
"Hoookk"
Plakk!! Fara melayangkan tangannya di lengan kiri temannya. Temannya itu jorok! Bersendawa sekeras itu, sungguh menjijikan!
Dia adalah anak lelaki yang tiba-tiba datang ke kamarnya, dan menghancurkan kedamaiannya. Karena sejak sore tadi, teman lelakinya itu tak berhenti merecokinya dengan tingkah absurdnya yang tak tanggung-tanggung membuat darahnya naik.
Fara tobat dengan kelakuan temannya yang satu ini, sungguh!
Aktivitas di sekolah hingga PR sekolah sudah membuatnya lemah, lesu, lunglai. Sekarang, teman sekaligus tetangganya itu datang dan merecokinya, menganggu ketentraman yang ia nikmati.
"Sana pulang, udah malem besok sekolah!" Tak basa-basi Fara mengusir tetangganya.
Namun usiran Fara tak digubris sekalipun. Ponsel yang usai dicharger itu kini dimainkan dengan asyiknya. Fara yang sudah kehilangan kesabaran langsung berdiri—meninggalkan meja makan— membawa keluar tas ransel tetangganya.
Brukk!! Suara bantingan tas ransel itu membuat si pemiliknya melepas perhatian dari layar ponsel. Dengan kesal ia menghampiri arah suara tersebut, dan menemukan tas ranselnya tergeletak di luar apartemen Fara.
"Wah, tas mahal nih!" Diraihnya tas ransel miliknya. "Apa-apaan main lempar tas gue lo, Ra!?"
Fara bersedekap dada dan menyender di pintu apartemennya. Menatap kesal tetangganya yang absurd. "Berapa kali sih harus bilang 'sana pulang' ke situ!? 100?!!" kata Fara meninggi.
"Santai dong, nggak perlu ngegas gini, Sis!?" Tetangga menyebalkan—julukan yang Fara sematkan— memiliki nama asli 'Reynar'.
"Fara ... Reynar?" Candra dan Rika baru saja pulang dari dunianya. Dan kepulangan mereka disuguhi keberadaan putrinya dan anak tetangganya. "Kalian ngapain di sini? Lagi berantem kayaknya, iya?" tanya Rika.
__ADS_1
Fara dan Reynar hanya diam. Mereka tak menjawab, justru saling adu lirik sinis yang membuat Candra dan Rika menghela napas. Mereka harus lebih sabar.
"Om, Tant ... Rey pulang duluan." Anak lelaki itu meninggalkan tiga orang di sana.
Setelah kepergian Reynar, Fara menatap orangtuanya jengah. Ada sepucuk kecewa yang selama ini Fara pendam. Dan itu masih ada hingga sekarang. Tak mau kelepasan, Fara memilih masuk dan meninggalkan orangtuanya begitu saja.
Tak ada salaman.
Tak ada sapaan.
Dan, tak ada senyum dari Fara untuk orangtua sibuknya.
"Fara ... kenapa, Pa? Kok dia langsung pergi gitu aja?" Rika menatap kepergian putrinya dengan tanda tanya.
"Mungkin banyak tugas atau PR, jadi dia kelelahan, Ma." Candra menjawab asal. Ia juga heran dengan putrinya yang semakin hari terasa semakin berbeda.
Keesokan paginya para santri santriwati sudah berada di madrasah untuk belajar.
Pelajaran di kelas Mayra pun sedang berlangsung.
"Ada yang tau apa itu 'Ariyah?" ustadzah Aina menyebut salah satu istilah fiqih.
"Saya Ustadzah!" Mayra mengangkat tangannya. Sebelumnya Mayra pernah membacanya dari buku miliknya dan buku yang pernah ia pinjam di perpustakaan pesantren.
__ADS_1
" 'Ariyah adalah istilah fiqih dalam pinjam meminjam. 'Ariyah berasal dari bahasa arab yang berarti pinjaman. 'Ariyah adalah pemberian manfaat suatu benda yang halal dari seseorang kepada orang lain tanpa mengharap imbalan dengan tidak mengurangi/merusak barang dan nanti nya akan dikembalikan secara utuh,tepat pada waktunya."
Ustadzah pun mengimbuhi penjelasan Mayra.
"Jadi kita harus tolong menolong antar sesama dengan cara 'Ariyah yaitu pinjam meminjam.Kita dianjurkan untuk tolong menolong dalam hal kebaikan dan kebajikan dan kita dilarang untuk tolong menolong dalam hal kejahatan. Allah juga sudah menjelaskan dalam firman nya yaitu surah Al Maidah:2."
"Hukum pinjam meminjam ada 4 yaitu mubah artinya boleh(hukum asal nya), sunnah,wajib,dan haram.
Pinjam meminjam jadi haram disebabkan karena dipergunakan untuk hal hal yang tidak baik seperti kemaksiatan dan berbuat jahat.
Pinjam meminjam jadi wajib sebab adanya suatu keadaan yang mendesak dan dibutuhkan."
"1• Orang yang meminjamkan disebut Mu'ir. Syarat nya: baligh,berakal,bukan pemboros(Muflis) dan tidak dipaksa.
2• Orang yang meminjam/peminjam disebut Musta'ir. Syarat nya: baligh, berakal,bukan pemboros (Muflis).
3• Barang yang dipinjam disebut Musta'ar. syarat nya: Memiliki manfaat dan dapat dimanfaatkan untuk suatu keperluan, Barang pinjaman tidak rusak waktu dikembalikan.
4• Ijab Qabul dalam 'ariyah disebut Mukhtar. syarat nya: Lafal ijab qabul dapat dimengerti oleh kedua pihak, Lafal ijab dilanjutkan dengan qabul."
.
.
__ADS_1
.
SMG BERMANFAAT YA