
Karena Nano sekarang sibuk dengan keluarga barunya, masalah interview karyawan dia serahkan pada Ocha. Dan hari ini para pelamar diminta datang ke toko melakukan interview untuk menjawab beberapa pertanyaan dari Ocha.
Jeni datang dengan penyamarannya, dia tersenyum sinis melihat toko besar yang Nano miliki.
"Cih, hanya toko begini saja harus interview," desisnya mencemooh.
Saat giliran Jeni yang di interview, dia berakting sok lemah lembut menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Ocha.
Sementara Ocha melihat penampilan Jeni dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Mbak, artis ya?"
"Mana mungkin artis melamar pekerjaan di toko supplier accessories," jawab Jeni dengan sedikit menyindir.
"Mbak yakin mau melamar disini? Yakin gak salah kirim email?" tanya Ocha lagi memastikan.
"Tentu saja tidak, aku ingin melakukan pekerjaan yang sebelumnya belum pernah aku coba," jawab Jeni memberi alasan.
"Mbak lulusan S-2 loh bisa dapat pekerjaan yang lebih berkelas, lantas kenapa malah tertarik melamar pekerjaan disini?" tanya Ocha penuh selidik.
"Ya karena passion-ku ada disini, apalah arti S-2 jika kita melamar pekerjaan tapi kita tidak menyukainya walaupun gajinya besar sekalipun," jawab Jeni.
Ocha mengangguk-nganggukkan kepalanya. "Berarti mbak memang menyukai pekerjaan seperti ini dan gaji bukan urusan nomor satu. Jadi mbak akan bertanggung jawab penuh jika diberi tugas ini?"
"Pastinya aku akan bertanggung jawab dengan pekerjaanku!" sahut Jeni mantap.
"Sepertinya cukup nanti akan saya hubungin lagi ya mbak diterima atau tidaknya," ucap Ocha ramah.
Yang mana membuat Jeni mencibir dalam hatinya. "Sok jadi bosnya, lihat saja posisimu pasti akan aku rebut nanti!"
__ADS_1
Keesokan harinya, Jeni tertawa kemenangan karena mendapat email jika dirinya diterima kerja di toko Nano tersebut.
"Let's play," gumam Jeni.
*****
Nano tengah menyiapkan sarapan pagi dan juga bekal si kembar sekolah. Dia sudah biasa melakukan semuanya sendiri di Surabaya jadi saat menjadi seorang istri Desmon Cullen, Nano merasa tidak nyaman jika semuanya dilakukan oleh pelayan.
"Kenapa menantuku yang memasak?" tegur Malika yang melihat Nano sibuk berkutat di dapur.
Nano menoleh kearah mama mertuanya dengan seutas senyuman. "Aku ingin mempersiapkan sendiri sarapan dan bekal untuk suami juga si kembar, Mom!"
"Sebenarnya dapat durian runtuh dari mana Desmon bisa mendapat istri multitalent seperti dirimu!" ucap Malika dengan duduk di pantry dapur.
"Aku juga beruntung, Mom. Bisa mendapat suami D.C yang bertanggung jawab dan sekaligus kewalahan melayaninya yang tak kenal batas!"
"Tekdung apa, Mom?" tanya Nano yang tidak mengerti.
"Hamil sayang, bagaimana apa tidak ada tanda-tandanya?"
Nano menggeleng. "Kita lihat saja bulan ini datang bulan atau tidak, si kembar pasti senang jika mempunyai adik!"
Bersamaan dengan itu, si kembar yang sudah bersiap sekolah turun dari kamar mereka dan mencari mamanya di dapur. Mereka mendengar obrolan terakhir mama dan omanya.
"Kami akan punya adik, Ma?" tanya Raka memastikan.
"Sekarang belum tapi jika Tuhan memberi adik, apa kalian akan menyayanginya?" tanya Nano penuh harap.
__ADS_1
"Tapi papa dan mama akan tetap menyayangi kami kan?" tanya Riki balik.
"Tentu saja, apalagi kalau kakak-kakaknya menjaga adik mereka dengan baik," sela Malika.
Robert yang baru berolahraga pagi juga ikut nimbrung. "Tenang jika papa mama kalian lebih perhatian pada adik kalian nanti, ada opa dan oma! Kita bisa mabar bareng, opa sudah download free fire!"
Nano tersenyum haru, dia sangat bersyukur bisa memiliki kedua mertua yang begitu baik. Rasanya hidupnya sekarang berbalik 180 derajat dari kehidupannya dulu.
*****
Desmon yang sudah berada di kantornya menatap kotak bekal yang diberikan istrinya tadi pagi. Dia tertawa dalam hatinya, Desmon tidak menyangka akan bisa mempunyai istri dan anak-anak yang hebat.
"Bos, rapatnya akan segera dimulai," lapor Lucas yang mendatangi bosnya di ruangannya.
Desmon segera berdiri dari kursi besarnya pada saat itu dia membuka jasnya jadi hanya memakai kemeja saja karena dia merasa begah. Memang Desmon merasa berat badannya bertambah sekarang.
Saat dia akan memakai jasnya kembali, tiba-tiba kancing kemejanya lepas dan terpental hingga perut yang dulunya sixpack dan sekarang jadi buncit itu menyembul keluar.
"Oh my God! Apa setelah ini aku akan menjadi botak?" tanya Desmon pada Lucas dengan khawatir.
"Sepertinya begitu Bos, Bos pasti akan menjadi CEO sesungguhnya yang gendut dan botak bukan CEO halu lagi," jawab Lucas spontan.
Desmon semakin khawatir. "Cepat belikan obat rambut terbaik supaya rambutku tidak bisa rontok dan botak!"
"Bilang orang itu definisi bahagia bos menjadi subur dan makmur!" ucap Lucas supaya bosnya tenang tapi justru kata-katanya itu membuat Desmon semakin panik.
"Siapa yang bilang begitu? Jadi kalau bahagia itu kita akan menjadi jelek!"
__ADS_1
"Wah, tidak bisa dibiarkan! Aku tidak ingin istriku berpaling, aku harus selalu kelihatan gagah dan tampan!"