
"Lebih baik kita istirahat dulu!" ucap Tira memperingati.
"Terimakasih, Uncle!" ucap si kembar lalu mereka mendelik kearah pasukan bocil yang sudah bangun semua. "Thanks untuk bantuan kalian!"
"Bukankah kita belum selesai? Kita akan membantu menemukan virus itu!" ucap Edward memimpin.
Si kembar mengangguk karena mereka harus menemukan teka-teki yang ditinggalkan Bobi dan waktunya sangat sempit jadi mereka pasti butuh bantuan.
Akhirnya mereka berpisah dan akan bertemu jika sudah menjelang siang. Untuk sementara mereka akan bolos sekolah dulu.
"Kami ingin ke rumah sakit, Mr. P!" ajak si kembar.
Mr. P segera membawa si kembar ke rumah sakit dimana Nano masih menjalani operasi saat ini.
Operasi dilakukan dengan hati-hati karena memang benar di rahim Nano saat ini tengah tumbuh janin yang usianya masih 4 minggu. Beruntung Jeni menusuk tidak sampai merobek kantung bayi. Jadi untuk saat ini janin dalam keadaan aman.
"Papa!" panggil si kembar saat sampai di rumah sakit.
Desmon menoleh dan merentangkan kedua tangannya yang mana membuat si kembar memeluk papa mereka.
"Mama, pasti akan baik-baik saja!" ucap Desmon supaya kedua anaknya tidak bersedih.
__ADS_1
Dan tak lama pintu ruangan operasi terbuka, seorang dokter keluar yang mana membuat Desmon langsung berdiri dan menanyakan keadaan istrinya.
"Tenang, Tuan. Pasien sudah melewati masa kritisnya dan juga janin yang ada di kandungan pasien baik-baik saja!" ucap dokter itu.
"Terimakasih, Dok!" sahut Desmon merasa bersyukur.
Nano dipindahkan ke ruangan rawat inap VVIP dengan kondisi yang masih tak sadarkan diri.
Si kembar langsung memeluk mama mereka disisi kanan dan kirinya dengan isak tangisnya. "Mama, harus sembuh!"
Melihat istrinya tak berdaya yang hampir saja merenggang nyawa dan kedua anaknya yang menangis disana membuat sisi gelap Desmon meronta.
"Susu kental manisnya papa, terimakasih sudah bertahan di dalam sana!" ucap Desmon. "Papa pastikan tidak akan ada lagi mengganggu kalian!"
Lalu Desmon berkata pada si kembar. "Jaga mama dan adik! Papa ada urusan!"
Desmon berlalu mendekati kedua orangtuanya. "Aku titip istri dan si kembar, Mom, Dad."
"Kau mau kemana?" tanya mereka.
"China!" jawab Desmon singkat.
__ADS_1
Dia bertekad akan mencari Sora ke China dan akan menghancurkan Lab Bobi yang ada disana.
"Siapkan penerbangan kita ke China!" ucap Desmon pada Lucas.
"Sekarang, Bos?" tanya Lucas memastikan.
"Tahun depan! Tentu saja sekarang! Kita istirahat di pesawat saja!" jelas Desmon.
Lucas akhirnya menurut, dia mempersiapkan penebangan mereka dengan memakai jet pribadi.
Sebelum itu, dia ke markas Mr. P untuk mengambil senjata dan bom untuk dia bawa ke China.
"Apa kau yakin bisa sendiri?" tanya Mr. P karena Desmon melarangnya untuk ikut.
"Tugasmu mencari virus itu! Dan tugasku membasmi musuh terakhir di China, aku tidak mau rubah licik itu memakai wajah buatan lagi untuk mencelakai keluargaku!" jelas Desmon.
"Tapi disana anak buah Bobi juga banyak," ucap Mr. P memperingati.
Tapi tekad Desmon sudah bulat, dia tidak mau menunggu lama yang pada akhirnya Sora bisa kabur dan nantinya sulit untuk dilacak.
"Tunggu aku rubah betina licik, diam-diamlah merayap datang seorang D.C... HAP! Langsung ku tangkap!" batin Desmon kemudian. "Aku D.C 008!"
__ADS_1