
Mendengar jika The Tiger juga seorang tawanan semua tampak waspada dan pria itu menyadarinya, dia berusaha menjelaskan jika dirinya dipaksa keadaan.
"Awalnya aku mengikuti permainan ini dengan sahabat baikku, kami penasaran bagaimana bisa hanya melakukan permainan bisa mendapatkan uang dan ternyata kami masuk dalam final bersama! Kalian pasti tahu jika tahun lalu ada korban, dialah sahabatku itu!"
"Setelah permainan selesai, aku berusaha melapor pada polisi dan aku berakhir dalam permainan yang tak berujung. Mereka semua mengendalikan dan mengawasi hidupku, bahkan keluargaku juga kena imbasnya! Kami akhirnya pindah keluar ibukota tapi mereka terus mengikuti!"
"Aku bukanlah pemenang tapi seorang tawanan yang tidak mempunyai privasi, jadi biarkan aku menang supaya aku bebas!"
The Tiger menjelaskan semuanya dan pasukan bocil tampak berpikir disana. Bersamaan dengan itu, sebuah tantangan muncul di layar ponsel The Tiger dan pria itu membaca petunjuknya.
"Kami akan membuat kau menang, tapi harus mengikuti aturan kami!" ucap Red yang menemukan sebuah ide.
"Hei, bagaimana dengan papa si kembar?" tanya yang lain.
"Percayalah padaku!"
*****
Disisi lain, Desmon terbangun dari pingsannya. Dia mengingat sebelumnya telah dihajar oleh The Tiger yang dimana dia belum siap.
"Sial," umpatnya dengan memegang wajahnya yang memar.
Lalu dia mengamati dimana dia sekarang, Desmon berada di sebuah gedung tua. Dan ditempatnya sekarang ada sebuah televisi kecil, Desmon menyalakan televisi itu karena ada tulisan jika dirinya diminta untuk memencet tombol ON.
__ADS_1
Hai, player D.C 008 alias Desmon Cullen. Karena player melanggar aturan permainan sekarang kau adalah tawanan. Semua hidupmu akan kami kendalikan dan awasi mulai sekarang!
Setelah suara itu terdengar, disana nampak beberapa video Desmon bersama Nano dan juga si kembar bahkan kedua orangtuanya yang ditayangkan.
Yang mana membuat Desmon mengepalkan kedua tangannya. Sampai fokusnya teralihkan oleh sebuah kotak dan saat Desmon membukanya ternyata isinya adalah sebuah senjata api.
Dan televisi yang ada di depannya memberi petunjuk permainan selanjutnya.
"Lawan The Tiger di bawah!"
Desmon segera mengambil senjata api itu dan keluar dari tempatnya. Saat dia keluar beberapa pria bertopeng menggiringnya untuk turun kebawah dimana disana The Tiger sudah menunggunya.
Disana sudah dikelilingi ratusan WATCHER yang semuanya memakai topeng supaya tidak ada yang mengenali kemari.
DOR!
"Player diposisinya masing-masing!" ucap pria yang memakai topeng hitam yang tak lain adalah TOP WATCHER.
Beberapa drone mengelilingi mereka saat ini untuk merekam aksi mereka yang disiarkan secara langsung.
"Penembak tercepat, dialah pemenangnya!" ucapnya lagi.
Mendengar itu, Desmon langsung menatap semua WATCHER disana dengan emosi yang memuncak.
__ADS_1
"Jadi kalian ingin kami saling membunuh dan disiarkan secara langsung? Ini sungguh gila, kalian semua harus dihukum karena ini sama saja dengan pembunuhan berencana!" pekik Desmon.
"Kalian semua berlindung dibalik topeng dan inisial nama! Sekarang aku tantang kalian supaya membuka jati diri!"
Desmon memindai satu persatu para WATCHER. "Siapa nama kalian?"
Lalu matanya berpindah pada The Tiger. "Heh, siapa namamu?"
The Tiger berdehem. "Nama asliku Sujarwo!"
"A-apa? Kenapa julukanmu The Tiger sungguh tidak sesuai!"
Tapi seolah perkataan Desmon tidak didengar, disana semakin gaduh dan berteriak saling bersahutan.
"Tembak! Tembak! Tembak!"
Sampai The Tiger memberi sebuah usul. "Bagaimana jika membuat vote? Yes or No!"
"Kau gila!" protes Desmon disana. "Tidak, tidak ada vote!"
Tapi tak lama semua ponsel yang memiliki aplikasi permainan itu mendapat sebuah pilihan.
YES or NO ?
__ADS_1