
Desmon menerima laporan dari orang suruhannya dan melihat Kimchi berduaan dengan Leo di taman bahkan dia melihat putrinya mencium seorang pria.
"Kimchi!!!" geram Desmon.
Saat sampai di rumah, Desmon segera mencari keberadaan Kimchi di kamarnya tapi ternyata putrinya itu belum pulang.
"Dimana, Kimchi?" tanya Desmon pada istrinya. "Apakah dari tadi dia belum pulang?"
"Belum, aku pikir dia bersama Chacha!" jawab Nano dengan memberikan Desmon secangkir teh herbal supaya suaminya merasa rileks.
"Apa kau tahu Kimchi sudah punya pacar, darling?" tanya Desmon penuh selidik.
Nano terdiam sejenak karena dia belum menanyakan tentang Leo lebih jauh lagi pada putrinya.
"Nanti akan aku tanyakan dari hati ke hati pada Kimchi, jangan terlalu keras padanya. Kau tahu sendiri anak itu semakin dikerasi semakin membangkang!" ucap Nano mencoba bersikap bijak.
"Makanya dia harus bersama Aries, aku sudah menyelidiki semua riwayatnya dan nyaris sempurna. Dia sangat cocok untuk Kimchi!" jelas Desmon yang selalu khawatir dengan masa depan putrinya itu.
Sementara Kimchi saat ini tengah membantu Leo menjual martabak. Dia cukup mencatat pesanan para pelanggan dan memberikan pesanan sesuai catatannya.
__ADS_1
"Terimakasih dan jangan datang kembali kalau lirik-lirik cowok orang!" ucap Kimchi pada salah satu pelanggan wanita yang terus cari perhatian pada Leo.
Leo hanya bisa mengulum senyumnya melihat tingkah laku Kimchi yang cemburu.
"Sudah malam, pulanglah! Nanti orangtuamu mencarimu!" ucap Leo saat pelanggan sudah mulai sepi.
"Aku akan pulang jika kau berjanji kalau kita akan kencan besok!" sahut Kimchi penuh harap.
"Aku harus bekerja, Kimchi!" tolak Leo.
"Jadi kapan liburnya?" tanya Kimchi. Sebenarnya dia bisa saja membeli semua martabak supaya Leo cepat menyelesaikan pekerjaannya tapi dia tahu kalau melakukan itu pasti Leo akan marah padanya.
"Hari minggu, aku akan mengambil libur!" jawab Leo kemudian.
Mendengar itu, Kimchi senang bukan main. Dia terus tersenyum lebar dan berkhayal bagaimana jika berkencan dengan Leo nantinya.
Sampai di rumahnya, waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Kimchi masuk rumah dan langsung mendapat tatapan tajam dari Desmon yang menunggu kepulangannya.
"Papa__ aku__" kalimat Kimchi menggantung karena Desmon menyuruhnya diam dan duduk disampingnya.
__ADS_1
Kimchi menurut, dia duduk disamping Desmon dengan wajah tertunduk karena takut.
"Jadi siapa pacarmu, Kimchi?" tanya Desmon tanpa basa-basi.
"Leo!" jawab Kimchi lirih.
"Kau menyukainya?" tanya Desmon lagi.
Kimchi mengangguk. "Aku sangat menyukainya, dia calon suamiku!"
Sebenarnya Desmon agak kaget mendengarnya tapi kali ini dia ingin berbicara hati ke hati dengan Kimchi karena dia sadar Kimchi mempunyai sifat yang keras kepala.
"Apa cukup dengan menyukainya saja, Kimchi? Dia juga harus bertanggung jawab padamu dan calon anak-anakmu!" tegas Desmon.
"Aku menghasilkan banyak uang jadi pekerjaan pacarku tidak penting! Yang penting dia orang baik! Dia tampan dan juga tinggi, seleraku juga tinggi, Pa!" jawab Kimchi lagi.
Desmon langsung memijit pelipisnya merasa pusing mendengar kalimat Kimchi yang seperti itu.
"Sepertinya akan susah mengubah jalan pikiranmu itu, tapi papa punya penawaran. Jika proyek bersama Aries berhasil, papa akan merestui kalian! Tapi jika gagal lagi, kau harus menerima perjodohan dengan Aries!" ucap Desmon tegas.
__ADS_1