Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Beautiful CEO - Nenek Libra


__ADS_3

“Kimchi__“ panggil Desmon dengan merentangkan kedua tangannya.


Kimchi yang masih tertunduk dengan ragu mendekati papanya. Dan menerima pelukan papa yang selama ini selalu bersikap keras padanya. Dia pikir Desmon akan marah seperti yang sudah-sudah.


“Maafkan papa!“ ucap Desmon yang merasa bersalah.


Kimchi bingung antara senang atau sedih untuk saat ini sampai akhirnya dia teringat kue putu yang dibeli Leo dan memberikan kue itu pada Desmon.


“Ini dari calon menantu!“ ucap Kimchi. “Apa papa merestuiku dengan Leo?“


“Iya, papa merestui kalian!“ jawab Desmon. “Tapi kau harus menyelesaikan proyek itu dengan baik!“


“Siap, Bos!“ ucap Kimchi dengan memeluk Desmon lagi. “Maafkan aku juga yang selama ini membuat papa susah!“


“Tentu saja tidak, Princess!“


Kimchi tersenyum haru karena sudah lama Desmon tidak memanggilnya seperti itu setelah sebelumnya Kimchi selalu membuat masalah.


“Aku akan ke kamarku dulu!“ pamit Kimchi dengan mencium pipi Desmon setelah itu pipi Nano.


Desmon menatap punggung Kimchi yang semakin menjauh lalu menatap kue putu yang ada ditangannya.


“Darling, melihat kue ini aku jadi teringat serabi lapitmu! Ayo kita produksi susu kental manis!“ ajak Desmon kemudian.


*****


Semenjak mendapat restu dari orangtuanya kini Kimchi tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi menemui Leo. Bahkan Leo sering menjemput Kimchi untuk pergi ke kantornya. Bagi Kimchi dibonceng Leo naik motornya lebih romantis dibanding naik mobil mewahnya.

__ADS_1


Hari ini adalah hari dimana Kimchi akan meninjau lokasi proyeknya dengan Aries.


“Semua sudah siap, Nona!“ ucap Yumna sang asisten.


“Ayo kita berangkat!“ ajak Kimchi menaiki mobilnya dimana Yumna dibalik kemudi.


Tapi baru beberapa menit ponsel Kimchi berdering dimana Leo melakukan panggilan video.


“Hai kak singa tampanku!“ jawab Kimchi.


“Jemput aku di kostku, Kimchi,“ ucap Leo. “Aku mengambil libur untuk untuk menemanimu!“


“Benarkah?“ Kimchi tampak kesenangan disana.


Dan pada akhirnya mobil Kimchi pergi ke kost Leo sebelum ke lokasi proyek. Sebenarnya bukan tanpa alasan Leo melakukannya, dia hanya tidak ingin Kimchi nanti berduaan dengan Aries di lokasi proyek.


“Kimchi sayang!" panggil Aries saat melihat gadis itu turun dari mobil tapi seketika matanya membulat ketika melihat Leo juga ikut turun dari mobil.


Aries langsung berdehem. “Kimchi, tidak boleh membawa orang luar dalam proyek kita!“


“Orang luar apanya! Dia itu pacarku dan asal kau tahu, Leo yang mengerjakan presentasi proyek kita!“ sahut Kimchi tak mau kalah.


“A_apa? No way!“ ucap Aries tergagap.


“Pokoknya Leo bagian dari tim!“ tegas Kimchi.


Aries mengumpat kesal disana dan karena ingin mempersingkat waktu mereka segera mengecek lokasi dimana pusat perbelanjaan akan dibangun. Di lokasi itu ada beberapa rumah yang akan dibebaskan lahannya. Artinya perusahaan Aries dan Kimchi membayar sejumlah uang sesuai kesepakatan pemilik rumah supaya tanahnya menjadi milik perusahaan.

__ADS_1


“Semua sudah beres?“ tanya Aries pada asistennya.


“Sudah, Bos. Tapi ada seorang nenek yang keras kepala tidak mau menjual rumahnya padahal kita sudah menawarkan harga 3 kali lipat!“ jelasnya.


Kimchi yang mendengar itu ingin mengecek langsung rumah yang dimaksud dengan mengajak Leo bersamanya.


“Ayo kak singa!“ ajak Kimchi.


Mereka berjalan menuju rumah yang dimaksud dimana rumah itu begitu tampak asri dan begitu nyaman untuk dihuni.


Sampai ada seorang nenek membuka pintu dengan wajah merah padam karena dia sangat marah pada orang-orang yang ingin membeli rumahnya.


“Pergi kalian! Sudah aku bilang berapa kali, aku tidak mau menjual rumahku!“


“Apa kalian mempunyai masalah pendengaran!“


Nenek itu terus berteriak ke arah Leo dan Kimchi membuat pasangan itu saling pandang.


“Bagaimana ini?“ tanya Kimchi.


“Kita berusaha meyakinkan nenek!“ jawab Leo.


Setelah itu, Leo mendekati nenek itu dengan memperkenalkan dirinya.


“Hallo nenek cantik, namaku Leo! Nama nenek siapa?“ tanyanya.


Nenek itu tersipu karena melihat anak muda tampan memujinya cantik. “Namaku nenek Libra!“

__ADS_1


__ADS_2