
"Ayo kita cepat pergi, Bos!" ajak Lucas sebelum kepolisian setempat kesana.
"Apa kau sudah memastikan rubah betina itu tidak kabur?" tanya Desmon memastikan.
Lucas mengangguk. "Apa kita tidak terlalu kejam, Bos? ini untuk pertama kalinya bagiku jadi... "
"Kau pikir, ini bukan pertama kali bagiku? Aku akan melakukan apapun demi melindungi keluargaku!" sela Desmon penuh penekanan.
Akhirnya mereka pergi meninggalkan tempat itu. Sebelum kembali ke Indonesia, Desmon pergi ke streat food yang ada di Beijing.
Dia menatap banyaknya makanan yang ada di streat food tersebut.
"Kita berburu makanan dulu, sepertinya susu kental manisku akan menjadi bayi sultan!" ucap Desmon kemudian.
*****
Di rumah sakit, Nano membuka mata untuk pertama kalinya setelah tidur panjangnya. Matanya menyipit merasakan cahaya lampu di ruangan dimana dia di rawat.
"Mama....," pekik si kembar saat melihat mama mereka membuka mata.
Si kembar duduk disisi kanan dan kiri ranjang mengapit Nano disana.
"Adik kalian?" tanya Nano dengan lirih mengingat kehamilannya.
"Adik baik-baik saja!" jawab si kembar kompak.
Nano bernafas lega, dia memejamkan matanya mengingat kejadian sebelumnya dan ingatannya terputar saat Jeni menusuknya kemudian menusuk dirinya sendiri.
Tanpa sadar airmatanya meleleh dan itu membuat si kembar memeluk mama mereka.
__ADS_1
"Mama, jangan menangis!" ucap Raka.
"Kami akan melindungi mama dan adik dengan baik," timpal Riki.
Nano mengelus kepala kedua anak kembarnya bergantian sampai dia teringat suaminya. "Dimana papa?"
"Papa, ada di China!"
Mendengar itu, Nano menghela nafasnya. Dia yakin jika Desmon mencari Sora disana.
"Argh!" Nano menggeram sakit saat berusaha duduk.
"Mama, tidak boleh bergerak dulu!" ucap si kembar.
Tak lama pintu ruangan itu terbuka, Robert dan Malika menyembul masuk setelah sebelumnya berbelanja makanan.
"Mama kalian sudah sadar?" tanya Malika saat melihat Nano sudah membuka mata.
Nano tersenyum melihat mama mertuanya mendekat. "Mom... "
"Kau membuat mommy merasa asam dan manis seperti namamu," gerutu Malika dengan menaruh tas belanjaan ke meja lalu dia mengambil jeruk nipis didalamnya untuk dia peras. Setelah itu memberikannya pada menantunya.
"Jeruk nipis mampu menjadi antioksidan bagi tubuh. Kandungan antioksidan ini diyakini mampu membantu kesehatan pertumbuhan janin. Selain itu, jeruk nipis juga mengandung anti bakteri, mampu memperbaiki tekanan darah serta pembuluh darah!" jelas Malika yang memikirkan keadaan kandungan Nano.
Si kembar yang melihat jeruk nipis itu mendapat pencerahan.
"Kak, apa kau memikirkan apa yang aku pikirkan?" tanya Riki pada kakaknya.
Raka mengangguk. "Ayo kita bawa jeruk nipis ke markas Mr. P!"
__ADS_1
Si kembar mengambil jeruk nipis yang tersisa lalu berpamitan pada mama dan neneknya.
"Kalian mau kemana?" tanya Malika keheranan karena belum mengetahui masalah virus itu.
"Kami ingin menjadi Boboiboy, Oma. Penyelamat bumi!"
Malika menggelengkan kepalanya dan kembali pada Nano. "Mereka pasti diantar supir, jadi jangan khawatir! Pikirkan tentang kesehatan dan juga kandunganmu!"
"Bolehkah aku minta sebuah pelukan?" tanya Nano kemudian.
"Tentu saja!" sahut Malika dengan memeluk menantunya. "Orangtuamu pasti bahagia melihatmu di surga jadi ikhlaskan mereka!"
Nano mengangguk, walaupun sangat sakit menerima kenyataan tapi sekarang ada suami, anak-anak dan mertua yang selalu ada bersamanya.
Hingga sedetik kemudian, ada seekor kecoak yang keluar dari arah kamar mandi. Sontak membuat Malika kaget, dia langsung berteriak histeris dengan naik keatas ranjang pasien.
"Rumah sakit apa ini, masa ada kecoak!" pekiknya.
Bersamaan dengan itu, Robert beserta dokter dan perawat datang ke ruangan Nano. Mereka melihat bagaimana Malika masih berteriak disana.
"Kenapa, Mom?" tanya Robert heran.
"Ada kecoak, Dad!"
"Oh, kecoak mah tinggal dibalik aja! Nanti dia gak bisa kemana-mana. Dia mati!"
"Dibalik?" gumam Malika. Lalu dia berteriak lagi lebih keras."Kaocek Kaocek!"
"KAOCEK!!!"
__ADS_1
"Yang dibalik kecoaknya, Tumini!"