Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Infinity Virus


__ADS_3

Desmon terus menjalani program dietnya, dia berusaha melawan godaannya terhadap makanan. Dia hanya memakan karbohidrat yang cukup untuk memenuhi kalorinya setiap hari.


"Demi mengembalikan perut kotak-kotakku," gumam Desmon saat akan menyantap salad sayur di depannya.


Sementara si kembar terus melakukan penyelidikan mereka, mereka yang curiga ada pengkhianat di toko mamanya datang ke toko itu lagi dan berusaha mencari orang-orang yang kemungkinan jadi tersangka.


Kemungkinan pertama adalah Ocha, karena dia yang paling dekat dengan Nano apalagi jabatannya yang seorang asisten pasti mengetahui semua tentang sistem di toko mama mereka.


"Aku langsung pulang kemarin, tanya satpam kalau tidak percaya," ucap Ocha saat diinterogasi oleh si kembar.


Si kembar juga yakin bukan Ocha pelakunya karena sudah bertahun-tahun Ocha kerja dengan mama mereka jika dia ingin berbuat jahat pasti sudah dari dulu kala.


"Sudah ya, detektive cilik. Ada banyak pekerjaan yang kakak tangani," pamit Ocha.


"Idiiih... kakak apaan!" ucap si kembar kompak.


Ocha cengengesan disana sampai dia bertanya. "Kalian punya nomor ponselnya Lucas tidak?"


"Buat apa?"


"Ada deh... Bocil-bocil tidak perlu tahu!"

__ADS_1


"Kami ini BBB, Bukan Bocil Biasa!"


Setelah mendapat nomor ponsel Lucas, Ocha tersenyum kemenangan dia akan melanjutkan pekerjaannya tapi sebelum itu dia teringat sesuatu.


"Sepertinya kemarin sebelum aku pulang, Silvia masih ada di toko!" ucapnya.


"Silvia," gumam si kembar.


Tanpa menunggu lama lagi, si kembar langsung mendatangi mama mereka ke ruangannya. Disana Nano tampak sibuk memeriksa laporan sampai kedatangan kedua anaknya mengalihkan perhatiannya.


"Bagaimana sekolah hari ini?" tanya Nano kemudian.


Si kembar hanya menaikkan kedua bahunya karena merasa sekolahnya biasa saja.


"Untuk apa?"


"Kami ingin mengenal karyawan-karyawan mama seperti Ocha," jawab Riki memberi alasan.


Nano mengangguk dan menunjuk rak dimana lamaran para karyawan ditaruh. "Lihat saja disana!"


Dengan cepat si kembar mengambil berkas-berkas di rak yang ditunjuk mamanya lalu mereka mencari nama Silvia disana.

__ADS_1


"Ketemu, Kak," ucap Riki saat membuka berkas yang dicari.


Raka mengambil berkas itu dan membaca data mengenai Silvia Jang. "Lulusan S-2 melamar di toko accessories? Dan dia lahir di China? Jadi blaster China-Indo?"


"Ayo kita lihat si Silvia itu bagaimana rupanya, Kak," ajak Riki.


Keduanya lalu ke ruangan dimana admin berada, disana mereka melihat Silvia, alias Jeni itu berkutat di layar laptop untuk menerima pesanan costumer.


"Ayo kita datangi Mr. P! Kita minta bantuan untuk melacak data Silvia Jang itu!" ucap Raka pada adiknya yang merasa ada kejanggalan.


Riki mengangguk setuju. "Kita minta ijin dulu sama mama!"


*****


Disisi lain, Bobi sudah menginjakkan kaki di Indonesia lagi. Dia tidak menghubungi Jeni karena ada sesuatu hal yang ingin dia kerjakan terlebih dahulu sebelum membantu Jeni menyingkirkan Nano.


Bobi pergi ke berbagai tempat untuk meninggalkan petunjuk dan teka-teki. Karena dia sudah berhasil mengembangkan virusnya dan siap untuk dia lepas.


Dia akan menyembunyikan virus itu sampai ada yang memicu virus itu pecah dan mengakibatkan wabah besar dimana-mana.


"Manusia harus berevolusi, hanya manusia kuat yang harus bertahan!" ucapnya dengan menyeringai.

__ADS_1


"Populasi manusia harus dihentikan, mereka semua serakah! Aku adalah penyelamat bumi!"


Bobi dengan pikiran radikalnya tertawa jahat. "Aku menyebutnya Infinity!"


__ADS_2