KEMUNCA JIWA MAYRA

KEMUNCA JIWA MAYRA
kosong


__ADS_3

BAB DIHAPUS KARENA PEREVISIAN CERITA


.


.


.


.


.


"Waalaikumsalam"


Meyna dan Tasya pun masuk ke kelas masing - masing, Meyna ke kelas 8B dan Tasya ke kelas 9F.


Pelajaran pertama di kelas Meyna hari ini adalah bahasa Arab, yang diulang (ngawuruk ) oleh Ustadz Hakam.


2 jam kemudian...


Teng..teng..teng


Bel istirahat pun berbunyi, menandakan waktu mengajar yang sedang berlangsung selesai. Para santri santriwati pun langsung menuju ruang makan pesantren untuk makan siang. Meyna sendiri ia berjalan lebih dulu keruang makan, tanpa sengaja ditengah jalan ia melihat Kayla.


"Itu Kak Kayla! Aah aku samperin dulu deh, kan aku janji mau nyampein salam dari Kak Mayra." gumam Meyna.


Ia baru sempat hari ini karena, dari kemarin ia padat dengan kegiatan pesantren dan belum bertemu Kayla dan Safa. Meyna berjalan cepat kearah Kayla, yang berjalan menuju keluar pesantren.


"Kak Kaylaaaaaa" panggil Meyna.


Kayla yang dipanggil langsung menoleh, ia mengernyit melihat Meyna sedikit berlari ke arahnya.


"Huh hah huh hah.. Assalamualaikum, Kak Kayla." ucap Meyna mengatur nafasnya.


"Waalaikumsalam ada apa, Mey?" tanya Kayla.


Meyna menarik nafas lalu membuangnya perlahan, kini nafasnya sudah sedikit teratur.


"Kak, aku mau nyampein salam buat Kakak sama Kak Safa dari Kak Mayra. Ia titip udah seminggu lalu tapi, aku baru nyampein sekarang ke Kakak. Maaf ya!" ucap Meyna.

__ADS_1


Kayla tersenyum, "Makasih ya, Mey. Gapapa kok baru disampaiin sekarang, kan kita baru ketemu." ucap Kayla.


"Iya sama - sama, Kak."


Tiba - tiba,


"MEYAAAAAAAAAA" teriak Tasya dari kejauhan.


Spontan Kayla dan Meyna menoleh sambil menutup kedua telinga mereka. Tasya yang melihat Meyna menoleh langsung berlari ke arah Meyna.


"Assalamualaikum" ucap Tasya dengan nafas tak beraturan.


"Waalaikumsalam" Meyna dan Kayla menggeleng geleng.


"Kamu kenapa, Sya? Kok teriak - teriak gitu kayak tarzan dihutan." ucap Kayla membuat Tasya melirik tak suka.


"Kenapa, Sya?" tanya Meyna.


"Enak aja aku di samain sama tarzan, cantiknya tiada tara gini pantesnya di samain sama bidadari, Kak." ucap Tasya membuat Kayla terkekeh.


"Iya - iya kayak bidadari, bidadari jatuh dari pohon, kan? Hahaha" ucap Kayla tertawa.


"Iiihhh kak Kayla nyebelin!" ucap Tasya mengerucutkan mulutnya.


"Kamu kok ninggalin aku, Mey?! Ngambek nih!" ucap Tasya cemberut.


"Hehehe maaf ya, Sya. Aku kira kamu dah turun duluan, makanya aku ninggalin kamu." ucap Meyna tertawa kecil.


"Iya udah aku maafin, sekarang kita ke ruang makan yuk?! keburu antre panjang nanti." ucap Tasya diangguki Meyna.


"Aaayuukk!" Mereka berjalan menuju ke ruang makan tanpa salam.


"Kok aku di kacangin sama mereka?! Nasib deh ya." gumam Kayla.


"Assalamualaikum" teriak Kayla kemudian.


Meyna dan Tasya langsung menoleh sambil memasang senyum malunya.


"Waalaikumsalam" ucap mereka serempak.

__ADS_1


Kayla geleng - geleng kepala melihat kelakuan Meyna dan Tasya.


* * * *


Dirumah Kakek


Sore menjelang waktu senja, Kakek duduk termangu ditaman sendirian. Dalam benak Kakek sedang memutar memori saat - saat kebersamaan dirinya dengan cucu - cucunya, yang kini mereka telah merantau masing - masing untuk menuntut ilmu.


"Rumah ini begitu sepi sekarang tanpa Mayra dan Fara. Disaat seperti inilah rasa kehilangan mulai terasa, tapi aku tak mau egois apalagi pada cucu - cucuku." gumam Kakek.


Sejenak Kakek terdiam dengan segala pemikirannya.


"Pa, papa kenapa melamun disini?" tiba - tiba Tante Rika datang.


"Gapapa, Rik. Papa hanya rindu dengan Mayra dan Fara, semoga saat ajal menjemputku mereka ada disini." jawab Kakek.


"Papa nggak usah mikir sampai situ dulu! Papa terus berdo'a, semoga Papa diberi panjang umur dan bisa melihat cucu - cucu Papa lulus nanti. Kami semua masih ingin Papa menemani kami disini, didunia ini. Papa tidak usah pikirkan masalah ajal, biar itu urusan Sang Kuasa." tegas Tante Rika namun, penuh kelembutan.


Kakek tersenyum simpul, "Diusia Papa yang senja ini, apakah Papa tidak boleh berpikir sampai situ? Jelas usia Papa ini sudah hampir dekat dengan ajal, Rik."


"Sudahlah, Pa! Jangan bahas itu lagi, mari kita masuk saja kedalam!" ajak Tante Rika.


"Ya sudah, ayo! Sudah hampir maghrib juga." balas Kakek.


Ya Rabbi, aku ingin cucu - cucuku bisa menghadiri pertemuanku dengan mereka yang terakhir kalinya. Aku ingin melihat mereka semua berkumpul disini, melihat Engkau mengambil nyawaku. Jadikan mereka orang yang selalu beriman pada-Mu, jadikan mereka orang yang senantiasa dijalan-Mu, dan jadikan mereka wanita sholehah. Aamiin...


batin Kakek.


* * * *


Malam harinya, rembulan bersinar terang dengan dihiasi kerlap kerlip sang bintang, yang menambah keindahan langit malam yang hitam.


Para santri santriwati masih mengikuti kegiatan pesantren yang akan usai pukul 22.00 nanti. Suasana pesantren sangat menyejukkan hati, menjadi sifat tersendiri bagi lingkungan hidup pesantren.


Bagi Meyna ini adalah pengalaman baru baginya, melihat kehidupan yang kelam diwaktu lalu kini telah berubah menjadi kehidupan nyaman dan damai setelah bertemu Mayra. Mungkin ini sudah menjadi alur kehidupannya sekarang, yang merupakan takdir Allah SWT.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like Comment dibawah ya Kakak readers!!! Author minta maaf jika ceritanya pas - pasan😭😅😅


__ADS_2