
Desmon dan Nano saling bergandengan tangan saat perjalanan pulang ke villa.
"Jadi Lucas akan menikah dengan Ocha dalam minggu ini?" tanya Nano kemudian.
"Aku tidak tahu apa yang merasuki mereka, tapi mereka ingin langsung saja menikah!" jawab Desmon tanpa beban.
Sepasang suami istri itu tidak peka jika kedua asistennya menikah cepat karena terus diganggu oleh mereka.
Saat sampai di villa, teriakan si kembar menyambut kedatangan mereka.
"Papa... Mama... kenapa meninggalkan kami!" protes mereka.
Desmon menatap kedua orang tuanya yang tanpa rasa bersalah disana. "Mom, Dad! Aku ingin pacaran dengan istriku, kami ini sedang babymoon!"
"Mommy tidak tahan dengan rengekan si kembar yang terus mencari kalian!" sahut Malika.
"Dad....," keluh Desmon pada daddy-nya.
Robert hanya menaikkan kedua bahunya. "Kita sudah lama tidak ke puncak! Bagaimana kalau kita kemping dan barberque di taman belakang!"
"Setuju!"
Semuanya tampak kesenangan kecuali Desmon disana. Karena dia ingin istrinya gaya pasrah setelah ini tapi berujung kegagalan.
Dan penjaga villa yang mengamati keluarga itu tampak tersenyum lega.
"Akhirnya aku tidak akan mendengar kedebak kedebuk lagi!" ucapnya dalam hati yang merasa merinding setiap Desmon dan Nano bercinta suaranya sampai keluar kamar sepertinya mereka lupa villa ini tidak ada peredam suara.
__ADS_1
Keluarga besar itu menghabiskan waktu beberapa hari di villa, mereka kemping dan jalan-jalan ke puncak, datang ke pasar tradisional sampai pasar malam.
*****
Sementara Lucas dan Ocha sibuk mempersiapkan pernikahan dadakan mereka. Semuanya terkesan buru-buru dari gaun pengantin, undangan sampai gedung pernikahan dan catering.
"Apa ya yang kurang?" gumam Ocha sambil melihat list acara di tangannya.
"Sepertinya sudah semuanya," sahut Lucas disana.
Keduanya menghela nafas bersama dan saling bertatapan.
"Setelah ini tidak ada yang boleh mengganggu kita, fighting!" ucap mereka kompak.
Tapi sepertinya itu hanya akan jadi angan-angan mereka. Saat hari H pernikahan justru semua tamu undangan tertuju pada keluarga Cullen dimana Desmon yang gagah menggandeng Nano yang cantik dengan kedua anak kembar mereka yang menggemaskan di acara pernikahan tersebut.
"Anak kami sama seperti anak-anak yang lain!" ucap Desmon merendah.
Lalu suara MC acara mengalihkan perhatian para tamu undangan.
"Saatnya dansa couple! Sepasang pengantin dipersilahkan!"
Suara musik romantis terdengar mengalun dengan indah, Lucas dan Ocha berada ditengah tempat dansa. Sepasang suami istri itu berdansa dengan mesra serasa dunia hanya milik berdua lalu disusul oleh pasangan lainnya.
"Mau berdansa denganku, Mrs. Cullen?" ajak Desmon dengan mengulurkan tangannya.
Nano menerima uluran tangan itu. "Of course, Mr. Cullen!"
__ADS_1
Mereka berdua juga ikut berdansa dengan Desmon yang sesekali mengusap perut istrinya yang mulai membuncit.
"Kapan jadwal periksa kandungan, darling? Aku ingin melihat perkembangan anak kita!" ucap Desmon disela dansanya.
"Aku rasa beberapa hari lagi," jawab Nano sambil mengingat jadwal kontrol kandungannya.
"Bisa kita percepat! Aku ingin tahu dia punya tugu monas atau serabi lapit!"
PUK!
Nano memukul pelan lengan suaminya. "Jangan menggunakan istilah aneh itu lagi!"
"Tapi kau suka kan yang aneh-aneh!" ucap Desmon dengan meremas bokong sintal istrinya.
"Kita ditempat umum, jangan lakukan itu!" protes Nano.
Sampai lampu menyorot mereka berdua dan Desmon memberikan kecupan bibir pada istrinya.
"Biarkan semua orang tahu jika kau hanya milikku!" ucap Desmon yang disoraki para hadirin yang ada disana.
Yang mana membuat Lucas dan Ocha saling pandang dan mendengus kesal bersama.
"Sebenarnya siapa yang menikah, dan siapa yang menjadi pusat perhatian!"
"Kok nasib kita gini amat yak!"
"Pokoknya acara unboxing jangan sampai gagal, fighting!"
__ADS_1