Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Membuka Topeng


__ADS_3

Desmon dan si kembar keluar dari gedung perusahaan dan mendatangi Mr. P yang menunggu mereka di parkiran basement.


"Oh, jadi kau yang telah membobol jaringan perusahaanku," ucap Desmon dengan menatap tajam pada Mr. P disana.


"Tapi aku maafkan karena kau membantu kedua anakku menemukan penawar racun untuk orangtuaku," tambahnya.


Mr. P mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. "Aku pasti akan membayarnya dengan membantu mencari istrimu!"


"Baiklah, kau seharusnya bersyukur aku CEO baik hati dan tidak sombong!" ucap Desmon dengan menerima uluran tangan Mr. P itu.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?"


*****


Jeni mengingatkan Nano pada dirinya saat hamil dulu tanpa suami dan seorang diri. Bedanya anaknya selamat sementara Jeni mengalami keguguran untuk itu Nano hari ini akan berusaha menghibur Jeni yang dia masih kira adalah Silvia.


Setelah keluar dari rumah sakit, Jeni mengajak Nano masuk kedalam mobil yang dia klaim sebagai taksi online dengan Bobi yang menjadi supirnya.

__ADS_1


Karena Nano tidak pernah melihat Bobi tentu saja tidak curiga sama sekali.


Awalnya Nano masih biasa saja sampai mobil itu melaju kencang dan jauh meninggalkan kota. Yang mana membuat Nano keheranan dan menatap Jeni yang dari tadi diam saja.


"Sebenarnya rumahmu dimana Silvia? Ini sudah terlalu jauh, bagaimana kalau kita kembali? Kau bisa menginap di mansion suamiku disana ada kedua anak kembarku. Siapa tahu bisa menghiburmu dan juga kedua mertuaku sangat baik jadi kau pasti betah," ucap Nano kemudian.


Jeni terkekeh mendengarnya lalu dia menatap tajam pada Nano yang duduk disampingnya.


"Kau mau pamer betapa bahagianya hidupmu sekarang?" tanya Jeni dengan nada sinis.


Nano mengernyit melihat perubahan Jeni sampai matanya membulat saat Jeni melepas wajah buatannya dan melempar kearahnya.


"Kenapa? Kaget?" tantang Jeni dengan mendekati Nano lalu mencengkram dagunya.


"Kenapa kau kembali, hah! Kau menggagalkan semua rencanaku!"


Nano yang tidak ingin tertindas lagi melawan Jeni dengan menggenggam tangan kakak tirinya itu yang sedang mencengkramnya. Nano memutar tangan Jeni sampai Jeni memekik kesakitan.

__ADS_1


"Aku kembali memang untuk mengambil yang seharusnya menjadi milikku," ucap Nano tak mau kalah.


Bobi yang melihat kedua wanita di kursi belakang sedang baku hantam segera menghentikan mobilnya dan membantu Jeni disana.


"Bob, bantu aku!" pinta Jeni yang merasa kesakitan tangannya dipelintir oleh Nano.


Dan seketika itu juga, Bobi mengulurkan badannya ke belakang dan memukul tengkuk Nano dengan kuat.


Apabila tulang tengkuk tersebut terkena pukulan yang kuat dan keras, maka akan mengakibatkan terhentinya aliran darah dan aliran saraf di sekitar tengkuk beberapa saat, sehingga aliran darah dan saraf dari tengkuk ke otak terhenti dan mengakibatkan pingsan. 


Melihat Nano pingsan, Bobi segera melajukan mobilnya lagi ke tujuannya yaitu sebuah villa yang ada di puncak. Disanalah dulu dia bersembunyi saat baru pertama kali datang ke Indonesia.


"Cepat angkat dia!" titah Jeni saat mobil sudah berhenti di villa.


Bobi menggendong Nano dan membawanya masuk kedalam saat Jeni sudah membuka pintunya.


"Setelah ini apa?" tanya Bobi dengan membaringkan tubuh Nano di sofa.

__ADS_1


Jeni menatap Nano yang masih tidak sadarkan diri itu. "Aku ingin tahu seberapa besar cinta Desmon pada istrinya!"


"Mereka harus membayar semua yang aku rasakan sekarang!"


__ADS_2