
Lucas mendatangi restaurant dimana bosnya dan si kembar berada. Disana Desmon masih menyantap makanan, karena dia harus mempunyai banyak tenaga untuk melakukan tantangan selanjutnya.
"Bos....," panggil Lucas.
Desmon menatap Lucas dan langsung memintanya untuk membayar makanannya.
"Cepat bayar! Hari ini aku kena sial karena melakukan permainan gila! Sepertinya aku butuh cicak supaya mendapat pertanda baik!" ucap Desmon kemudian.
Tanpa banyak kata Lucas langsung ke meja kasir untuk membayar tagihan makan bosnya.
"Totalnya 1,5 juta," ucap kasir disana.
Setelah selesai makan, Desmon segera meraih ponselnya lagi dan melakukan tantangan selanjutnya. Sementara si kembar menghubungi klan ubur-ubur mereka.
"Bagaimana, guys?" tanya si kembar pada pasukan bocil yang ada di markas.
"Tersisa 10 player termasuk papa kalian!"
Si kembar mengangguk paham dan kembali mendatangi papa mereka yang saat ini tengah mencari petunjuk permainan selanjutnya.
"Apa tantangan selanjutnya, Pa?"
"Dipetunjuk tertulis jika tantangan selanjutnya papa harus mencari motor berwarna hitam!"
Mereka terus mencari dimana dua motor ada di seberang jalan berwarna hitam. Karena ternyata para WATCHER terus mengawasi mereka, otomatis mereka tahu dimana para player mereka berada.
"Apakah itu motor yang dimaksud?" tanya si kembar.
"Ayo kesana untuk memastikan!" ajak Desmon mendekati motor tersebut.
Saat mereka mendekat, ternyata ada player lain yang menerima petunjuk serupa dan Desmon harus battle dengan player itu.
"Jalankan motor dengan mata tertutup sampai melewati 2 rambu peringatan!" ucap player lain membaca kertas yang ditinggalkan di motor itu.
__ADS_1
Desmon yang membaca petunjuk itu hanya bisa mendengus kesal. Lalu dia mendelik kearah player yang menjadi lawannya.
"Siapa namamu?" tanyanya pada pria itu.
"Cih, gak usah sok baik padaku! Kita lawan sekarang! Aku melakukan ini semua demi anakku yang saat ini terbaring di rumah sakit, aku butuh biaya jadi aku tak akan kalah!" sahutnya pria itu sinis.
Mendengar itu bukannya marah tapi justru Desmon merasa iba, untuk itu dia menawarkan kerjasama.
"Biarkan aku menang dan biaya anakmu di rumah sakit akan aku tanggung semuanya!" ucap Desmon kemudian.
"Apa kau bercanda?"
"Aku serius, permainan ini terlalu berbahaya! Jadi jangan pertaruhkan nyawamu seperti ini, ada anakmu yang menunggumu!"
"Tapi di aturan kita harus tetap melakukan permainan!"
"Kau bisa menyerah dan aku akan tetap melakukannya!"
"Baiklah," ucapnya kemudian.
Desmon mendelik kearah Lucas dan menyuruhnya untuk mencatat nama dan nomor rekening pria tersebut.
Setelah pria itu dinyatakan gagal, barulah Desmon melakukan permainannya tanpa lawan.
"Bos, kenapa saya selalu kebagian yang tidak enaknya!" protes Lucas saat dia harus menjadi petunjuk arah dimana dia dibonceng oleh Desmon dibelakang sementara Desmon memakai helm yang kacanya ditutup stiker.
"Jadi kau mau aku kalah juga? Ayo cepat waktu hanya 5 menit!" ucap Desmon yang sudah bersiap diatas motor dengan memakai helmnya.
Dengan ragu Lucas naik di jok belakang. "Bos, saya belum menikah dan masih perjaka!"
"Istriku sedang hamil dan aku juga mempunyai dua anak, kau pikir aku tidak takut!" sahut Desmon disana.
"Nasib kita semua tergantung padamu!" tambahnya dengan memutar gas.
__ADS_1
Motor sudah melaju dan Lucas yang berada di belakang bertugas merekam aksi mereka dengan menjadi arah motor melaju.
"Ke kiri!"
"Ke kanan!"
"Di depan ada sebuah truk, minggir ke kiri!"
Beruntung rambu peringatan pertama yang mereka lewati berwarna hijau jadi mereka bisa langsung melaju kedepan.
"Berapa sisa waktunya?" tanya Desmon dalam mode buta.
"Kurang dari 2 menit, Bos!"
Sialnya rambu peringatan kedua berwarna merah, Lucas bingung jika mereka berhenti pasti waktu akan habis sebelum mereka melewati rambu peringatan kedua.
"Bos, saya ijin mau menikah!" ucap Lucas mengalihkan perhatian Desmon.
"Bukan saatnya meminta ijin seperti itu sekarang!"
Dan Lucas membungkukkan badannya untuk meraih gas dan ikut memutarnya agar bosnya menaikkan kecepatan.
"Apa yang kau lakukan!" pekik Desmon.
"Percayalah padaku, Bos!"
Akhirnya mereka menerobos lampu merah, dimana kendaraan dengan arah berbeda mereka terobos.
TIT TIT TIT
Bunyi klakson bersahutan karena aksi Desmon dan Lucas saat ini.
"Om, telolet om!" ucap Lucas saat berhasil melewati rambu peringatan kedua.
__ADS_1