KEMUNCA JIWA MAYRA

KEMUNCA JIWA MAYRA
68• (God's Surprise)


__ADS_3

Senja menyingsing. Langit semakin menjingga kemerahan ditemani para awan putih. Angin berhembus, menerpa gamis hitam polos yang Mayra kenakan saat ini. Jilbab segiempat instan warna army-nya ikut bergoyang karena angin.


Gadis itu diam ditempat. Saat ini ia dan Zikra telah berada di depan gerbang hitam rumah kakek.


Jadi kamu nolak?


Kalimat Zikra masih terngiang jelas. Dua insan itu membisu usai Zikra mengatakan Jadi kamu nolak? di mobilnya tadi. Hingga kini mereka masih sama-sama membisu.


"Maaf untuk yang tadi," kata Zikra memecah hening di sana. Ia menatap lekat ke gadis di hadapannya yang selalu menjadi padi kuning. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, Kak," jawab Mayra dalam hati. Ia memanggil Zikra setelah itu membuat Zikra urung masuk ke mobil. Kali ini Zikra berhadapan lagi dengan Mayra.


"Kak Zikra percayakan semuanya sama Allah. Apa yang Dia rencanakan tidak ada yang tidak terwujud."


Zikra tidak tersenyum atau apa. Ia hanya datar menatap Mayra yang menunduk.


"Aku tau Kak Zikra kecewa. Tapi, aku bisa apa, Kak?" Mayra kembali berkata, "Aku pun sedang memasrahkan, menyerahkan semuanya ke Allah. Aku harap Kak Zikra juga begitu."


Mayra dapat mendengar helaan napas Zikra. Jarak mereka tidak terlalu jauh, tapi tidak juga terlalu dekat.


"Aku akan mencobanya, May." Zikra mengulas senyumnya meski kecewanya masih tersisa. "Terima kasih untuk hari ini. Selamat libur panjang."


"Makasih juga, Kak. Kak Zikra siapkan matang-matang untuk pendidikan Kakak selanjutnya. Semoga Allah selalu mempermudah urusan Kak Zikra."

__ADS_1


"May ... aku akan menunggumu dan memperjuangkanmu lewat do'a."


Setelah itu, Zikra benar-benar pergi. Meski kecewa, ia tidak bisa memungkiri ada bunga yang mekar di hatinya. Setiap kata yang Mayra lontarkan selalu berarti untuknya. Semakin hari rasa kagumnya semakin besar, semakin tak terbendung.


******


Maaf untuk yang sudah kukecewakan. Waallahi, aku sama sekali tidak berniat seperti itu. Untuk yang aku kecewakan, semoga Allah melapangkan hatinya.


Satu paragraf yang Mayra tulis di notebook ukuran sedang saat mentari tenggelam bersama kirana calaknya.


*****


Hari ini, kakek, nenek, dan Mayra berniat mengunjungi pesantren As-Salam sekaligus mengikuti pengajian dalam rangka haul Kyai Musrofi, Abah Kyai pengasuh pesantren As-Salam saat ini.


Mereka melakukan perjalanan sekitar habis asar.


Kini, senja segera menyapa. Mobil kakek masih perjalanan menuju pesantren yang kurang lebih harus ditempuh setengah jam lagi.


Mayra memilih mendengarkan murrotal Al-Qur'an menggunakan earphone. Ia memejamkan matanya sembari menghayati tiap lafal Al-Qur'an yang dibaca begitu fasih nan merdu oleh sang Qori'.


Tiiiinnnnnnn...!!!


Klakson berbunyi keras di jalan raya. Hingga akhirnya terdengar suara benturan dan kaca pecah menghisteriskan para pengendara yang menjadi saksi kecelakaan tabrakan sore ini.

__ADS_1


Seorang gadis bernama Mayra Athifa yang hendak menginjakkan usia di angka delapan belas tahun, kini tergeletak tanpa nyawa di TKP kecelakaan maut yang merenggut nyawa para korban, termasuk kakek dan neneknya.


Darah bersimbah di tubuh para korban, kaca mobil pecah berkeping-keping, keadaan body mobil dan truk besar menjadi rusak. Para korban kehilangan nyawanya di TKP sore itu juga sebelum senja benar-benar menyapa.


******


"Hisshh!! Mayra kok nggak mau angkat telponku, sih!?" gerutu Fara.


Saat ini ia tengah berada disekitar Marina bay bersama kedua orangtuanya. Ia menggerutu kesal. Tidak tahu apa kalau dirinya ini sangat merindukan Mayra, meski tadi sempat video call ?


"Mungkin Mayra lagi sibuk Fara, sudahlah. Minggu depan kamu, 'kan, ketemu dia lagi." Rika menghibur putrinya.


"Mayra nggak mungkin sibuk, Ma!" bantah Fara. Ia tahu Mayra saat ini sedang di mana hendak ke mana. "Mayra hari ini berniat mengunjungi pesantren."


"Kenapa?" tanya Candra.


Disisi lain, Zikra pun menelpon nomor Mayra. Ia terheran karena Mayra tidak mengangkatnya. Bahkan, operator mengatakan: nomor tidak aktif.


"Besok aku akan menemuimu, May."


.


.

__ADS_1


.


Lolos Revisi 2 Juli 2021


__ADS_2