Kembar Genius Punya CEO Hareudang

Kembar Genius Punya CEO Hareudang
Gangster Dadakan


__ADS_3

Pria bayaran Jeni itu terus mendekati Nano, tangannya mulai akan mengelus paha Nano yang mana membuat Nano langsung meludahi wajahnya.


"Sialan," umpatnya dengan mengusap wajahnya. Dia menjadi geram dan mencengkram dagu Nano dengan kasar.


"Lancang kau ya!"


"Aku menyelamatkanmu, bodoh!" pekik Nano kemudian.


"Kau baru saja meludahiku sialan!"


"Itu supaya kau tidak menyentuhku! Aku itu positif corona! Apa kau mau tertular?"


Sontak pria itu langsung memundurkan badannya. "Apa itu benar?"


Nano mengangguk. "Iya makanya cepat tes PCR sana!"


Pria itu langsung berlari meninggalkan kamar loteng disana membuat Nano membatin. "Badan aja besar tapi otaknya secuil!"


Dan hal itu membuat Jeni semakin emosi, dia mendekati Nano dan langsung menamparnya dengan keras.


"Kau bisa lolos kali ini tapi tidak untuk selanjutnya!" ucap Jeni dengan kilatan amarah.

__ADS_1


Nano mengusap darah disudut bibirnya karena tamparan yang baru dia terima. "Sebenarnya apa salahku padamu! Dari dulu kenapa kau sangat membenciku!"


"Karena apa ya? karena kau lebih cantik dariku, kau lebih kaya dariku, kau lebih banyak disukai lebih dariku! Seharusnya aku yang mendapatkan itu semua!!!"


"Kenapa kau bisa mendapatkan itu semua sementara aku tidak! Aku akan merebut semua darimu, Nano!"


Setelah berkata seperti itu, Jeni tertawa seperti orang gila disana. Yang mana membuat Nano merasa was-was sepertinya Jeni memang mempunyai gangguan mental yang begitu terobsesi padanya.


"Aku pasti bisa menjadi cantik, kaya dan disukai semua orang. Jeni Jeni Jeni.... semua pasti akan memujaku. Hahaha... "


Emosi Jeni mulai tidak stabil disana dan Nano tidak berani berbicara sepatah katapun atau Jeni akan menyakitinya lagi. Nano akan melindungi bayinya karena dia sangat yakin saat ini dia tengah hamil. Jika Jeni tahu dirinya hamil pasti kakak tirinya itu akan bertindak lebih gila lagi.


Jeni lalu meraih ponselnya untuk menghubungi Bobi dan menyuruhnya menjalankan rencana mereka.


*****


Si kembar sudah mulai melacak plat mobil yang dinaiki Jeni dan Bobi sebelumnya. Mereka menyelusuri semua cctv yang ada dikota dan mencocokkan plat mobil tersebut.


Mereka berharap bisa menemukan mobil dengan plat nomor itu.


"Cocok!" ucap si kembar saat melihat mobil dengan plat nomor yang sama.

__ADS_1


Desmon yang mendengar itu langsung berlari mendekati si kembar yang sibuk berkutat di layar komputer canggih milik Mr. P disana.


"Dimana?" tanya Desmon.


"Mobil itu berhenti di sebuah coffee shop!"


"Ayo cepat kita kesana!"


Mendengar itu, Mr. P langsung membawa mereka ke tempat rahasianya sebelum pergi. "Kita harus mempersenjatai diri!"


Mr. P membuka ruangan rahasia itu dengan kata sandinya saat ruangan itu terbuka mata Desmon membulat melihat berbagai senjata api disana.


"Ayo ambil beberapa!" titah Mr. P yang sibuk dengan mencoba senjata yang dia akan pakai.


Tak mau kalah si kembar datang dan memberikan mainan mereka yang telah disempurnakan pada Desmon.


"Apa ini bom yang waktu itu?" tanya Desmon memastikan.


"Iya bom ini tidak bisa dijinakkan dan daya ledaknya sangat dahsyat!"


Desmon mulai merasa mual lagi mendengar itu, dia tidak menyangka akan menjadi gangster dadakan. Dia menarik nafasnya dalam-dalam dan berusaha tenang.

__ADS_1


"Tenang D.C, kau pasti bisa. Tunjukkan kejantananmu!" gumam Desmon kemudian.


Lalu dia meraih senjata dan mainan si kembar. "Okay! Ayo kita selamatkan mama kalian! Sesuai namanya mama kalian membuat hidup papa jadi nano-nano rame rasanya!"


__ADS_2