
Kimchi mengantar Leo ke bandara karena pacarnya itu akan kembali ke Paris. Sebenarnya sangat berat bagi Kimchi untuk berhubungan jarak jauh tapi gadis itu berusaha menguatkan hatinya.
“Kak singa! Hubungi aku jika sudah sampai!“ ucap Kimchi yang enggan melepas genggaman tangannya.
“Hm,“ jawab Leo dengan mengecup kening Kimchi dengan lembut. “Jaga dirimu baik-baik, Kimchi!“
Kimchi menghambur memeluk kekasih hatinya itu. “Belum apa-apa, aku sudah merindukanmu!“
Asisten Leo mendekat karena pesawat yang akan lepas landas.
“Bos!“ panggilnya.
Leo mengangguk dan melepas pelukan Kimchi. “Aku pergi, ya!“ pamitnya.
Dengan terpaksa Kimchi harus melepas kepergian Leo. Gadis itu mematung di tempatnya menatap punggung Leo yang semakin menjauh.
“Ingat Kimchi, kau STRONGGG!“ gumam Kimchi berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Akhirnya Kimchi pergi dari bandara tersebut, sebelum kembali pulang Kimchi pergi ke Kafe langganannya bersama Chacha.
*****
__ADS_1
Di Kafe, Chacha menunggu kedatangan sahabatnya. Karena jalanan macet, Kimchi meminta Chacha untuk memesankan dia kopi duluan.
“Coffee Latte Machiato!“ ucap Kimchi di sambungan telepon.
“Siap!“ sahut Chacha yang langsung berdiri mengantri.
Antrian lumayan panjang, Chacha berdiri di depan seorang pria tinggi. Sambil menunggu, gadis itu sibuk dengan ponselnya.
Dia hanya mengikuti pergerakan dari pria di depannya. Jika pria itu maju, dia ikut maju juga tanpa mengalihkan pandangan pada ponselnya. Sampai tiba si pria tinggi membalik badannya karena pesanannya sudah jadi.
Di detik pria itu membalik badannya, di detik itu juga Chacha maju otomatis tanpa sengaja Chacha menubruk si pria sampai kopi pria itu mengenai baju keduanya.
“Aries Osborn!“ geram Chacha yang langsung melayangkan tendangan kakinya pada pria memalukan itu. “Itu untuk Kimchi!“
Bruk!
Aries ambruk karena tidak siap menerima serangan dari Chacha. Pria itu meringis memegang perutnya.
“Kau teman Kimchi?“ tanya Aries kemudian, berusaha berdiri.
“Kalau iya kenapa? Bukankah kau di penjara? Kenapa kau bisa bebas?“ cecar Chacha dengan nafas naik turun.
__ADS_1
Tapi belum sempat Aries menjawab, manager Kafe justru mengusir keduanya karena membuat keributan.
“Ck, ini gara-gara kau!“ decak Chacha kesal saat mereka keluar dari Kafe.
“Oh iya? kau yang menabrak sampai kopi ku tumpah setelah itu kau menendangku! Jadi, aku yang salah di sini?“ Aries tidak mau kalah.
“Dimataku kau selalu salah!“ ketus Chacha.
Sampai akhirnya mobil Kimchi sampai, gadis itu segera keluar dari mobilnya tapi dia kaget mendapati Chacha tengah bersama Aries.
“Kimchi!“ panggil Aries saat melihat Kimchi datang. Pria itu langsung mendatangi Kimchi dengan setengah berlari.
“Terima kasih, Kimchi. Keluargamu telah mencabut laporannya padaku!“ ucap Aries tulus. Dia sangat menyesali perbuatannya.
“Sekarang kau tahu kan jika papa Desmon sangat baik, dia masih memikirkan pertemanannya dengan daddy-mu!“ sahut Kimchi dengan wajah masam.
Aries mengangguk. “Aku sangat menyesalinya! Aku juga salah menilaimu, Kimchi. Kau ternyata sangat luar biasa!“
“Yah, itu karena Leo. Dia yang berjasa atas diriku, jadi jangan pernah meremehkan kami lagi! Karena kami couple ter-woar!“ ucap Kimchi menyombongkan diri dengan memakai kacamata serta kibasan rambut.
Sesekali memang sombong sangat diperlukan untuk menghadapi pria seperti Aries. Sombong dibalas sombong itu rumusnya.
__ADS_1