Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Beautiful CEO - LDR


__ADS_3

Kimchi terus mengikuti sahabatnya yang saat ini berada di mobil Aries, gadis itu membawa mobil sendiri dan terus mengikuti mobil Aries dari belakang.


“Awas saja kalau sampai Chacha dibawa ke hotel!“ gerutu Kimchi yang fokus menyetir.


Pikiran negatif terus menggerayangi kepala Kimchi, tapi dugaannya salah. Mobil Aries masuk ke komplek perumahannya sendiri, ternyata Aries benar-benar mengantar Chacha pulang.


Saat mobil Aries berhenti, Chacha langsung membuka seatbelt tapi tanpa dia duga Aries mencondongkan tubuh ke arahnya karena ingin membantu membuka seatbelt.


“A.... aku bisa sendiri,“ tolak Chacha dengan gugup karena lagi-lagi wajah Aries begitu dekat dengannya.


Aries menatap Chacha dengan tersenyum miring, sepertinya dia akan menambah hari kencan bersama gadis mungil itu.


“Kau masih berhutang sambel terasi padaku!“ ucap Aries mengecup pipi Chacha yang membuat gadis itu berjingkat dan segera keluar dari mobil lelaki yang menciumnya sembarangan.


Wajah Chacha sudah semerah tomat, dia segera berlari untuk masuk ke dalam rumahnya tapi langkahnya terhenti karena sudah ada Kimchi menghadang dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


“Apa yang kalian berdua lakukan? Kenapa wajahmu memerah begitu, Cha? Katanya kau tidak pdkt,“ cecar Kimchi yang merasa dibohongi oleh sahabatnya.

__ADS_1


Chacha berusaha menguasai dirinya, karena tahu sifat keras kepala Kimchi. “Apasih, Kimchi! Aku lelah mau cepat istirahat, besok aku ada mata kuliah pagi!“


“Kau pikir aku tidak sibuk, Cha! Bahkan aku harus membuang waktu ku untuk mengikuti kalian,“ ungkap Kimchi, keceplosan.


“Kau mengikutiku? kenapa Kimchi? karena kau ingin menjodohkanku dengan salah satu kakakmu?“ Kini keadaan berbalik justru Chacha yang marah pada Kimchi. “Kau yang ingin menikah, tapi kenapa kau melibatkan orang yang tidak ada sangkut pautnya!“


“Kau sudah terlahir kaya, Kimchi. Bahkan tanpa bersusah payah masa depanmu sudah terjamin!Sementara papa dan mamaku hanya asisten dari orangtuamu, aku juga punya mimpiku sendiri. Jadi, jangan campuri urusanku!“


Setelah berkata seperti itu, Chacha masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Kimchi yang merasa tidak enak hati.


“Cha, bukan begitu!“ seru Kimchi yang ingin mengejar Chacha tapi dia urungkan niatnya, sebaiknya dia menunggu sampai Chacha tenang. Mereka memang sering berselisih tapi tidak pernah dalam waktu yang lama.


“Papa, mama, mau pergi kemana?“ tanya Kimchi keheranan.


“Kami menemani Oma ke Los Angeles, kau tidak apa-apa sendiri, 'kan?“ sahut Desmon yang membuat Kimchi menyebikkan bibirnya.


“Jadi aku akan sendirian?“ keluh Kimchi yang semakin ingin menikah, jika dia menikah pasti tidak akan kesepian. Itu yang ada di pikiran minimalis Kimchi.

__ADS_1


Nano mencium pipi putrinya lembut. “Hanya seminggu, kalau kesepian bisa menginap di rumah Chacha!“


*****


Setelah kepergian orangtuanya, suasana rumah semakin sepi. Kimchi berbaring menatap langit-langit kamarnya, walaupun sudah tengah malam matanya enggan terpejam.


Sampai ponselnya berdering di mana nama Leo yang tertera di layar ponselnya, Kimchi segera menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan itu.


“Kimchi sayang,“ panggil Leo yang membuat hati Kimchi menjerit karena Leo yang memanggilnya sayang. “Kau belum tidur?“


“Belum, hidup ku sepi tanpamu!“ jawab Kimchi memelas. “Aku tidak suka hubungan jarak jauh begini.“


“Sabar okay, bukankah kau mau menungguku?“ ucap Leo yang juga sangat merindukan pacarnya itu. “Aku sengaja bangun lebih awal karena ingin mendengar suaramu!“


Kimchi mengulum senyumnya, cuma karena begitu saja gadis itu sudah senang bukan main.


“Kak singa, kau itu unik tahu gak?“

__ADS_1


“Uniknya gimana?“


“Kau hanya satu tapi bayanganmu ada dimana-dimana!“


__ADS_2