
Juna yang mendengar terlalu banyaknya pujian menjadi pusing seketika. "Ini terlalu banyak! Stop!"
Lalu dia memejamkan mata dan mulai berkonsentrasi disana. "Kuning!" ucapnya.
Kembar 4 dengan gugup akan memotong kabel kuning. Tapi tiba-tiba Juna berteriak lagi. "Tunggu!"
"Waktu kita tinggal beberapa detik lagi, Uncle!"
Juna menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya lagi dengan membatin. "Ayo Juna, kau pasti bisa! Nyawa semua orang tergantung ketampananmu!"
Dengan lantang dia berkata. "Merah!"
Waktu tinggal 10 detik dan terus terhitung mundur, kabel merah siap dipotong.
"Klik!"
Angka berhenti di detik ke 2 yang mana membuat kembar 4 langsung terduduk lemas dengan keringat membasahi tubuh mereka karena gugup sedari tadi.
Sementara Juna mengibaskan rambutnya seperti biasa. "Sepertinya aku harus membuat program anak laki-laki supaya mewarisi ketampananku, menjadi pria tampan memang merepotkan!"
"Ayo guys kita keluar bergabung dengan yang lain!"
Yang mana membuat kembar 4 menggerutu dalam hati mereka, yang menjinakkan bom siapa yang bangga siapa.
Diluar, polisi dan tim SAR sudah berkumpul untuk menangkap penjahat yang tertangkap. Semua bertepuk tangan saat melihat virus ada di dalam tempatnya yang dibawa oleh si kembar.
__ADS_1
"Papa!" panggil si kembar saat melihat Desmon.
Desmon merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan kedua anak kembarnya.
"Papa, bangga dengan kalian! Setelah ini kita harus membicarakan lebih lanjut tentang bakat kalian!" ucap Desmon kemudian.
"Kalian adalah produk susu kental manisku yang premium!"
Setelah itu, si kembar mendatangi Mr. P yang saat ini tengah di obati oleh tim tenaga medis yang ada disana.
"Kita berhasil, Mr. P!" ucap si kembar dengan memberikan virus pada pria itu.
"Aku akan membawanya ke badan WHO yang ada di Amerika!" sahut Mr. P dengan menerima tempat virus.
"Jadi, Mr. P akan kembali ke Amerika?"
Si kembar langsung memeluk Mr. P disana dengan isak tangisnya. "Jadi, kami akan kehilangan guru?"
"Hei, tanpa aku kalian itu sudah hebat! Cepatlah besar dan aku akan menunggu kalian di Amerika!" bujuk Mr. P yang sebenarnya juga berat meninggalkan Indonesia.
"Dimana pasukan bocil lainnya?"
Ternyata pasukan bocil yang lain sudah berkumpul bersama daddy mereka masing-masing. Dan mereka tengah bersiap untuk pulang dengan berpamitan pada Desmon.
"Thanks guys, kalian juga mempunyai anak-anak yang luar biasa!" ucap Desmon saat mereka berpamitan.
__ADS_1
"Kami sudah lama tidak melakukan ini, kau membuat kami bergairah lagi!" sahut Tira dengan memeluk Desmon. "Jaga keluargamu dengan baik karena keluarga adalah segalanya!"
"Aku pasti menjaga keluargaku dengan baik!" balas Desmon.
Lalu Tira mendatangi anak, keponakan dan saudaranya yang lain. "Ayo guys kita lakukan sentuhan akhir seperti biasa!"
"Makan seblak!"
Desmon menatap mereka semua dengan mengelus dadanya. "Untung aku normal!" batinnya.
Saat dia ingin mendatangi si kembar, langkahnya di hadang oleh wartawan yang sedang melakukan siaran langsung.
"Apa benar konser musik dibatalkan karena ada virus yang akan disebar?"
"Apa benar kelompok gangster Tuan yang berhasil menggagalkan virus itu tersebar?"
Tanya mereka bergantian. Dan Desmon berdehem kuat sebelum menjawab. "Ya, itu benar!"
"Sebelum kalian bertanya lebih lanjut, aku ingin mengucapkan rasa cintaku pada istriku!"
Desmon menatap kamera dan berkata. "Istriku Nano, semua ini untukmu! Karena Via Vallen tidak jadi konser biar aku yang menggantikannya!"
"Sayang.... opo kowe krungu! Jerite atiku mengharap engkau kembali, Sayang.... nganti memutih rambutku ra bakal luntur tresnoku!"
Nano yang saat itu, menonton berita di televisi rumah sakit dengan khawatir karena memikirkan suami dan kedua anaknya merasa syok saat melihat Desmon menyanyi disana.
__ADS_1
"Dasar D.C gila!" teriaknya.