KEMUNCA JIWA MAYRA

KEMUNCA JIWA MAYRA
kosong


__ADS_3

Mata nya terkerjap-kerjap dan langsung menoleh ke sumber suara merdu tersebut. Senyuman simpul tersungging di sudut bibirnya. Matanya menagkap sosok gadis bermukena putih yang sedang khusyu' duduk diatas sajadah marun nya.


Subhanallah..…merdunya suara Mayra. Hampir tiap waktu jika aku terbangun di sepertiga malam-Nya, aku selalu mendengar suara indah Mayra. Adem dengarnya, Masya Allah.


batin Ana dalam hati.


"Shodaqallahul 'adzim" Mayra selesai melantunkan ayat Suci Al Qur'an.


Ana pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu mengerjakan ibadah tahajjud nya. Saat Ana keluar dari kamar mandi, tampak Mayra sedang merapikan mukena dan pakaian miliknya ke dalam koper. Sebenarnya Mayra tidak pulang esok, tapi ia akan pulang ke tanah air lusa. Namun, dirinya memilih berberes barang hari ini.


"May, kamu pulang lusa kan?" tanya Ana dengan wajah berseri-seri dan segar.

__ADS_1


Mayra mengangguk, "Aku akan menikmati sehari di sini, sebelum pulang ke tanah air."


"Ooh begitu, semoga kamu menikmati sisa hari mu di sini ya. Aku akan sholat tahajjud dulu," ucap Ana diangguki Mayra.


"Silahkan, An!"


Pagi hari pun tiba, matahari telah terbit menyinari bumi menggantikan sinar rembulan. Hari ini Mayra tampak mengantar Ana keluar asrama, karena hari ini Ana akan pulang ke kota kelahirannya Malang. Ada setuang keharuan di sana, mereka mengakhiri pamitan dengan berpelukan. Ana tampak berkaca-kaca saat memeluk Mayra.


"Afwan, Ana. Aku aminkan do'a mu itu, semoga kita bisa kembali bertemu. Maafkan segala perbuatan ataupun ucapan yang Mungkin melukai hatimu ya, An. Ilal Liqa'i wa ma'as salamati (Hati-hati! dan semoga selamat sampai tujuan)" balas Mayra.


"Syukron, May. Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


Setelah kepergian Ana, Mayra memilih untuk pergi ke piramida Giza. Entah kenapa Mayra begitu menyukai tempat tersebut, rasanya ingin tiap hari ia ke sana. Sesampainya di piramida Giza, Mayra berkeliling-keliling di tempat tersebut. Suasana panas terik matahari begitu terasa, untung saja Mayra tidak mengenakan pakaian berwarna gelap hari ini.


* * * *


Di Bandara Soekarno-Hatta...


Terlihat gadis berhijab menapakkan kakinya di sana, terlihat juga dirinya yang sedang menarik koper miliknya. Tidak lupa tootbag menggantung di bahu sebelah kirinya. Gadis itu adalah Fara, hari ini Fara tiba di tanah air. Ada semburat rindu saat tiba di tanah air, akhirnya dirinya bisa menapakkan kakinya di tanah air juga hari ini.


Fara dengan menaiki taxi, ia pulang ke rumahnya. Sengaja Fara tidak memberi tahu orang rumah tentang kepulangan nya, ia ingin memberi kejutan untuk orang rumah terutama orang tuanya. Setelah 30 menit dari bandara Soekarno-Hatta, akhirnya Fara tiba di rumah. Setelah satpam membuka gerbang, Fara melenggang masuk.

__ADS_1


Tok! tok!


__ADS_2