
Akhirnya tanpa sepengetahuan orangtuanya, Kimchi membawa kodoknya pergi ke Paris. Beruntung keluarganya menggunakan pesawat pribadi jadi dengan mudah Kimchi menyembunyikan kodoknya.
Gadis kecil itu memasukkan kodoknya dalam wadah kaca yang di wadah kaca itu sudah ada tempat udara jadi kodok aman dan tidak akan mati.
Tentu saja itu berkat bantuan si kembar yang membuat wadah kodok adiknya.
"Ck, nanti papa marah! Jangan sampai ketahuan!" decak si kembar tidak habis pikir pada adik perempuannya yang tomboy.
Biasanya anak seumuran Kimchi lebih suka bermain boneka atau masak-masakan tapi lain dengan Kimchi yang suka bermain dengan alam.
"Pasti aman, Kak!" sahut Kimchi saat naik ke pesawat.
Kodok itu dia masukkan dalam tas ransel yang dia pakai.
*****
Setelah menempuh perjalanan selama 16 jam lebih lamanya, akhirnya pesawat yang ditumpangi Desmon mendarat di Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle.
Desmon segera membawa keluarganya ke hotel yang sebelumnya sudah dia pesan.
Shangri-La Hotel Paris
"Commande au nom de Desmon Cullen (pesanan atas nama Desmon Cullen)" ucap Desmon pada resepsionis hotel.
Resepsionis itu mengecek nama Desmon dan memberikan dua kartu kunci kamar. "S'il vous plait, Monsieur (Silahkan, Tuan)"
__ADS_1
Desmon menerima dua kartu kunci itu dan mendatangi keluarganya di lobi hotel.
"Kita di kamar terpisah?" tanya Nano saat melihat suaminya membawa dua kartu kunci.
"Tenang darling, aku sudah menyewa pengasuh untuk menjaga anak-anak!" jawab Desmon.
"Tapi orang Indo kan?" tanya Nano memastikan.
"Tentu saja. Lucas yang mengurus semuanya!"
Dan tak lama seorang wanita paruh baya dengan wajah oriental Asia mendatangi keluarga Desmon yang tak lain adalah pengasuh yang dimaksud.
"Perkenalkan nama saya Susi," ucapnya memperkenalkan diri.
Desmon memberikan satu kartu kunci. "Barang-barang akan dibawa petugas hotel. Saya titip anak-anak saya!"
Susi melihat si kembar dan Kimchi dan duduk di sofa lobi, dia mendatangi ketiga anak itu untuk mengajak mereka ke kamar.
Sementara Desmon langsung saja menarik istrinya untuk bisa berduaan di kamar mereka.
Desmon memesan kamar dengan pemandangan menara Eiffel di balkon kamar itu. Kamar yang sangat cocok untuk honeymoon kedua.
"Kita baru saja sampai__" Nano ingin menolak ajakan suaminya untuk bercinta tapi tubuhnya langsung diangkat ke atas ranjang.
__ADS_1
"Darling, please! Kita sudah jauh-jauh ke Paris untuk melakukan ini! Aku tidak ingin ada yang mengganggu lagi, apalagi kodok Kimchi!" ucap Desmon yang mulai melucuti baju istrinya.
Nano pasrah, sebenarnya dia juga merindukan suaminya. Dia berharap Susi bisa mengatasi ketiga anaknya.
Di kamar lain, Susi tampak membereskan barang-barang si kembar dan Kimchi. Saat meraih tas ransel yang bergambar singa, Kimchi berteriak.
"Jangan, Bibi. Itu tas keramat!"
"Keramat?" tanya Susi.
Kimchi dengan segera menarik tasnya. "Hanya aku yang boleh memegangnya karena aku STRONGGG!"
Si kembar terkekeh melihat adiknya yang berusaha melindungi kodoknya.
"Dek, ayo kita ke restaurant hotel ini. Ada pasta yang enak disana!" ajak Raka.
Lalu Riki memperlihatkan gambaran pasta itu melalui ponselnya yang sebelumnya dia lihat di internet. "Bagaimana?"
"Woah, pasta!" ucap Kimchi kesenangan.
Sebelumnya Desmon sudah memberi si kembar black card jadi mereka bisa berbelanja sepuasnya.
"Ayo Bibi, ikut kita makan juga!" ajak si kembar pada Susi.
Susi langsung mengangguk, bukan perutnya yang dia pikirkan tapi perut anaknya yang menunggunya diluar hotel. Tepatnya di pinggir jalan.
__ADS_1
Saat sampai di restaurant hotel itu, si kembar segera memesan 4 pasta untuk mereka, adik dan pengasuhnya tapi Susi meminta jatahnya untuk dibungkus saja.
Yang mana membuat Kimchi keheranan dan bertanya pada kedua kakak kembarnya. "Kak, apa restaurant ini sekelas warung nasi padang?"