
"Cepat, Cha!" ucap Nano dengan cemas saat dalam perjalanan.
Sebelumnya Ocha sudah menghubungi Lucas dan meminta lokasi dimana mereka berada.
"Ini juga sudah cepat, Bu Bos!" sahut Ocha yang fokus menyetir.
Sementara Desmon bersiap melakukan tantangan untuk menuju final. Sebelumnya dia meyakinkan kedua lawannya untuk berhenti melakukan permainan ini.
"Buat aku menang dan uang kalian akan aku gandakan!" bujuk Desmon disana.
The Tiger terkekeh mendengar itu. "Kau pikir ini tentang uang?"
"Lantas untuk apa kau bermain?" tanya Desmon menantang.
"Kau tidak akan mengerti dan aku tidak bisa menjelaskan disini!" jawabnya dengan melirik drone yang merekam mereka.
Player ketiga sudah bersiap mendekati crane dan merayap disana. "Aku akan melakukannya duluan!"
Dia berada di tengah dan bersiap bergelantung. Kedua tangannya memegang besi crane dengan kuat setelah itu badannya turun ke bawah setelah dirasa seimbang baru dia melepas satu tangannya dan mulai menghitung mundur.
Belum selesai dia menghitung mundur tapi The Tiger ikut memposisikan tubuhnya untuk menggantungkan dirinya juga.
"Dia belum selesai!" pekik Desmon yang melihat kedua pria itu berada di crane.
Akibat pergerakan yang dilakukan oleh The Tiger membuat player satunya kehilangan keseimbangan pada detik ke-10 tangannya sudah tidak bisa menahan tubuhnya.
__ADS_1
Sementara The Tiger menyunggingkan senyumnya melihat itu. Tapi lain dengan Desmon yang segera ikut naik untuk menolong player yang hampir jatuh itu.
"Pegang tanganku!" teriak Desmon dengan menjulurkan tangannya.
The Tiger sudah selesai melakukan tantangannya tanpa peduli dengan kedua lawan mainnya.
"Hei, bantu aku!" pinta Desmon yang kewalahan tapi The Tiger meninggalkannya begitu saja.
"Bermain untuk menang!" ucapnya sebelum berlalu pergi.
Desmon terus menahan tubuh player yang ingin terjatuh dengan terus berusaha menariknya.
"Jika aku jatuh, katakan pada keluargaku bahwa aku mencintai mereka!" ucapnya.
Sampai akhirnya mereka berhasil naik dan segera menjauhi crane disana.
"Hampir saja!" desah Desmon dengan mengatur nafasnya.
Desmon semakin merasa emosi atas kejadian yang baru saja terjadi, dia tidak akan membiarkan The Tiger itu menang dengan mudah. Oleh karena itu, dia kembali ke crane dan melakukan permainan yang sempat tertunda.
Tanpa takut sedikitpun, Desmon bergantung hanya dengan satu tangan saja dengan menghitung waktu mundur selama 15 detik.
"Lima!"
"Empat!"
__ADS_1
"Tiga!"
"Dua!"
"Satu!"
Setelah berhasil, Desmon menghampiri player yang hampir jatuh, yang masih terdiam ditempatnya.
"Aku akan membayar uang kemenanganmu, sekarang pulanglah datangi keluargamu!" ucap Desmon penuh penekanan.
"Di bawah ada asistenku, datangi dia dan beritahu nomor rekeningmu!" tambahnya.
"Lantas apa yang akan kau lakukan?"
Desmon tidak menjawab tapi dia meraih ponselnya untuk melaporkan permainan ini pada polisi. Dan akan mengirimkan bukti-buktinya supaya dalang dibalik ini semua bisa tertangkap.
Yang tanpa dia sadari, Desmon telah melanggar aturan permainan. Si kembar yang mengetahui hal itu menjadi panik, dia segera menghubungi pasukan bocil untuk memberitahu apa yang dilakukan papanya.
"Apa kalian tidak menjelaskan aturan permainannya?" tanya Edward dengan gusar.
"Sudah! Tapi mungkin papa kami sedang kalut disana!" jawab Raka.
"Papa kami mengeluarkan jurus wiro sablengnya! Jadi kita harus bagaimana?" tanya Riki yang panik.
"Cepat datangi papa kalian! Dia dalam bahaya!"
__ADS_1