KEMUNCA JIWA MAYRA

KEMUNCA JIWA MAYRA
17• (Polaroid photo #1)


__ADS_3

"Wih, foto apaan, nih!?"


Kamar Fara dengan pintu kamar dan pintu menuju balkon terbuka lebar. Angin menerobos hingga kertas dan satu lembar polaroid photo melayang. Angin menyapu habis meja belajar milik Fara.


"Woah... Kok terbang, sih!!?" Reynar mengambil beberapa kertas yan tersapu angin. Ia kembalikan lagi ke meja ditindih dengan vas bunga. "Perasaan..."


Saat ini empunya sedang di dapur. Sementara Reynar menguasai kamar milik Fara.


Reynar memandangi tiap sudut kamar dengan visus. Jangan sampai Fara tahu fotonya hilang. Jangan sampai tahu! Hingga akhirnya Reynar menemukan polaroid photo itu tergeletak di ubin balkon.


Baru saja kakinya melangkah, angin kembali hadir. Melayangkan selembar foto yang hendak dipungutnya. Reynar menghela napas. Foto itu sudah hilang. Ntah ke mana, yang jelas ia tak peduli.


Toh, hanya polaroid photo!


Tepat Reynar berbalik badan—ingin menuju single sofa— bertepatan dengan Fara yang masuk dengan membawa sesuatu di dua tangannya. Menumpu nampan kayu yang berisi salad buah, roti sisir rasa pandan, dan dua gelas susu putih.


Dua?


Iya, dua. Satu untuk Fara dan satu lagi untuk Reynar.


Mata Reynar langsung berbinar memandang nampan yang Fara bawa. Ia lekas menghampiri. Menyerobot satu sisir roti warna hijau cantik.


"Main nyerobot aja!" cibir Fara menatap malas ke Reynar. "Nggak ada sopan-sopannya. Dasar!"

__ADS_1


Reynar mengangkat dua bahunya tak peduli. Seolah ia tak mendengar apa-apa dari Fara. Sejak pulang sekolah, ia belum makan. Beruntung Fara membawa makanan ke atas.


Rezeki anak bandel!


Fara mengambil semangkuk kecil berisi salad buah dan segelas susu putih menuju meja belajarnya. Sebelum memulai melahapnya, ia membuka ponsel. Lagi-lagi ada pesan dari beberapa temannya dan dari grupnya dengan sahabatnya.


Fara tak acuhkan lebih dulu. Ia membuka spotify app dan memutar lagu barat favoritenya. Reynar yang tengah fokus ngegame pun dapat mendengar lagu yang Fara putar dengan jelas.


Saat asik menyendokkan salad buah ke mulutnya. Fara teringat akan sesuatu. Ia mencarinya hingga membuka laci meja. Mengangkat buku yang ia taruh di sana. Hingga ia berdiri dan melongokkan kepalanya ke kolong meja.


Tidak ada!


Fara panik. Dan, kini matanya tertuju pada Reynar yang tengah asyik dengan game online favoritenya.


"Issh, kalah gue!" Reynar mendengus kesal. Panggilan Fara membuyarkan konsentrasinya hingga ia lose, game over. "Apa?"


Fara mendekat. Pasti Reynar tahu di mana benda yang dicarinya.


Pasti!


Ya, Fara seyakin itu. Kalau bukan Reynar, siapa lagi? Yang daritadi menguasai kamarnya ya Reynar. Yang membuka pintu balkon pun dia. Selalu saja Reynar membuka pintu balkon jika ke kamar Fara.


"Pasti tahu 'kan di mana polaroid foto atas meja?" tanya Fara penuh selidik.

__ADS_1


Seketika Reynar mengalihkan wajahnya ke arah lain, yang penting tak memandang wajah Fara. Jantung Reynar berdegub. Aneh, anak bandel kok takut. Aneh! Tapi memang nyatanya begitu.


"JAWAB REY!!"


"IYA, GUE TAHU! ILANG KEBAWA ANGIN FOTONYA!" Spontan Reynar menjawab tanpa sadar. Dan membuat Fara membelalakan matanya. Reynar tak bereskpresi, datar saja. Padahal hatinya merasa tak biasa. Ada sepucuk rasa bersalah di sana.


******


"Udah ketemu belum, Rey?"


Fara memandang gusar sekitarannya. Sesekali bertanya pada Reynar yang ia paksa agar turut mencari polaroid photo yang raib dibawa angin. Mungkin hanya sebuah foto. Tapi bagi Fara, foto itu berarti. Sangat!


Dengan tingkah absurdnya, Reynar menyibak rambut pirang seorang bule perempuan hingga ia ditatap tajam oleh lelaki di sampingnya.


"What are you doing?" Lelaki bule yang merupakan boyfriend perempuan bule itu menaikkan satu alisnya. Merasa tak terima ada bocah menganggu waktunya.


Reynar menjawab santai. Takut tak ada sedikitpun. Dasar budak bangor! Beraninya kelewatan. "Nothing."


.


.


.

__ADS_1


🤧🤧🤧🤧


__ADS_2