
"Kau tidak merindukan aku, darling? Jadi aku disambut dengan kemarahan setelah beberapa bulan tidak bertemu?" tanya Desmon dengan mendekati istrinya.
Nano menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Kau semakin tampan dan itu membuatku insecure!"
"Bagiku apapun yang terjadi padamu, kau terlihat cantik, darling! Aku merindukanmu!" bisik Desmon sambil menggendong istrinya masuk kedalam kamar mereka.
Desmon membawa Nano ke kamar mandi untuk membersihkan diri, di guyuran air shower Desmon begitu telaten membersihkan tubuh istrinya. Tak lama dia juga membuka bajunya dan ikut bergabung untuk mandi bersama.
"Papa merindukanmu, princess!" ucap Desmon mengusap perut istrinya.
Ya, jenis kelamin anak ketiga mereka adalah perempuan. Dan Desmon sangat bahagia mendengar kabar itu karena keluarganya akan semakin lengkap dengan kehadiran bayi perempuan mereka.
Sedetik kemudian, sebuah tendangan Desmon rasakan saat tangannya masih mengusap perut Nano.
"Sepertinya dia tahu papanya datang!" ucap Nano terkekeh.
"Sepertinya dia ingin kunjungan papanya, darling!" sahut Desmon yang mulai menciumi punggung telanjang istrinya.
Nano memejamkan matanya, dia sebenarnya sangat merindukan sentuhan lembut suaminya. Mungkin efek hormon kehamilan atau memang mereka sudah lama tidak melakukannya, entahlah!
Saat keduanya sudah sama-sama panas dan Desmon sudah siap menancapkan barang kerasnya, ketukan pintu tanpa jeda membuyarkan konsentrasi mereka.
"Papa... papa! Papa sudah pulang? Kenapa tidak mendatangi kami!" teriak si kembar bergantian di pintu kamar mandi.
Seketika Desmon langsung cepat-cepat memakai handuk dan membukakan pintu.
"Hei, boys!"
Desmon berpikir akan mendapat sebuah pelukan tapi yang dia dapatkan ternyata adalah pukulan dari tangan kecil kedua anaknya.
"Apa papa tidak menyayangi kami!"
"Apa kami bukan anak papa!"
__ADS_1
Desmon langsung menangkap tangan kedua bocah itu kemudian dia berjongkok supaya sejajar dengan si kembar.
"Kalian marah pada papa? Sorry... lain kali papa pasti akan menemui kalian terlebih dahulu!" bujuk Desmon.
Lalu dia memeluk keduanya bersamaan. "Papa punya surprise untuk kalian!"
"Benarkah?"
"Tentu saja, cepat bersiap kita akan pergi!"
"Horeee...."
Nano yang sudah memasang handuknya langsung bertanya. "Kita akan pergi?"
"Iya, darling. Cepat bersiaplah!"
Tanpa mau banyak bertanya lagi Nano bersiap pergi, dia sangat penasaran suaminya akan membawa dia dan si kembar kemana.
Desmon menyetir mobil dimana Nano duduk di kursi disampingnya sementara si kembar duduk di belakang.
"Ini kan jalan menuju rumah keluargaku?" tanya Nano kemudian.
"Ya benar!" jawab Desmon singkat.
Saat mobil berhenti di depan pagar, mata Nano membulat karena rumah keluarganya sudah di renovasi seluruhnya. Rumah itu lebih luas dan dan lebih terlihat mewah.
"Ini akan menjadi rumah kita!" jelas Desmon.
Tapi Nano teringat tetangga mereka yang tak lain adalah wanita Salatiga. Dan Desmon menyadari akan hal itu.
"Tidak perlu khawatir, darling. Dia sudah menjual rumahnya!" bujuk Desmon.
"Rumah itu dibeli oleh Lucas dan sedang tahap renovasi juga!"
__ADS_1
"Jadi kita akan bertetangga dengan Ocha dan Lucas?"
"Iyap. Memudahkan Ocha untuk melaporkan urusan tokomu, darling!"
Memang semenjak hamil besar, Nano jarang ke toko untuk itu Ocha sering datang untuk melaporkan semuanya.
Desmon mengajak keluarganya masuk kedalam dimana didalam mang Asep dan beberapa asisten rumah tangga menunggu kedatangan majikan mereka.
"Selamat datang, Tuan, Nyonya, dan Tuan Muda!" sapa mereka.
Si kembar dibawa ke suatu ruangan oleh papa mereka, disana Desmon telah menyiapkan sebuah Lab mini untuk kedua anaknya.
"Sekarang, ini adalah Lab pribadi kalian! Jadi tidak perlu ke markas Mr. P lagi jika ingin melakukan penelitian!" jelas Desmon.
Kedua anak itu menatap takjub pada Lab pribadi mereka. "Kereeeen...."
Desmon akan membiarkan si kembar mengembangkan bakat mereka dan menjalani hidup yang mereka mau. Untuk masalah perusahaan, dia akan memberikannya pada calon anak ketiganya.
"Sepertinya aku harus meneruskan kunjungan yang tertunda!" gumam Desmon dengan keluar dari Lab si kembar menuju kamar utama.
Di dalam kamar, Nano tengah melihat-lihat kondisi kamarnya yang lebih luas dari kamarnya di mansion.
"Darling, apa kau menyukainya?" tanya Desmon saat sudah masuk ke dalam kamar.
"Aku menyukainya," sahut Nano dengan mendekati suaminya lalu mengecup bibirnya. "Aku merasa dekat dengan orangtuaku sekarang!"
Desmon senang mendengar kalimat itu keluar dari mulut istrinya sampai akhirnya dia mendorong pelan tubuh Nano hingga jatuh diatas ranjang.
"Kita harus melakukan penyambutan rumah baru, darling!"
"Dengan cara?"
"Dengan cara mengerang sekeras-kerasnya!"
__ADS_1