
Nenek Libra melepas alat VR dari kepalanya lalu menatap si kembar dan Kimchi dengan berkaca-kaca.
“Terimakasih,“ ucapnya tulus.
Kimchi yang melihat itu mendekat dan memeluk nenek Libra seakan wanita paruh baya itu neneknya sendiri.
“Aku akan menjual rumahku!“ ucap Nenek Libra kemudian.
“Benarkah, Nek?“ tanya Kimchi tidak percaya.
“Kenangan kami akan selalu ada di kepala dan di hati, Nenek!“ jawabnya.
Kimchi kembali memeluk nenek Libra dengan haru. “Terimakasih Nek. Nanti Nenek bisa berjualan cireng lagi di pusat perbelanjaan yang aku buat, jadi Nenek tidak perlu susah-susah kredit panci lagi!“
Nenek Libra terkekeh mendengarnya. “Kau pasti menjadi orang hebat nantinya, gadis muda!“
“Aku akan membantu nenek mencarikan rumah baru!“ ucap Kimchi kemudian. “Nenek mau tinggal di daerah mana?“
“Tidak perlu, nenek bisa cari sendiri. Lagian nenek sudah tua, tinggal sendirian jadi cukup rumah seadanya saja!“
“Siapa bilang nenek sendirian, ada aku dan kedua kakakku! Anggap kami cucu nenek juga!“
“Baiklah, nanti kita adakan acara makan-makan di rumah nenek yang baru. Ajak pacar tampanmu itu!“
Mendengar itu, Kimchi langsung berpamitan pada nenek Libra karena dia ingin menemui Leo di kostnya.
“Ayo Kak!" ajak Kimchi pada si kembar.
Mereka bertiga naik ke mobil meninggalkan rumah nenek Libra menuju kost Leo berada. Di perjalanan Kimchi mencoba menghubungi Leo tapi sama seperti sebelumnya nomor kekasihnya itu tidak aktif.
“Kak singa,“ batin Kimchi.
__ADS_1
Sesampai di kost Leo, Kimchi segera turun dari mobil dan berlari ke kamar pacarnya berada. Tapi saat sampai di kamar itu Kimchi dibuat heran karena beberapa kali mengetuk Leo tidak membuka pintunya.
“Apa kak singa ada di lapak martabaknya?“ gumam Kimchi kemudian.
Kimchi kembali ke mobil dimana si kembar menunggunya tapi langkahnya terhenti saat ada seseorang yang memanggilnya.
“Nona__“ panggil seorang wanita yang notabene ada pemilik kost.
Wanita itu membawa kotak yang berisi kodok yang tak lain dan tak bukan itu adalah Samyang.
“Kau yang bernama Kimchi kan?“ tanyanya.
“Iya!“ jawab Kimchi dengan menerima kotak kodok yang diberikan wanita itu.
“Leo menitipkan kodok itu padaku dan berpesan jika ada wanita yang mencarinya dia meminta memberikan kodok itu!“
“Terus kak singa sekarang dimana?“
Kimchi segera berlari masuk kedalam mobil untuk meminta bantuan kedua kakaknya.
“Kakak, lacak keberadaan kakak singaku!“ pintanya.
“Dimana pacarmu, Kimchi?“ tanya si kembar.
“Aku tidak tahu!“ Kimchi mulai menangis disana dan itu membuat si kembar tidak tega.
Si kembar membuka laptop dan mulai melacak keberadaan Leo tapi mereka butuh nama belakang pria itu.
“Siapa nama belakang pacarmu, Kimchi?“
Kimchi menggeleng. “Kak singa tidak punya papa jadi dia tidak punya nama belakang!“
__ADS_1
“Kalau begini caranya kita akan susah mencarinya!“
Sampai pandangan si kembar mengarah pada kodok yang dibawa adik perempuannya.
“Ini kan kotak yang kita buat waktu kita kecil?“
“Iya aku memberikan kodokku pada kak singa waktu di Paris dan ini adalah keturunannya yang ke 15!“ jelas Kimchi yang semakin terisak.
“Kita pikirkan caranya di rumah saja! Ayo kita pulang dulu!“
Akhirnya mereka kembali ke rumah mereka, disana Nano tampak sibuk memasak sementara Desmon berolahraga di ruang gym pribadinya.
Merasa cukup melatih otot-otot kekarnya, Desmon keluar dari ruangan gym itu untuk mencari istrinya.
“Darling___“ panggilnya.
“Aku sedang menyiapkan masakan special untuk makan malam!“ jawab Nano tanpa menoleh kearah suaminya. “Akhirnya kita bisa berkumpul berlima lagi!“
“Apa perlu kita mengundang pacar Kimchi? pertemuan pertama kita kan tidak berkesan!“
Desmon mengangguk. “Ide bagus juga, aku akan banyak memberi ultimatum padanya!“
Tak berselang lama Kimchi dan si kembar datang dengan Kimchi yang berlari dengan membawa kodoknya tapi karena terlalu terburu-buru gadis itu tersandung membuat tempat kodok terjatuh sampai tutupnya terbuka otomatis kodoknya keluar.
“Princess___“ Desmon ingin membantu Kimchi yang terjatuh tapi dia terkejut saat ada kodok yang melompat kearahnya.
“Oh my God!“ pekiknya.
Phobia Desmon mulai kambuh, badannya gemetaran sampai tubuhnya sulit digerakkan. Nafasnya mulai sesak dan keringat mulai bercucuran membasahi tubuhnya.
“Astaga ini sangat tidak keren, aku sekarat karena kodok!“ ucap Desmon yang kesulitan bernapas.
__ADS_1