
Desmon turun ke lantai bawah dan segera mendatangi si kembar yang menunggunya di mobil. Saat membuka pintu mobil si kembar langsung menghambur memeluk papa mereka.
"Papa! Maafkan kami...," ucap si kembar kompak.
Desmon membalas pelukan mereka. "Kalian benar, permainan ini harus segera dimusnahkan!"
"Jadi apa tantangan selanjutnya?"
Si kembar langsung menjelaskan. "Karena papa sudah masuk rangking 20 besar jadi sekarang permainannya adalah battle!"
"Battle? Berarti papa harus melawan player lain?" tanya Desmon memastikan.
Si kembar mengangguk. "Dan papa harus bisa masuk ke 10 besar setelah itu final!"
"Baiklah, ayo cepat lakukan! Hari sudah menjelang sore!" ucap Desmon dengan menyetir kembali mobilnya.
Sebelum melakukan tantangan selanjutnya, mereka singgah dulu ke sebuah restaurant untuk mengisi tenaga kembali.
Saat mereka bertiga tengah asyik makan, Desmon teringat sesuatu jika dompetnya hilang saat berada di mall Plaza Indonesia sebelumnya.
"Bagaimana cara membayarnya?" gumam Desmon menatap banyaknya makanan yang dia pesan.
Akhirnya Desmon menghubungi Lucas yang saat itu siap berkencan dengan Ocha. Lucas memanfaatkan hari liburnya untuk berkencan, kali ini tidak boleh gagal lagi. Karena dia ingin mengakhiri masa jomblo.
Tapi baru saja dia keluar rumah dan akan masuk mobil, Desmon menghubunginya. Dengan malas dia menerima panggilan itu.
"Iya, bos!" jawab Lucas.
__ADS_1
"Cepat datang kemari! Aku kirim lokasinya!" titah Desmon.
TUT!
Seperti biasa Desmon akan mematikan panggilan secara sepihak yang mana membuat Lucas kesal dibuatnya.
"Gagal maning, gagal maning!" gerutu Lucas.
Terpaksa dia menghubungi Ocha untuk memberitahu gebetannya itu kalau kencan mereka batal lagi. Ternyata Ocha juga mendapat panggilan dari Nano yang menyuruhnya menemaninya melihat siaran langsung permainan suaminya.
"Kenapa setiap kencan selalu ada aja cobaan!" gerutu Ocha disana.
"Ini tidak bisa dibiarkan! Kalau terus begini, aku akan jadi jomblo abadi!" timpal Lucas.
Lalu Lucas berdehem. "Cha, ayo kita menikah saja! Tanpa harus pacar-pacaran!"
"A-apa? Menikah? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Ocha tergagap. "Apa aku dilamar saat ini?"
Lucas menjawab. "Nanti aku lamar di Monas ya!"
*****
Disisi lain, pasukan bocil tanpa si kembar masih sibuk di markas untuk membuat jutaan bootnet mereka.
"Aku lapar, Kak!" ucap O paling bontot.
A si sulung langsung meraih ponselnya untuk memesan pizza. Kelima anak berbadan bontot itu memesan 5 kotak pizza masing-masing anak 1 kotak.
__ADS_1
"Aku tidak boleh memakan fast food, mommyku membawakan aku bekal," ucap Edward.
Triple L juga membuka bekal mereka yang lauknya ikan asin.
"Ikan asin makanan sejuta umat!" ucap mereka.
ChocoChip yang melihat ikan asin juga ikut bergabung memakan bekal Triple L.
Kembar 4 yang mommy-nya tidak bisa melakukan apapun selain mengagumi daddy-nya sudah biasa memakan masakan di resto cepat saji. Karena saking biasanya mereka mempunyai kurir khusus untuk mengantar makanan.
"Sebenarnya apa yang mommy kalian lakukan setiap hari? Mommy Timmy walaupun sibuk ke rumah sakit mengurus pasien tapi tetap ada waktu untuk mengurusku dan daddy!" ucap Edward yang penasaran.
"Yang dilakukan mommy Blue terus mengikuti dimana daddy Naku kemanapun dia pergi!" jawab Red malas dengan menatap 3 saudaranya yang lain.
"Bahkan saat kami menghancurkan mansion, mommy tampak kesenangan!" timpal Black.
"Karena daddy akan membeli perabotan baru lagi!" tambah Pink.
Mendengar itu semuanya tidak kaget mengingat kelakuan tante mereka yang aneh.
"Uncle Naku hebat ya bisa bertahan menghadapi mommy kalian yang girang!" ucap Edward dengan menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Sebenarnya akhir-akhir ini daddy mengeluh sakit pinggang!" sahut Green.
"Kok bisa?"
"Karena mommy suka main kuda lumping bersama daddy!"
__ADS_1
*****
Yang tanya cerita Pandawa itu judulnya Hot Daddy and Five Sons tapi cerita itu saat mereka anak-anak sampe remaja😅 Yang mereka nikah sampe punya anak cuma sepintas2 aja ceritanya😁