
BAB DIHAPUS KARENA PEREVISIAN CERITA
.
.
.
.
.
Mengingat sebelumnya Meyna sempat putus sekolah, Kakek hanya ingin Meyna siap nantinya saat sudah kelas 9 dan bisa mengejar materi yang tertinggal dikelas 8. Keputusan Kakek disetujui Meyna bahkan, ia tak menolaknya sekalipun.
"Meyna, ini kamarmu kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa minta bantuan teman sekamar atau pengurus asrama santriwati. Mengerti kan?" ucap Laila.
"Mengerti kok, Kak." jawab Meyna mantap.
"Panggil aku 'Mbak' saja ya, jangan 'Kak'! Kamu panggil 'Kak' untuk Mbak Kayla dan Mbak Safa saja, oke?" ucap Laila lagi.
Meyna hanya mengangguk.
"Makasih, Mbak Laila."
"Sama - sama, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Meyna pun mulai membereskan barang - barangnya kedalam lemari yang tersedia. Kebetulan Meyna juga sekamar dengan Tasya disini jadi, mengurangi rasa canggungnya sendiri.
Sore harinya, Meyna sudah mengikuti kegiatan - kegiatan pesantren seperti santri santriwati lainnya. Sore ini, adalah jadwal mengaji dan untuk Meyna ia memulai mengaji dari juz amma.
Karena, ternyata Meyna sudah bisa membaca Al Qur'an namun, ia diminta untuk mengulang dari juz amma.
Meyna hanya menurut saja, toh pasti bacaannya belum sebenar dan sefasih santri santriwati lainnya. Dengan semangat Meyna belajar dari awal kembali, hingga ia bisa naik ke beberapa surah.
Bisa dibilang tingkat kecerdasan Meyna cukup tinggi, hingga ia bisa dengan cepat menangkap materi yang baru diajarkan. Hal tersebut membuat Meyna tambah semangat dalam belajar.
Malam hari pun tiba, Meyna dan santriwati lainnya sedang belajar. Alhamdulillah nya, Meyna sudah bisa mengikuti pelajaran di madrasah besok dan ia pun sudah mendapat buku juga seragam.
"Mey, kamu kelas apa? A, B, C, D, E, F, atau G ?" tanya Tasya.
"Aku kelas 8B, Sya. Kalau kamu emang kelas apa?" balas Meyna.
"Aku 9F, Loh kamu kok kelas 8 bukan 9 ?" ucap Tasya.
__ADS_1
"Iya, karena aku mau ngejar materi yang tertinggal dulu jadi, aku ditaruh dikelas 8." Meyna menjelaskan.
Tasya hanya mangut - mangut.
"Oh ya, kamu tahu gak kepanjangan dari 9F ?" tanya Tasya.
"Emang apa coba?" balas Meyna.
"9F itu kelas 9 favorit. Aku beruntungkan bisa masuk dikelas favorit, uuuhhh memang otakku ini berIQ tinggi." ucap Tasya membanggakan diri.
Meyna hanya geleng - geleng kepala, "Terserah kamu, Sya."
Tasya menghela nafasnya, huffft.
* * * *
Keesokan paginya...
Meyna kini siap untuk berangkat ke madrasah. Hari ini ia terlihat lebih cantik dengan hijabnya yang melekat di kepalanya, daripada sebelumnya yang tanpa hijab.
"Meya, yuk ke madrasah?!" ajak Tasya.
"Sya, namaku Meyna bukan Meya!" Meyna menekankan namanya.
"Hehehe, maaf lupa. Tapi, aku panggil Meya aja ya? anggap aja itu panggilan cintaku untuk mu." ucap Tasya disertai cengirannya.
"Oke, yuk berangkat!"
Meyna dan Tasya pun berangkat bersama ke madrasah, mereka cukup jalan kaki saja untuk sampai dimadrsah. Kini Meyna bersama Ustadzah yang mengajar di kelasnya masuk kedalam kelas 8B.
Dan sebelum pelajaran dimulai, Ustadzah memperkenalkan Meyna pada santriwati lainnya.
"Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh"
"Waalaikumsalam Warrahmatullahi Wabbarakatuh" jawab para santriwati serempak.
" Pagi ini, Ustadzah ingin memperkenalkan santriwati baru dikelas kita, namanya Meyna. Semoga kalian bisa menjaga ukuwah dengan nya ya?!"
"Insya Allah, Ustadzah." jawab santriwati serempak.
"Meyna, kamu duduk dibangku kosong sana ya."
Meyna mengangguk kemudian, ia menuju bangku kosong yang ditunjuk oleh Ustadzah.
"Anak - anak, mari kita berdo'a terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran pagi hari ini! Berdo'a dimulai." ucap Ustadzah.
__ADS_1
"Audzubillah himinasyaitonir rojiim, bissmillahi rahmannir rahiim..."
Para santriwati memulai do'a dengan ta'awudz dan basmalah, dilanjutkan dengan do'a belajar dan asmau husna.
2 jam kemudian...
Teng teng...teng
Bel istirahat pun terdengar, para Ustadz Ustadzah mengakhiri kegiatan mengajar mereka. Para santri santriwati pun berhamburan keluar kelas menuju tempat makan santri santriwati. Meyna, ia sedang membereskan alat tulisnya sebelum keluar.
"DORRR!" Tiba - tiba Tasya datang dan mengejutkan Meyna.
"Astagfiirullah Tasyaaaaaa." Meyna sedikit menggeram.
Tasya yang digeram justru, malah menyeringai tanpa dosa.
"Kamu ihh ngagetin aja, untung jantung ku nggak copot. Astagfiirullah..." gerutu Meyna.
"Hahaha, jantungmu aku lem dulu sini Meya! Biar kuat dan awet, nyatanya jantungku sehat wal'afiat." ucap Tasya.
"Iiihhh ada - ada aja kamu, Sya. Mana ada jantung dilem?! yang ada gigi kamu aja yang aku lem, biar nggak ngagetin orang lagi." balas Meyna terkekeh kecil.
"Enak aja kamu, Mey. Yuk ke kantin!"
"Yukkk!"
Sesampainya ditempat khusus makan santriwati, Tasya langsung mengajak Meyna mengambil jatah makanan siang ini. Di pesantren ini 3x masak yaitu, masak untuk pagi, siang, dan malam hari. Para santri santriwati pun juga diijinkan untuk membeli cemilan atapun jajanan lain dikoprasi.
Setelah makan siang, masih ada waktu untuk para santri santriwati bermain ataupun jajan dikoprasi. Setelahnya mereka kembali masuk dan memulai kembali pelajaran.
Kini Meyna dan Tasya berjalan - jalan keliling pesantren setelah makan siang. Tasya pun sesekali bercerita tentang kegiatan - kegiatan dipesantren, walau ia agak bar - bar kadang tapi ia teman yang supel.
"Makasih ya, Sya. Udah ngajak aku keliling pesantren dan bercerita seputar kegiatan dipesantren." ucap Meyna tersenyum.
"Sama - sama, kamu nggak ngeraguin IQku yang tinggi kan sekarang?" balas Tasya berbangga diri.
"Iya - iya, IQmu memang tinggi deh." ucap Meyna sekedar menyenangkan Tasya.
.
.
.
Jangan lupa Like Comment dibawah ya Kakak readers!!!
__ADS_1
...Author ucapkan : { Selamat Hari Batik Nasional 02 Oktober 2020 }...
...Tetap bangga dengan budaya asli Indonesia!!!...