
Seorang pria yang tak lain adalah ketua kelompok pemecah virus tampak tertawa puas karena telah berhasil menembak lengan Mr. P yang otomatis tempat virus terlepas dari tangannya.
"Cepat hancurkan tempat virus itu dan kita pergi dari sini!" perintahnya pada 4 anak buahnya.
Setelah berkata seperti itu, dia cepat pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa alat pemicu gelombang ledakan yang bisa menyobek kantong virus.
Tapi saat dia keluar langkahnya dihadang oleh para papa-papa panas yang sebelumnya mendapat laporan dari Veronica saat sistem kembali terhubung.
"Jadi, kalian para kutu-kutu busuk yang berani melenyapkan Bobi! Jika kalian melawanku saat ini juga aku bisa memicu gelombang ledakan di gedung ini! Bisa dipastikan anak-anak kalian akan ikut lenyap!" ucapnya.
Desmon tampak terkekeh. "Rupanya kau meragukan kemampuan anak-anak kami dan juga kemampuan kami ya!"
"Aku anggap kalian menantangku!" ucap pria itu dengan mengeluarkan alat pemicunya.
Tapi diluar dugaan saat alat itu dia keluarkan tiba-tiba alat itu langsung terpental karena ada yang menarik.
SLERP!
"Bagaimana? apa kau menyukainya?" tanya Naku dengan menangkap alat pemicunya setelah dia tarik menggunakan alat dari komponen magnetik yang dia buat untuk menarik benda-benda berbahan besi dan tembaga disekitarnya.
Pria itu justru tertawa terbahak-bahak. "Jadi, kau mau menghancurkannya? Maka hancurkan! Karena saat kau hancurkan alat itu, maka bom akan langsung meledak!"
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, beberapa anak buahnya tampak mengepung mereka.
"Kita harus mengulur waktu sampai pasukan bocil bisa menjinakkan bomnya!" ucap Tira memberi komando.
Mereka semua sudah tampak melakukan kuda-kuda untuk menyerang. Sampai terdengar bunyi alarm kebakaran dinyalakan karena para crew acara ingin mengevakuasi tempat itu setelah mendapat laporan dari ChocoChip.
Dan hal itu dimanfaatkan kelompok pemecah virus menyelinap diantara kerumunan.
"Jangan biarkan mereka lolos!" ucap Desmon dengan berlari dan berusaha mengejar mereka diikuti oleh keempat papa panas lainnya.
Tertinggal Naku yang berusaha memeriksa alat pemicu dan dia berusaha bisa terhubung dengan keempat anaknya.
"Bagaimana keadaan disana?" tanya Naku pada si sulung, Red.
"Dengarkan Daddy, suruh ketiga saudaramu masing-masing menjinakkan satu bom dan beritahu daddy komponennya seperti apa!"
Red menurut dan menyuruh ketiga saudaranya untuk berada di masing-masing bom. Mereka membuka tas mereka dan mengambil alat untuk bisa membuka bom tersebut.
Saat mereka tengah konsen tiba-tiba terdengar bunyi...
BYUR!
__ADS_1
Ternyata dua orang masuk kedalam air untuk mengambil dan menghancurkan tempat virus.
BUG! BUG!
Mereka memukul Mr. P yang tengah kesakitan karena luka tembaknya.
"Cepat cari tempat virus itu!" teriak salah satunya.
Tentu saja Triple L tidak tinggal diam, mereka kembali menyelam kedalam air dan menarik kaki orang itu.
"Terimalah jurus ronggolawe kami!" teriak ketiganya dengan memukul secara bergantian di dalam air.
Kesempatan itu diambil Mr. P untuk mencari tempat virus yang jatuh ke dasar air. Disaat dia mendapatkan tempat virus itu, tubuhnya ditarik sampai tempat virusnya terjatuh lagi.
"Kalau begini terus tempat virusnya bisa hancur!" ucap Edward. "Aku akan turun kebawah untuk membantu mereka!"
"Kami ikut!" sahut si kembar dengan bersiap menjeburkan diri untuk membantu Mr. P dan Triple L disana.
Si kembar berenang dan membantu Mr. P yang baku hantam dengan musuh di dalam air sementara Edward berhasil mengambil tempat virus lalu dia segera mendekati pilar Medusa untuk memasukkan virus disana.
"Baiklah, pikirkan segala kemungkinannya! Aku tidak boleh salah langkah, dua pangkat lima belas berarti peluangnya adalah satu per 32.768!" gumamnya.
__ADS_1
Semua yang melihat tingkah Edward itu berteriak bersama. "Lupakan hidup simetrismu! Cepat masukkan virusnya!"