
Si kembar sudah berhasil meretas jaringan komunikasi jadi untuk sementara di tempat konser musik sekarang tidak ada sinyal apapun.
"Sekarang, harus ada salah satu yang masuk untuk bisa melihat denah laguna labirin yang dibuat untuk konser musik itu!" jelas Mr. P pada seluruh pasukannya.
Desmon mengangguk paham. "Biar aku saja yang masuk!"
Sementara yang lain mempersiapkan diri mereka karena saat ini mereka harus memikirkan strategi karena mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama lain.
"Tanpa Veronica, jadi kita dalam mode buta!" ucap Tira mendelik pada keempat saudaranya.
"Sebaiknya kita berpencar supaya kelompok yang memecah virus itu juga berpencar untuk mencari kita!" timpal Bima.
"Aku setuju, kita bagi tugas dengan pasukan bocil!" Naku berkata dengan memberi kode supaya pasukan bocil berkumpul.
Dan hal itu tentu saja disadari oleh kelompok pemecah virus karena mereka saat ini tidak bisa berkomunikasi satu sama lain untuk melaporkan keadaan. Apalagi saat Desmon masuk ke tempat acara, ketua kelompok mulai curiga terhadap pria itu.
"Boleh saya minta denah laguna labirin?" tanya Desmon pada penanggung jawab acara.
"Untuk apa?" tanyanya balik.
"Karena konsepnya sangat mengesankan, aku CEO dari Cullen inc. Kau pasti pernah dengar kan nama perusahaanku, kami termasuk jajaran perusahaan real estate terbesar!" jawab Desmon memberi alasan.
"Denah ini sudah dikonsep oleh sponsor acara ini, menggunakan mitologi kuno. Kami membangunnya dengan banyak pilar dengan berbagai tokoh mitologi!"
__ADS_1
"Siapa sponsor acara ini?"
Belum sempat menjawab tiba-tiba orang tersebut tak sadarkan diri dan terjatuh karena mendapat sebuah tembakan dengan senjata yang memakai peredam suara jadi suara tembakan itu tidak terdengar.
BRUK!
Orang itu terjatuh tepat di hadapan Desmon dengan mulut yang mengeluarkan darah. Desmon segera berlari untuk mencari tempat persembunyian, dia ingin menghubungi kelompoknya tapi akses komunikasi sudah mati.
Oleh karena itu, dia menanggalkan bajunya dan mengganti bajunya dengan baju crew supaya tidak ada yang mengenalinya. Kebetulan ada salah satu baju di dekat dia sembunyi.
Setelah memakai baju crew tersebut, Desmon mencari celah untuk keluar dari tempat itu. Dia menggunakan topi dan membawa sebuah naskah acara, sementara disana tampak kalang kabut karena jaringan komunikasi mereka bermasalah. Hal itu dimanfaatkan Desmon untuk pergi dari sana.
"Kemana mereka?" gumam Desmon mencari kelompoknya saat berhasil keluar.
"Dimana yang lain?" tanya Desmon pada kedua anaknya.
Si kembar menunjuk ke seberang tempat mereka berada. "Mr. P dan para uncle sedang memakan bakso disana, Pa!"
"Astaga, sempat-sempatnya mereka!" gerutu Desmon dengan menghampiri mereka yang tengah asyik memakan bakso.
"Aku bertaruh nyawa didalam sana, kalian malah enak-enaknya makan bakso disini!"
Desmon berkata dengan lantang sampai dia mencium aroma kuah bakso yang menggoda. Dia mendelik ke arah penjual bakso. "Baksonya satu ya!"
__ADS_1
"Nah kan, aromanya menggoda kan! Aku langsung teringat istri bidadariku," ucap Dewa disana.
Akhirnya Desmon ikut bergabung bersama mereka dan bakso pesanannya datang.
"Tambah saos terus kasih sambal, mantul tenan!" ucap Juna yang mengikuti gaya istrinya.
Desmon menurut saat dia akan menyuapkan satu pentolan ke mulutnya, dia teringat informasi yang dia dapat.
"Laguna labirin itu dibuat dengan banyak pilar dengan memakai tokoh mitologi kuno!" ucapnya.
Mendengar itu, Mr. P langsung mengatakan clue terakhir yang dia dapatkan. "Masuklah ke istana yang tenggelam monster chthonic menunggu!"
Semuanya tampak berpikir disana apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut.
"Kita harus mencari pilar Medusa!" ucap Naku yang mulai mengerti.
"Medusa masuk dalam kategori monster chthonic!"
"Ayo cepat kita tidak ada waktu lagi!" ajak Tira memimpin.
Mereka semua berdiri dari tempatnya dan mencari pasukan bocil. Sementara Desmon merasa di PHP disana, disaat dia akan memakan bakso justru kelompoknya bubar.
"Ku menangis.... membayangkan... baksoku yang tidak jadi dimakan!" gumam Desmon dengan bersenandung meratapi baksonya.
__ADS_1