
"Cepat masuk!" ucap Leo saat mereka sudah sampai di depan rumah Kimchi.
Tapi Kimchi masih terdiam dan terus tersenyum setelah turun dari motor Leo. Kimchi memandangi wajah tampan Leo yang baru sejam lalu jadi pacarnya.
"Jangan lupa telpon aku kalau sampai di kost ya!" ucap Kimchi kemudian.
"Hem!" jawab Leo.
Kimchi melambaikan tangannya sebelum masuk ke rumahnya. Dia terus memandangi motor Leo yang menjauh sampai akhirnya sebuah tepukan membuatnya kaget.
"Nona Kimchi!" panggil satpam yang menjaga rumahnya.
"Ish, membuatku kaget saja!" gerutu Kimchi dengan memegang dadanya.
"Loh, Nona kok bisa ada disini? bukannya tidur di rumah Non Chacha, mobilnya kan disana. Terus siapa pria yang mengantar Nona tadi?"
"Aku tidak mau menjawab semuanya karena aku lelah, jangan sampai mama papa tahu! Aku lagi edisi ngambek, cepat ambil tangga! Aku mau naik tangga ke balkon kamarku!"
Pak satpam hanya bisa menurut dan sesuai permintaan Kimchi, dia membawakan tangga besi untuk Kimchi naik ke kamarnya.
"Hati-hati, Nona!" ucap pak satpam saat Kimchi mulai menaiki tangga.
Kimchi terus naik sampai akhirnya sampai di balkon kamarnya.
"Akhirnya," batin Kimchi.
__ADS_1
Dia segera membuka pintu balkon untuk masuk ke kamar tapi baru juga Kimchi masuk tiba-tiba lampu di kamarnya langsung menyala.
"Tek!"
Terlihat disana Nano yang bersedekap dada menunggu Kimchi, ternyata Nano sebelumnya melihat Kimchi yang diantar pulang oleh Leo. Insting seorang ibu sangat kuat karena sebelumnya dia juga melihat Chacha turun mobil sendirian tanpa putrinya.
"Ma__ mama!" panggil Kimchi terbata.
"Darimana? Dan baju siapa yang kau pakai itu? Siapa tadi yang mengantarmu, Kimchi? Kau ini anak gadis, apa pantas jam segini baru pulang dan diantar seorang pria?" cecar Nano.
"Aku bisa jelaskan, Ma! Tadi itu pacarku, namanya Leo! Mama ingat Bibi Susi yang ada di Paris yang mengasuhku dan kakak? Leo itu anaknya, Ma!" jelas Kimchi.
"Pacar? Kau pacaran dan pulang jam segini Kimchi? Dan kau menyuruh Chacha membawa mobilmu supaya kami mengira kau menginap di rumahnya?"
"Bukan begitu, Ma. Ini semua terjadi begitu saja!"
"Ma___"
"Stop! Sudah cukup mama selama ini membelamu! Kau terus saja berbuat ulah! Jadi mama akan menyetujui keputusan papamu!"
"Keputusan papa?"
"Kau dijodohkan dengan Aries seorang CEO dari Osborn Corp. Dia juga kolega papamu, kau harus belajar banyak darinya. Dia akan membantumu mengelola perusahaan nantinya!"
Bagai tersambar petir, Kimchi tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut mamanya.
__ADS_1
Kimchi menggeleng. "Aku tidak mau dijodohkan! Aku mau dengan Leo singaku!"
"Apa Leo bisa membantumu mengurus perusahaan?" tanya Nano.
Kimchi terdiam karena nyatanya Leo tidak pernah bersekolah.
"Apa pekerjaannya?" tanya Nano lagi.
"Dia penjual martabak manis!" jawab Kimchi lirih.
"Penjual martabak manis?" Nano tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Bukannya Nano merendahkan pekerjaan Leo atau tidak menyetujui hubungan putrinya tapi ini masalah sikap Kimchi yang kekanakan dan suka menghindari masalah tanpa mau menyelesaikannya terlebih dahulu.
"Kita bicarakan lagi masalah ini besok! Kau benar-benar___"
Nano tidak menyelesaikan kalimatnya karena sudah kehabisan kata-kata untuk putrinya itu.
Sementara Kimchi terduduk diranjangnya dengan mencium baju yang dia pakai karena itu baju Leo.
"Aku yakin Leo itu jodohku bukan Aries!" gumam Kimchi.
*****
Tim siapa nih?
__ADS_1