Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Pasukan Bocil


__ADS_3

Di sebuah bangunan tua, Jeni menatap puas adik tirinya tergantung di crane yang tinggi dengan tangan terikat keatas.


Jeni duduk di dekat katrol yang menghubungkan rantai pada crane tersebut. Jeni memutar-mutar katrol itu menaik turunkan Nano yang tergantung disana dengan terus tertawa terbahak-bahak.


Setelah puas, barulah Jeni berhenti dan mencoba menghubungi mamanya Sora yang masih ada di China.


"Ma, bersiap-siaplah! Aku akan menjemput mama secepatnya," ucapnya.


Sementara Nano badannya terus berayun ke kanan dan kiri karena sebelumnya telah ditarik ulur oleh Jeni. Badan Nano mulai bergetar karena posisinya yang tergantung tinggi.


"Tuhan, selamatkan aku dan bayiku," batin Nano memohon.


Tak lama Bobi dan beberapa anak buahnya ikut bergabung bersama Jeni disana.


"Bagaimana?" tanya Jeni. "Apa dia akan membalik hartanya menjadi milikku?"


"Sepertinya begitu!" jawab Bobi singkat.


Jeni terkekeh. "Ternyata Desmon memang mencintai Nano! Dan aku tidak akan membiarkan mereka bisa bersatu!"


*****


Masih di kantor polisi, Desmon akhirnya dibebaskan setelah tim kuasa hukumnya memberi jaminan jika Desmon tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

__ADS_1


Mr. P yang masih ada disitu mencoba berbicara pada Desmon yang tengah tertunduk lesu. "Kau tidak apa-apa?"


"Polisi disini rata-rata berkumis dan aku sangat mual melihat mereka!" jawab Desmon yang menjadi papa hamil.


"Apa kau yakin ingin membalik nama semua hartamu?" tanya Mr. P memastikan.


"Aku tidak sebodoh itu, tidak ada jaminan jika aku memberikan semua hartaku mereka akan melepaskan istriku begitu saja! Satu yang aku pelajari dari mereka, mereka itu licik jadi kita harus lebih licik dari mereka!" jelas Desmon kemudian. "Aku ingin mengecoh mereka biarlah mereka tertawa untuk sekarang!"


Mr. P mengangguk puas. "Baguslah, ternyata kau tidak sebodoh tingkahmu!"


"Aku ini seorang pebisnis, tidak mau rugi!"


"Well, jika kita melawan berarti kita butuh bala bantuan!"


Desmon mendengus pelan memikirkan rencana selanjutnya sampai si kembar datang menghampirinya.


Dan tak lama sebuah mobil sport mewah dengan kelajuan tinggi tiba-tiba berhenti di hadapan mereka. Seorang pria keluar dari mobil itu memakai kaca mata hitamnya.


"Yudistira Atmadja," panggil Desmon saat sadar siapa itu.


"Kau sangat kacau, Man! Apa itu? badanmu seperti babi hutan sekarang," sahut Tira dengan memeluk Desmon bersahabat. "Apa kabar?"


"Aku sedang kacau!" jawab Desmon lirih.

__ADS_1


Desmon dan Tira adalah kolega bisnis jadi mereka cukup mengenal satu sama lain.


"Edward dan si kembar ternyata berteman. Si kembar menghubungi Ed dan meminta bantuan. Rupanya si kembar tahu jika aku mantan gangster ya," ucap Tira kemudian.


"Setiap hari yang aku lakukan memeriksa nilai saham dan sekarang dihadapkan oleh situasi seperti ini membuatku menjadi huru hara!" sahut Desmon.


Sementara Edward yang juga ikut, mendatangi si kembar yang tampak bersedih disana.


"Bukan waktunya bersedih, sekarang waktunya beraksi! Ke-14 sepupuku akan datang jadi kalian tenanglah!" bujuk Edward.


"Thanks, Ed!"


Sesuai dengan perkataan Edward, tak lama 4 mobil datang ikut bergabung bersama mereka. Disana ChocoChip, Triple L, Black Pink Red Green, A I U E O berkumpul dan berjajar mengelilingi si kembar.


"Ayo guys, kita tunjukkan kemampuan kita!" ucap Edward menjadi pemimpin.


Lalu ke-15 anak itu memejamkan mata mereka dengan mengatupkan kedua tangan mereka sembari berkata...


"Aku keren"


"Aku keren"


"Aku keren"

__ADS_1


Mereka membaca mantra turun temurun untuk meningkatkan kepercayaan diri.


Si kembar saling pandang melihat itu dan langsung mengelus dada mereka. "Yang penting dapat bantuan! Walaupun mereka semua tidak normal!"


__ADS_2