
Sebelum The Tiger meninggalkan markas, dia dan pasukan bocil tengah membicarakan rencana mereka.
"Jadi permainan nanti harus memakai vote?" tanya The Tiger memastikan.
"Kau hanya perlu meyakinkan semuanya! Selanjutnya serahkan pada kami!"
The Tiger mengangguk paham, dia keluar bersama si kembar yang bertugas di lokasi permainan. Sebelum itu si kembar berpamitan pada pasukan bocil lainnya.
"Jadi peluang kita hanya satu?" tanya si kembar.
"Ya, hanya satu dan harus berhasil! Teruslah memakai chip supaya kita bisa saling berhubungan!" sahut Edward.
"Kita akan terus memantau dan mengendalikan dari sini!" timpal Red.
Si kembar mengajak semua berkumpul dan seperti biasa mereka akan melakukan yel-yel mereka.
"Ubur-ubur! Hobah...."
Sementara Nano yang berada diluar sudah tidak sabar ingin mendatangi suaminya.
"Tenanglah, Bu Bos. Semua akan baik-baik saja!" bujuk Ocha.
"Aku tidak bisa tenang, sebelumnya aku marah pada suamiku! Saat dia meminta maaf, aku mengabaikannya dan sekarang aku menyesal!" ucap Nano mulai berkaca-kaca.
Sebenarnya Lucas tidak mau membawa Nano ke lokasi mengingat istri bosnya itu tengah hamil tapi Nano tetap memaksa.
__ADS_1
"Cha, kau disini saja menjaga anak-anak yang lain!" ucap Lucas saat melihat si kembar keluar.
"Baiklah, Berhati-hatilah!" sahut Ocha.
Akhirnya mereka segera menuju lokasi dimana permainan akan dimulai lagi. Tapi The Tiger memisahkan diri dari rombongan karena dia harus pergi ke suatu tempat untuk mengambil tiket masuk yaitu senjata api.
Setelah dia berhasil mendapatkan senjata itu, dia segera mendatangi lokasi dan memberikannya pada petugas yang berjaga.
"Masuklah!"
The Tiger masuk, sementara Nano dan si kembar diluar menjaga jarak yang cukup jauh supaya tidak terlihat oleh penjaga. Lucas memberikan topeng pada Nano dan juga dirinya untuk bisa menyelinap masuk ke dalam.
"Kalian bagaimana?" tanya Nano pada kedua anaknya.
Karena tidak ingin membuang waktu, Nano segera memakai topengnya dan mendekati petugas yang berjaga dengan Lucas yang memberikan identitas sebagai WATCHER. Lucas memperlihatkan aplikasi yang telah dia download.
"Masuklah!"
Lucas dan Nano masuk kedalam yang mana disana keadaan sudah gaduh karena para WATCHER terus berteriak menyuruh menembak.
Sampai The Tiger mengusulkan untuk melakukan vote, permainan dilanjutkan atau tidak. Dan sistem permainan sudah mengirimkan vote yang mana membuat Nano semakin panik.
"Lucas! pencet NO!" pekik Nano disana.
Sementara si kembar yang mengawasi permainan menerima semua vote dari aplikasi tersebut.
__ADS_1
"Ubah ke YES semua, Kak!" perintah Riki.
Kedua anak kembar itu terus berselancar dengan jarinya untuk mengubah semua vote yang masuk. Dan pada akhirnya semua vote berubah menjadi YES.
Di tempat permainan layar besar yang menampilkan siaran langsung mereka langsung menunjukkan kata YES. Yang mana membuat The Tiger tanpa ragu menembak Desmon yang terus berteriak NO di tengah permainan.
DOR!
Satu tembakan mengenai dada Desmon dan langsung mengeluarkan darah segar. Sontak membuat Nano berlari mendatangi suaminya.
"Tidak....," teriak Nano menangkap Desmon yang langsung terduduk saat terkena tembakan.
"Darling....," panggil Desmon lirih. "Apa kau memaafkan aku?"
"Tentu saja, aku akan menerima semua masa lalumu! Jadi, bertahanlah dan kita jalani masa depan bersama anak-anak kita!" sahut Nano.
Desmon hanya bisa tersenyum melihat wajah istrinya sampai dia memejamkan matanya.
"Tidak... Tidak... Jangan tinggalkan aku!" ucap Nano terisak.
Mendadak keadaan disana langsung sepi. Tidak ada suara apapun hanya tangisan Nano yang terdengar disana.
Melihat itu si kembar langsung menghubungi pasukan bocil yang ada di markas yang sudah menunggu kode dari mereka.
"Sekarang!" ucap si kembar kompak.
__ADS_1