
Kimchi berdandan sangat cantik hari ini karena akan berkencan dengan Leo sebelum pacarnya itu kembali ke Paris.
Kimchi memakai dress selutut warna peach yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih mulus bak porselin dengan make up tipis menghiasi wajah cantiknya.
“Waktunya kau bebas!“ ucap Kimchi dengan membawa kotak keturunan Samyang.
Saat dia turun ke bawah ternyata Leo sudah menunggunya. Pria itu meminta ijin kepada Desmon untuk membawa Kimchi berkencan.
“Baiklah, aku perbolehkan asal kalian janji tidak macam-macam!“ ucap Desmon memberi peringatan.
Nano langsung menyenggol lengan Desmon dan berbisik. “Leo bukan pria seperti itu!“
“Saya akan memperlakukan Kimchi seperti sebongkah berlian yang berharga!“ ucap Leo mantap.
Kimchi yang mendengar itu tentu saja hatinya berbunga-bunga. Apalagi saat tangannya digandeng oleh Leo, senyumnya tidak pernah surut dari bibirnya.
“Kita naik motor?“ tanya Kimchi saat Leo memberinya sebuah helm.
“Aku sebenarnya tidak suka menjadi orang kaya!“ jawab Leo apa adanya.
__ADS_1
“Baiklah, mari kita berkencan dengan gaya orang biasa!“ ucap Kimchi kesenangan.
Mereka berdua naik motor mencari tempat untuk melepaskan keturunan Samyang. Setelah menemukan tempat yang dirasa cocok, Leo mengerem motornya supaya berhenti.
“Kita lepaskan disini?“ tanya Kimchi.
“Hm, kasihan mereka! Biarkan mereka bebas dan berkembang biak!“
Kimchi membuka kotak kaca di tangannya lalu kedua kodok di dalamnya melompat keluar dan hilang disemak-semak.
“Tanda cintaku akhirnya lepas juga!“ gumam Kimchi.
Tapi tangannya langsung diraih oleh Leo dan mata Kimchi membola saat pacarnya itu memasangkan cincin pada jari manisnya.
Kimchi memandangi cincin yang tersemat di jemarinya dengan sorai gembira.
“Ini sangat cantik!“ ucapnya.
“Aku akan kembali ke Paris untuk mengurus perusahaan papaku disana, aku akan berusaha mengalihkan semuanya ke Indonesia tapi itu butuh waktu!“ jelas Leo.
__ADS_1
Kimchi langsung tertunduk sedih tapi dia mencoba mengerti. “Aku akan menunggumu!“
“Tapi berjanjilah setelah itu kau akan menikahiku, kak singa!“ pinta Kimchi.
“Kau ingin melompati kedua kakakmu?“ tanya Leo terkekeh.
“Cinta kita 'kan memang seperti kodok yang melompat-lompat kesana kemari!“ ucap Kimchi.
“Dengarkan aku Kimchi, walaupun sejauh apapun kita melompat tapi kita pasti bertemu dan bersama kembali!“ ucap Leo dengan menyatukan kedua kening mereka.
Kimchi memejamkan matanya begitu juga dengan Leo lalu mereka terkekeh bersama. Mereka seperti remaja labil yang baru jatuh cinta.
“Kimchi, kau waktu sekolah belajar kurang-kurangan gak?“ tanya Leo kemudian.
“Memangnya kenapa?“
“Dimataku kau itu tidak ada kurang-kurangnya! Kau sempurna!“ gombal Leo.
Kimchi tersipu. “Kalo kak singa pernah belajar tambah-tambahan gak?“
__ADS_1
“Pernah!“
"Tambahin dong cintanya ke aku!“