
Namun, pembicaraan kali ini tampak lebih serius tapi bukan masalah pesantren. Mereka memiliki niat untuk menjodohkan Furqon dengan salah satu putri Kyai Abdillah. Tentu hal itu membuat Furqon tersentak kaget, tapi tidak dengan Uminya. Karena Uminya sudah tahu prihal ta'aruf ini.
"Maafkan Abah, Fur! Abah tahu, jika ini mendadak sekaligus mengejutkan bagimu. Tapi, Abah hanya ingin terbaik untukmu," ucap Abahnya
* * * *
~Pesantren As Salam 2
Kayla dan beberapa santriwati lain termasuk Safa juga Jihan, kini sedang merapikan perpustakaan sekaligus aula. Tiba-tiba Kayla terhenti saat mendengar percakapan Ustadzah Abidah dengan Ustadzah Aina saat lewat didepan perpustakaan.
"Jadi, Paklek dan Bulek pergi ke pesantren Kyai Abdillah sekarang?" tanya Ustadzah Aina.
"Iya, Mbak Aina. Rencana mereka akan menjodohkan Furqon dengan salah satu putri Kyai Abdillah," jawab Ustadzah Abidah pada Kakak iparnya.
__ADS_1
DEG!
DEG!
DEG!
Tiba-tiba tubuh Kayla mendadak merasa lemas, hatinya merasa rapuh, dan matanya mulai berkaca-kaca. Bukan karena sedang tidak enak badan, melainkan saat mendengar prihal rencana perjodohan Furqon dengan putri Kyai Abdillah. Sapu yang ia genggam terjatuh ke lantai, hingga membuat yang lain menoleh ke
"Kayla, kamu telah dibutakan oleh rasa yang kamu pendam untuk Akhi Furqon. Aku harap kamu ikhlas menerima ini, karena Allah pasti telah menyiapkan jodoh untukmu sendiri diluar sana. Sadarlah, Kay!" batin Jihan.
* * * *
Disisi lain, tampak pesawat dari bandara Kairo-Mesir telah lepas landas dan terbang diantara awan-awan putih. Seorang gadis bercadar tampak memandangi awan-awam putih yang ada disekitar pesawat. Senyumnya terukir di kedua sudut bibirnya dibalik cadar. Mayra bersyukur hari ini, ia akan kembali ke Indonesia.
__ADS_1
Mayra sangat merindukan keluarganya di Indonesia. Ingin segera rasanya ia memeluk mereka, anggota keluarganya.
Namun, bulir air mata Mayra tiba-tiba berlinang turun membasahi pipinya saat mengingat memori masa kecil nya. Ia merasa rindu dengan orang tuanya dan Kakek Neneknya yang telah kembali ke hadirat Allah SWT.
"Alhamdulillah…… Ayah, Ibu, Kakek, dan Nenek, hari ini Mayra lulus dari Kairo. Siang ini Mayra terbang ke Tanah air. Seandainya kalian ada di sampingku, aku pasti begitu bahagia. Karena aku lulus dan disambut oleh anggota keluarga yang lengkap. Namun, itu hanya khayalnku dan tidak mungkin terjadi. Semoga kelak aku bisa berkumpul bersama kalian di alam yang abadi. Aamiin ……" batin Mayra sambil menitikkan air mata.
Tiba-tiba notif panggilan di handphone Mayra terdengar. Mayra menghapus air matanya kemudian menatap handphone yang ada di genggamnya. Senyuman tersungging dibalik cadarnya saat melihat nama 'Fara' ada dilayar handphone nya. Mayra mengusap tombol hijau ke atas, panggilan suara mulai terhubung.
"Assalamualaikum, Fara."
Mayra dan Fara melangsungkan panggilan suara, Fara terlihat antusias menanyakan tibanya Mayra di Tanah air.
Rona kebahagiaan terdengar dari suara Fara. Karena saking bahagia nya Fara, Fara pun mengganti panggilan menjadi video call. Senyuman manis Fara terlihat
__ADS_1