi mendekatinya dengan membawa kodok semakin membuat Dasmon gemetaran. Lalu dia menoleh kearah Nano dan berkata. "Darling, sebenarnya aku punya satu rahasia!"


"Rahasia? Apa itu?"


"Aku phobia dengan kodok!" jawab Desmon gugup.


Bersamaan dengan itu, kodok yang ditangan Kimchi lepas dan melompat di kaki Desmon. Sontak membuat Desmon langsung berteriak dan berlari keluar kamar.


"Kimchi, kejar kodoknya! Dan bawa keluar!" teriak Nano yang juga merasa geli.


Kimchi berlarian mengejar kodok yang terus melompat kesana kemari sampai akhirnya dia berhasil menangkapnya.


"Ish, padahal kodok kan lucu! Kita ke mansion Oma saja ya pasti Oma dan Opa suka!" ucap Kimchi pada kodok ditangannya.


Kodok ngorek kodok ngorek


ngorek pinggir kali


teyot teblung teyot teblung

__ADS_1


teyot teyot teblung


__ADS_2