
4 TAHUN KEMUDIAN
"Raka.... Riki.... Kimchi....," panggil Nano pada ketiga anaknya.
Tak lama si kembar yang memakai seragam SMP turun dari kamarnya menuju meja makan. Disusul Kimchi yang juga memakai seragam sekolahnya yang sebelumnya di bantu oleh pengasuhnya untuk bersiap sekolah.
Karena si kembar mendapat akselerasi jadi walaupun umur mereka masih 10 tahun tapi mereka sudah menduduki bangku 2 SMP. Sementara Kimchi yang ternyata otaknya minimalis, sesuai dengan umurnya dia masuk ke playgroup.
"Morning....," ucap Nano dengan mengecup pipi ketiga anaknya bergantian.
Nano membuatkan nasi goreng untuk sarapan mereka dan juga 3 kotak bekal untuk mereka bawa ke sekolah.
"Papa mana?" tanya Kimchi karena Desmon tidak ikut bergabung untuk sarapan.
"Papa, tadi malam berangkat ke luar kota dan tidak sempat berpamitan dengan kalian!" jawab Nano.
Seketika wajah ketiga anak itu langsung lesu karena Desmon begitu sibuk sampai waktu bersama dan bermain bersama mereka berkurang.
"Papa janji akan mengambil cuti, setelah itu kita akan liburan ke Disneyland Paris!" bujuk Nano.
"Horeee....," ketiganya langsung bersorak bersamaan karena mereka memang sudah lama tidak liburan.
Setelah selesai sarapan, ketiga anak itu pergi ke sekolah. Dan seperti biasa, setelah anak-anaknya pergi ke sekolah Nano akan pergi ke tokonya.
__ADS_1
Kini toko Nano mulai berkembang seperti waktu di Surabaya dulu. Dia memiliki beberapa franchise dan karyawan pun bertambah banyak. Belajar dari pengalaman kini Nano sendiri yang melakukan wawancara pada karyawannya dan lebih seleksi dalam memilih. Desmon juga menyewa dua pengawal untuk mengikuti Nano dimana pun istrinya itu pergi.
"Hallo, darling!" sapa Desmon saat melakukan panggilan video.
Saat ini Nano tengah beristirahat di ruang kerjanya dan mendapat panggilan dari sang suami.
"Apa anak-anak mencariku?" tanya Desmon kemudian.
"Mereka mencarimu dan bersiaplah mereka akan menagih janjimu!" sahut Nano dengan terkekeh.
"Apa aku selama ini pernah berbohong? Aku akan menepati janjiku!"
"Maka cepatlah pulang!"
*****
Belum juga sehari, Desmon sudah merindukan keluarganya. Rasanya tidak ada lagi dipikirannya selain keluarga, hanya mereka yang menjadi tujuan hidup Desmon saat ini.
Ternyata pekerjaan Desmon selesai lebih cepat dari dugaannya. Lucas masih setia menemani Desmon dimana pun berada, bahkan mereka sering curhat masalah anak-anak mereka kalau sudah begitu tidak ada istilah atasan dan bawahan lagi.
"Kau tahu Kimchi belum bisa menghafal huruf abjad dengan baik dan benar. Dia sangat berbeda dengan kedua kakaknya!" ucap Desmon saat perjalanan pulang.
Lucas hanya tersenyum tipis, dia jadi mengingat putrinya yang beda beberapa bulan saja dengan Kimchi tapi sudah bisa membaca.
__ADS_1
"Tingkat kepintaran anak kan memang beda-beda, Bos!" sahut Lucas kemudian.
"Aku sudah terbiasa melihat kepintaran si kembar jadi saat bersama Kimchi, aku agak kaget!" ucap Desmon lagi.
Dia memikirkan bagaimana nasib perusahaannya nanti jika berada di tangan Kimchi. Sementara si kembar tidak mau meneruskan perusahaannya yang otomatis akan diambil alih oleh Kimchi nantinya.
"Tapi ada satu sih kelebihan Kimchi dibanding yang lain!" tambahnya.
"Apa itu, Bos?"
Lalu Desmon menceritakan kejadian beberapa hari lalu saat Desmon mengajak putrinya itu untuk membeli es krim.
"Kimchi, ayo kita beli es krim!" ajak Desmon.
Kimchi menggeleng. "Tidak mau!"
"Terus maunya apa?"
"Saham!"
*****
Kimchi anak Sultan
__ADS_1