
Sinar rembulan menyoroti wajah rupawan remaja lelaki yang tengah membaringkan daksanya di tempat tidur, dengan bantalan salah satu lengannya.
Kenyataan yang terasa hanya sebuah mimpi itu terbayang olehnya. Zikra bangkit dari perabringannya menuju balkon kamar. Ia memadang langit malam yang penuh bintang dengan tangan memegang tralis pembatas balkon.
Satu bintang yang paling gemerlap di antara yang lain, menarik sudut bibirnya membentuk segaris senyum tulus.
"Kenapa kamu membuatku mundur sebelum aku menjejaki perjuangan, Mayra?" gumamnya.
Zikra menahan getir dan hati yang bak tersayat-sayat. Rasanya ia ingin menangis, tapi tidak bisa. Rasanya ia ingin marah, tapi tidak bisa. Semakin tidak bisa ia mengeluarkan apa yang dirasakannya, semakin tersayat hatinya.
"Mungkin kamu pergi secepat ini, karena Allah tidak ingin kau tenggelam di dunia yang semakin tidak waras."
"Harus bagaimana lagi, agar aku mampu mengikhlaskanmu pergi tanpa duka menyelingi? Aku ingin kamu bahagia di sana, bukan tersiksa."
Zikra menundukkan pandangnya, tidak lagi memandang bintang yang paling terang di langit malam. Zikra menunduk dalam nan lama.
"Aku mau kamu bahagia meskipun bukan aku yang membahagiakan, tapi Allah yang akan menggantikanku untuk melukiskan senyum di wajahmu yang teduh."
******
__ADS_1
Masih di hari dan malam yang sama, seorang remaja lelaki berkaus oblong putih dengan gambar abstrak di bagian depannya, tengah menuliskan sesuatu di atas kertas biru mudanya. Warna kertas yang mengingatkannya akan semua memori yang diisi oleh seorang gadis yang sama.
...Dear that I admire...
...Pertama kali gue ketemu lo hari itu, gue mungkin berprasangka buruk tentang lo. Lo selalu nunduk, mainin jari sambil komat-kamit, selalu ngejauh kalo jarak lawan bicara lo dekat sama lo....
...Parahnya lagi, sebelum gue ketemu lo, cuma lihat foto lo. Gue udah berani menerka, kalau lo itu tipikal cewek yang kuno dan pastinya ngebosenin. Tapi, pernyataan-pernyataan itu gue sangkal sejak gue ngenal lo tanpa sengaja....
...Waktu berkerja dengan sendirinya. Nunjukin lo ke gue, kalau lo itu mutiara paling indah di hamparan pasir. Gue kagum sama lo meski nggak pernah bisa natap mata lo. Gue kagum sama lo karena kalimat lo yang selalu bikin gue bisu. Gue kagum lo karena gaya pakaian lo yang beda dari yang lain. Gue kagum lo, tapi gue selalu mengelak, nggak ngaku kek maling buat ngakuin perasaan gue ke lo....
...Sampai-sampai gue punya niat buat masuk pesantren karena lo. Ya, gue pengin lo bisa jatuh hati ke gue. Tapi, sebelum itu terjadi, Tuhan jemput lo buat disisi-Nya. Seakan Tuhan nggak rela kalau lo punya perasaan sama salah satu makhluk-Nya, karena lo terlalu sempurna dan berharga buat dimiliki makhluk-Nya....
...Tapi, gue sadar kalau sebenarnya Tuhan itu nggak jahat atau nggak adil. Tuhan cuma nggak mau cewek sebaik dan seindah lo itu disakitin sama salah satu makhluk-Nya. Tuhan cuma pengin lo bahagia tanpa luka....
...Sampai detik ini, gue nggak tahu tentang lo dan orangtua lo. Yang gue lihat dari lo itu, lo selalu tegar dan baik sama semua orang. Gue nggak pernah lihat lo nangis, karena sebelum lo nangis, Tuhan udah jemput lo....
...Yang perlu lo tahu, meskipun kelihatan mustahil. Perasaan gue akan tetap ada meskipun sosoknya nggak ada. Lo boleh pergi, tapi perasaan lo nggak akan pergi sampai Tuhan menggantikan sosok lo dalam hidup gue. Nggak mungikin, 'kan, gue nyakitin jodoh gue karena perasaan gue ke orang yang udah nggak ada?...
...Gue adalah orang yang bodoh dalam hal mengagumi. Punya rasa tapi nggak mau ngakuin. Dan bodohnya lagi, gue nggak ngungkapin rasa gue disisa waktu yang Tuhan kasih. Mungkin, nggak semua hal itu harus diungkapin. Mungkin, adakalanya sesuatu itu hanya dipendam sendiri....
__ADS_1
...Gue nggak ngerti apa itu cinta. Tapi, gue ngerasain kagum, suka, berbunga kala ada lo di dekat gue atau cuma gue pandang dari jauh....
...Mayra Athifa, gue adalah pengecut hati yang pernah lo temui....
.
.
.
.
–E N D–
Date: 6 Juli 2021
Author Note:
●Puas banget akhirnya bisa ngerevisi alur hingga beberapa tokoh di cerita ini. Yang mana cerita/kisah Mayra ini ketikan pertamaku.
__ADS_1
●Bab setelah bab 71 DIHAPUS