Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Pargoy Potesi


__ADS_3

Beijing, China


Pesawat yang ditumpangi Desmon dan Lucas sudah mendarat. Sebelumnya, mereka sudah istirahat dan luka tembak di lengan Desmon juga sudah diobati.


Dengan bantuan Veronica, mereka berhasil melacak keberadaan Lab Bobi yang ada di China.


"Apa kita langsung ke lokasi, Bos?" tanya Lucas saat sudah berada di mobil yang menjemput mereka di bandara.


Desmon terdiam sejenak dengan memasang chip supaya bisa terhubung dengan Veronica.


"Bagaimana, Veronica?" tanya Desmon.


Veronica tampak memindai lokasi Lab Bobi dan menemukan hanya beberapa subjek yang terdeteksi.


Rupanya hal itu memang disengaja, karena di Lab Bobi itu yang menjadi ketua penjaga tengah bercinta dengan begitu liar dengan Sora. Supaya tidak ada yang mengganggu dia menyuruh bawahannya untuk pergi.


Tentu saja hal itu, menguntungkan bagi Desmon. Mereka belum menyadari jika Bobi sudah tiada. Dan Sora yang merasa frustasi karena Jeni tidak menghubunginya butuh pelampiasan.


Saat ini Sora berada di atas dengan pinggul yang terus bergoyang sementara pria yang bersamanya tampak mengerang kenikmatan dibawahnya.


"Kau memang wanita binal!" ucapnya dengan mengerang.


Di luar Desmon dan Lucas sudah sampai, sebelum turun dari mobil mereka mengambil senjata mereka.


Lucas berdehem. "Bos, tolong fotokan saya dulu!"


Dia memberikan ponselnya dan bergaya dengan keren memakai pistolnya.


Cekrek!


Desmon selesai memotret asistennya itu. "Dasar narsis! Yang LAKIK dong biar damagenya dapet!"


"Mau saya kirim ke Ocha, Bos," sahut Lucas memberi alasan.

__ADS_1


"Astaga! Akhirnya kau tidak jomblo lagi!"


"Masih usaha, Bos. Masih PDKT!"


Sampai akhirnya mereka tersadar tengah menjalankan misi penting.


"Fokus! fokus!"


Mereka berdua turun dan mengamati keadaan. Tempat itu tampak sepi, untuk itu mereka berjalan diam-diam masuk kedalam.


Ada dua orang yang sedang bermain catur disana, Lucas ingin menembak kaki mereka tapi ditahan oleh Desmon.


"Pukul tengkuk mereka dengan kuat jika kita menembaknya akan menimbulkan suara!" ucapnya.


Akhirnya mereka mengendap mendekati keduanya, dan saat mendekat mereka langsung memukul tengkuk target dengan kuat sampai keduanya pingsan.


Setelah dirasa aman, mereka mencari Sora sampai mereka mendengar suara-suara erotis dari salah satu kamar.


Tanpa ragu, Desmon langsung mendobrak pintu kamar itu dan melihat hal menjijikkan di dalam sana.


Sora tampak kebingungan kenapa Desmon bisa ada disana. "Ke-kenapa kau bisa ada disini?"


"Apa aku sedang mengganggu saat enak-enaknya?" tanya Desmon balik.


Pria berbadan besar yang bercinta bersama Sora langsung memakai celananya kembali. "Siapa kau, hah!?"


"Kasih tahu gak ya, mau tahu aja atau tahu banget! Atau tahu bulat 1000-an digoreng dadakan?"


"Dasar bedebah!"


Pria itu turun dari ranjangnya tapi sedetik kemudian. "Dor! Dor!"


Desmon menembak kaki pria itu dua kali. " Tidak ada yang menyuruhmu untuk mendekatiku! Jarak kita minimal harus 5 meter karena aku tidak mau berdekatan dengan kuman-kuman dakjal laknat seperti kalian!"

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin menyeret kalian ke penjara tapi aku berubah pikiran setelah melihat hal menjijikan yang membuatku mual!" tambahnya.


Bersamaan dengan itu, Lucas datang dan melapor jika bom sudah dia pasang di 2 sudut bangunan Lab itu.


"Waktu kita tinggal 5 menit, Bos!" lapornya.


Sontak membuat Sora berlutut dan berkata. "Ampuni aku! Aku janji tidak akan mengganggumu lagi, aku sedang menunggu Jeni menjemputku!"


"Jeni tidak akan pernah menjemputmu, Nyonya Sora! Tapi kau bisa menemuinya sebentar lagi!" sahut Desmon.


"A-apa maksudmu?"


Desmon tidak mau menjawab tapi dia segera berlari ke jendela dengan menembaki kacanya. "Dor! Dor!"


Dia melompat ke bawah tepat dibawahnya adalah bak sampah, dia pikir Lucas akan mengikutinya tapi ternyata Lucas lebih memilih turun melewati tangga setelah mengikat badan Sora dan pria yang bersamanya supaya tidak kabur.


"Bos...," panggilnya saat sudah berhasil turun.


Desmon menoleh. "Kenapa kau tidak mengikutiku?"


"Kenapa Bos mempersulit diri? Kan bisa turun lewat tangga!"


"Supaya seperti es kiko! Enak tau...."


"Waktu tinggal beberapa detik lagi, Bos! Ayo pergi dari sini!"


Mereka berdua segera berlari menjauhi tempat itu dan beberapa detik kemudian. "Duar! Duar!"


Ledakan dari bom yang dipasang langsung meruntuhkan bangunan disana.


Desmon menatap nanar bangunan yang runtuh itu. "Sekarang waktunya goyang pargoy!"


Potesi... Potesi...

__ADS_1


Tet Tot Tet Tot Tet... Potesi...


__ADS_2